HTI: “PKI” berjubah

Hizbut Tahrir Indonesia: “PKI” berjubah

oleh : subbhan a, blogger

PicsArt_01-12-12.25.43

Demo HTI mendukung Sistem Khilafah sambil menghujat pemerintah yang sah

Ketika PKI memberontak dua kali di Indonesia, pemerintah Indonesia membalasnya dengan memberedel PKI dan melarang ideologi komunis yg menjadi tulang punggung PKI. Buku2 Komunis dan PKI dilarang dimana-mana. Bahkan di kampus2 yg seharusnya steril dari pemaksaan ideologi pemerintah, juga dilarang mengajarkan apapun yang berkaitan dengan komunis. Pancasila dijadikan mata kuliah wajib di semua jenjang pendidikan.

Mereka yg terlibat atau diduga terlibat PKI, mengalami persekusi panjang. Bukan setahun dua tahun, bahkan lebih dari 30 tahun mereka mengalami persekusi.

Hasilnya: ideologi komunis mati! dan kebangkitan PKI pun mustahil terjadi.

baca selanjutnya >

Advertisements

Bantahan terhadap al-Ustadz Abdul Somad: Kehadiran Rasulullah adalah Rahmatan lil ‘Alamin!

Sekiranya amal seluruh manusia, jin dan malaikat dikumpulkan menjadi satu dan dibandingkan dengan jasa2 yang ditorehkan kanjeng Nabi Muhammad saw, maka itu cuma setitik debu di tepi lautan permata keutamaan Rasulullah.

Sekiranya manusia ingin membawa amalan sholat, puasa, zakat, dan haji, utk menyelamatkan diri di hari ketika Allah swt memberi perhitungan, maka aku campakkan itu semua. Malu rasanya membanggakan amal yg tidak seberapa dihadapan segara kenikmatan yang Maha Pemurah. Maka biarlah kubersandar dengan cintaku kepada Rasulullah.

Demi Allah, setiap tetes darahku, hembusan nafasku, dan trilyunan atom yang berenang di lautan sel tubuhku telah meyakini: engkaulah duhai yang Rasulullah, sang pembawa rahmat bagi alam semesta. Sejak awal mula hingga hari nanti. Maka jangan palingkan aku dari syafaatmu

Jika bukan karena kecintaanku kepadamu duhai ya Rasulullah, aku tidak berani menuliskan ini. Aku terlalu pengecut. Kutulis ini dengan air mata dan terimalah persembahanku yang tidak seberapa..

Bantahan terhadap al-Ustadz Abdul Somad: Mutlak benar, kehadiran Rasulullah adalah Rahmatan lil Alamin!
oleh subbhan a, blogger

“Empat puluh tahun lamanya dia hidup menjadi seorang laki-laki yang sholeh, tapi untuk mewujudkan rohmatan lil ‘alamin, tidak akan terwujud.

Kenapa?


Karena dia hanya sholeh untuk dirinya sendiri, sholeh untuk khodijah, sholeh untuk Ruqoyyah, sholeh untuk Fathimah, tapi tidak untuk Rohmatan lil ‘alamin, karena dia sholeh untuk keluarganya, istri dan anaknya.

Turun wahyu kepadanya 13 tahun lamanya, dapatkah ia wujudkan rohmatan lil ‘alamin?

Tidak!

Karena dia tertekan, ditekan oleh orang-orang yang tidak senang kepada wahyu yang ia terima, maka rohmatan lil ‘alamin tidak terwujud diatas muka bumi Alloh SWT.

Masuk islam orang-orang yang kaya, orang-orang yang berkuasa, orang-orang yang diberikan Alloh SWT usia muda, tapi tetap juga dia tidak dapat mewujudkan rohmatan lil ‘alamin.

Kapan rohmatan lil ‘alamin itu baru dapat diwujudkan ?

Bukan dengan ke Nabian, bukan dengan Al-Qur’an ditangan, tapi setelah tegaknya Khilafatun Nubuwah, tidak akan ada yang dapat mewujudkan rohmatan lil ‘alamin selain daripada Khilafatun Nubuwah, khilafah alal minhajin nubuwah”

Itu adalah transkrip pidato ustadz fenomenal Abdul Somad. Beliau mengucapkan kalimat tersebut didepan jamaah Hizbut Tahrir Indonesia. Ada yang membela Ustadz Abdul Somad dengan mengatakan beliau hanya memberikan semangat kepada HTI, sehingga mengucap2kan kata tersebut. Tapi Ustadz Abdul Somad sendiri bukanlah anggota HTI, kata mereka. Ada yang membela beliau, bahwa video tersebut telah dipotong2 dan tidak utuh. Maksudnya ingin mengatakan bahwa Ustadz Abdul Somad tidak berniat menghina Rasulullah. Pendeknya, Ustadz Abdul Somad tidak salah. Kami paham.

baca selanjutnya >

Aku Tidak Tahu, Apakah Aku Harus Menangis ataukah Tertawa Miris Melihat Kalian…

Aku Tidak Tahu, Apakah Aku Harus Menangis ataukah Tertawa Miris Melihat Kalian…
oleh: subbhan a, blogger.

lebanon1

Peta serangan massive Israel terhadap infrasturture Lebanon

12-Juli-2006, dimulai perang Hizbullah versus Israel fase ke-2. Perang berlangsung selama 34 hari, dan berakhir tgl 14-Agt-2006. Israel kemudian, menarik blokadenya terhadap perairan lebanon tgl 8-Sep-2006.

Dengan ditemukannya sejumlah device peralatan buatan Iran, dan peran Syria yang membiarkan perbatasannya sebagai basis penyelunduoan peralatan perang kpd Hizbullah, banyak pihak menyebut perang ini sebagai perang proxy Israel versus Iran/Syria ronde pertama.

Hizbullah, milisi terkuat di Timur tengah itu, memulai perang ketika sejumlah petempurnya menembakkan roket di perbatasan Israel, menggunakan ATGM utk menembak patroli tentara Israel, dan mengakibatkan 3 tentara israel terbunuh. Dua tentara Israel yang masih hidup, ditawan dan digunakan Hizbullah sebagai bagian pertukaran tahanan. Hizbullah meminta milisi yang ditangkap Israel dilepaskan utk ditukar dengan tawanan.
baca selanjutnya >

Bashar Assad: The Legend..

Bashar Assad: The Legend!
oleh : subbhan a, blogger

DHJDYoXXUAA_yrv~2

foto: Presiden Bashar Assad

Sejak kapankah Bashar Assad kau tuduh kafir, O Ikhwanul Muslimin?
Mengapa kafirnya Bashar Assad hanya terdengar sejak tahun 2011 dan bukan sebelumnya?
Kemana kalian ketika Syria dibawah Hafez Assad, ayah Bashar Assad, menerima dgn tangan terbuka eksistensi Hamas dan menampung jutaan pengungsi palestina.
Adakah sebutan kafir untuknya?

Kemana kalian ketika Bashar Assad bersama sahabat2nya Iran dan Hezbollah membantu Hamas dalam konflik Gaza 2008-2009?
Adakah sebutan kafir untuknya?

Negara2 arab bahkan mengecam kalian sebagai pihak agressor yang membahayakan negara2 arab krn kalian terjun dalam konflik dengan Israel.
Tidak ada yg membela kalian sejak awal krisis Gaza 2008-2009 dimulai kecuali Bashar Assad.


Jika Bashar Assad memang kafir dan sesat seperti tuduhan kalian, mengapa Hamas mencari perlindungan dibawah Bashar Assad?
Bukankah kalian menganggap: kafir hukumnya meminta perlindungan terhadap orang kafir?

Jika Assad tidak kafir saat itu, maka mengapa kalian menghina Assad sebagai pemimpin yg kafir dan sesat?

-subbhan a

Inikah dia Sang Diktator,
yang (katanya) membunuh rakyatnya sendiri,
yang menyembelih wanita dan anak-anak,
dan membantai orang tua dan kaum papa.

Aku lihat dia berjalan sendiri ditengah kota,
tanpa rasa was-was dan ketakutan,
tanpa pengawal ditengah ancaman perang.

Dia berjalan menuju kerumunan,
menemui massa:  wanita, anak2 dan orang tua,

Aku takut, apakah dia sekali lagi akan menujukkan kebengisannya?
Apakah dia akan membunuh kerumanan manusia?

ternyata aku melihat sebaliknya.
para wanita berebut memeluknya.
para anak2 berebut menciumnya.
para orang tua menestakan air mata melihatnya: mengagumi dan menghormatinya.
Disana, aku lihat parade tatapan cinta..
Sekiranya aku tidak mengenal dia, maka aku tidak bisa membedakan, manakah sang penguasa  dan manakah sang rakyat jelata.

dengan apa o Bashar, kau rebut cinta rakyatmu?
ternyata semua berita buruk tentangmu, hanyalah kedustaan.
baca selanjutnya >

Hizbut Tahrir : Abdullah bin Saba Modern

artikel in sebenarnya saya tulis setahun yang lalu dan saya sebar ke beberapa group WA yg saya ikuti. Ketika itu organisasi politik Hizbut Tahrir belum resmi dilarang. Karena itu website resmi mereka saat itu: hizbut-tahrir.or.id masih bisa diakses. Karena satu dan lain hal, artikel ini kemudian hilang bersama beberapa data yg saya miliki. Untungnya backup nya secara tdk sadar masih tersimpan di google drive.

 
Saat ini, HTI sudah resmi dilarang, tapi ide2 mereka masih laku dikalangan islam radikal. Tidak ada salahnya, jika saya membagikan ini..

Hizbut Tahrir : Abdullah bin Saba Modern
Oleh: subbhan a, blogger.

PicsArt_12-15-09.25.47

Demo HTI mengutuk Bashar Assad tanpa mereka memahami sama sekali peta konflik Syria yang sarat kepentingan

Dalam literatur sejarah sunni, dikenal seorang tokoh legendaris Abdullah bin Saba. Dialah manusia yang dituding sebagai penyebab perpecahan umat Islam pasca wafatnya Rasulullah saw. Bekas yahudi yang kemudian memeluk islam ini diceritakan mampu keliling dari satu kota ke kota lainnya utk menimbulkan fitnah dimasyarakat islam.

Dia dianggap bertanggung jawab untuk mengacaukan daerah kekuasaan syam dibawah gubernur Muawiyah. Dia pula yg terlibat pembunuhan Utsman. Penyebab perang jamal, shiffin bahkan nahrawan.

Pendeknya, dia yang sejatinya tidak memiliki milisi dan kekuasaan, tapi dianggap memiliki pengaruh yg sangat signifikan dalam membentuk wajah islam pasca wafatnya Rasulullah. Setidaknya, dia dianggap tipe pelaku behind scene utk semua kekacauan yg muncul saat itu.

Perbuatan nista Abdullah bin Saba ini ternyata tidak unik.

Abad ini, kita mengenal organisasi yg mencatut nama islam, mengklaim berjuang menegakkan kekhalifahan islam, keliling dari satu negara ke negara lainnya, membuat fitnah dgn mengatasnamakan islam, hingga terjadi kerusakan dan lalu cuci tangan atas perbuatannya.

Sebut saja namanya Hizbut Tahrir (HT).

baca selanjutnya >