Sayyid Abdul Qadir Al-Jazairi : Meretas sekat-sekat Jahiliyah

Sayyid Abdul Qadir Al-Jazairi : Meretas sekat-sekat jahiliyah
oleh : subbhan a, blogger

Abd_al-Qadir

Amirul Mukminin Abdul Qadir Al-Jazairi

Dia seorang manusia suci diantara para sultan dan seorang sultan diantara para manusia suci. Dialah Sayyid Abdul Qadir Al-Jazairi (1808-1883)

Amirul Mukminin Abdul Qadir Al-Jazairi rahimahullah adalah seorang sayyid, sufi ahlussunnah waljamaah, guru para mujahid, pejuang kemanusiaan yang melindungi bangsanya dari barbarisme kolonialisme barat, pelindung kristen syria, seorang petarung terhormat yang bahkan menghargai hak-hak musuhnya.

Sedemikian terhormatnya beliau, pemerintah Aljazair sampai meminta agar jasadnya dipindahkan dari Damaskus ke tanah Aljazair. Sedemikian terhormatnya beliau, seorang Abraham Lincoln menghadiahinya sepasang pistol bersejarah atas keberanian beliau. Sedemikian terhormatnya beliau, bahkah bekas musuhnya yang paling sengit, Perancis, memberikan gelar legiun kehormatan menghargai pesona pribadi beliau.

Disaat dunia dipenuhi kebanggaan terhadap kabilahnya, yang mengilhami berbagai kekerasaan dan penindasan, kita layak menoleh kepada kehidupan Sayyid Abdel Qader Aljazairi. Untuk sekedar ikut merasakan wanginya, dan mereguk aroma keindahan sifatnya.

Kita harus sering menoleh kepadanya lebih dari sebelumnya. Beliau bukan seorang liberal, karena dia begitu semangat berjihad mengangkat senjata melawan penjajah perancis. Bukan pula seorang ekstremis fundamentalis haus darah yang senang menyembelih kepala musuh. Karena beliau meminta kepada perancis, musuhnya, agar mengirimkan pendeta untuk para tawanan perancis. Dan ketika beliau tidak memiliki makanan untuk menghidupi para tawanan, alih-alih tawanan dibunuh, beliau malah membebaskannya.

Keindahanya dimulai ketika invansi perancis sampai ke tanah Oran, Aljazair tahun 1831. Segera sang sayyid memimpin perlawanan. dan sejak itu beliau mendapat gelar Amirul Mukmimin. Keberanian dan pesonanya, mampu menyatukan berbagai suku yang terpecah belah.

Salah satu aspek yang membuat sayyid Abdul Qadir sukses dalam kampanye militernya melawan Perancis adalah kemampuannya mencari talenta2 militer terbaik tidak berdasar suku dan agama. Dia bersedia mengangkat seorang kristen dan Yahudi menjadi tentaranya bahkan penasehatnya. Dia membangun 2000 tentara lintas suku dan agama sebagai kekuatan utama, yang didukung milisi2 cair dari penduduk lokal sebagai penopang kekuatan melawan perancis.

Bersama tentaranya, beliau melakukan perlawanan gerilya, dan sukses menghancurkan perancis berkali-kali. Tentara sayyid Abdel Qadir menyerang legiun perancis dengan sejumlah kecil tentara pasukan dan secepat kilat bersembunyi di dataran tinggi pegunungan. Sampai tahun 1842, tentara Sayyid Abdel Qadir mampu membuat pasukan perancis berdarah-darah. Hingga datang Marshal Bugeaud (1784-1849) yang menerapkan strategi radikal untuk melawan perlawanan sayyid Abdul Qadir.

“Aku akan kejar kalian hingga ke pegunungan. Aku akan bakar desa-desa dan hasil panenmu. Kan kutebang pohon buah-buahanmu” – Marshal Bugeaud

Jenderal Bugeaud menerapkan strategi yang berbeda dari jenderal sebelumnya. Alih-alih melawan langsung tentara Sayyid Abdil Qadir, jenderal Bugeaud malah menyasar para wanita dan anak-anak untuk dibunuhnya. Strategi yang disebut Razzia ini, menghancurkan sumber daya masyarakat, membakar desa-desa, mengepung kota dan membuat kelaparan para penduduknya.

Ketika sebelumnya, jihad melawan perancis, artinya petarung melawan petarung, tentara melawan tentara, lelaki melawan lelaki, kini jihad melawan perancis menjadi berubah metodenya. Jihad menjadi kubangan darah rakyat tak berdosa. Wanita dan anak-anak yang tadinya tidak dilibatkan dalam pertempuran, kini diteror militer perancis. Desa dan kota sengaja dihancurkan. Sumber2 daya alam masyarakat dibumi hanguskan.

Perang adalah jalan terakhir. Jihad hanyalah sebuah sebuah cara terhormat melindungi masyarakat. Tapi jika perang dan jihad yang sejatinya luhur, ketika sudah berubah menjadi pembantaian terhadap masyarakat, saat itulah Sayyid Abdel Qadir tidak bersedia meneruskan perlawanannya dan berkata: Cukup sampai disini.

Sayyid Abdel Qadir memilih mengakhiri perlawananannya. 21-Desember-1847, beliau menyerah, setelah 16 tahun melakukan perlawanan panjang. Beliau sempat ditahan di penjara perancis, lalu hidup di pengungsian Damaskus tahun 1855.

Keberaniannya sekali lagi diuji ketika kerusuhan pecah antara Muslim Arab dan kristen syria tahun 1860. Perang sipil antara muslim melawan kristen itu sejatinya terjadi di lebanon. Tapi dendam peperangan sektarian itu melebar hingga ke jalan2 Damaskus. Lebih dari 3000 kristen syria tewas dibantai. 12 ribu sisanya berlarian dijalan2 damaskus dikelilingi muslim arab yang marah sambil membawa pisau dan pedang. Ketika Kristen syria ini siap dibantai, Sayyid Abdul Qadir mengirimkan anak tertuanya bersama tentara pengawalnya untuk menawarkan kristen syria masuk kedalam wilayahnya dan memberikan perlindungan. Bagi sayyid Abdul Qadir, memberi perlindungan kepada mereka yang tdk memiliki pelindung selain Allah, sama nilainya bahkan lebih mulia dibanding jihad melawan penjajah perancis di Aljazair.

“Dia memakai pakaian putih bersih. Seakan-akan dibungkus salju. Jika kalian melihatnya duduk diatas kuda, tanpa mengenalnya, kalian mungkin mengabaikanya. Dia duduk dengan anggun dan berwibawa. Pikirannya secerah wajahnya. Setiap inci wajahnya memancarkan kewibawaan seorang sultan” (Isabel Burton ketika mengomentari perannya memberi perlindungan kepada kristen syria).

“Kita sedang dalam ketakutan, kita semua cukup yakin bahwa detik-detik terakhir telah tiba. Sambil menanti kematian, pada saat-saat penderitaan yang tak terlukiskan, Surga, bagaimanapun, telah mengirim kepada kita seorang penyelamat! Abdul Qadir muncul, dikelilingi 40 pengawal Aljazair-nya. Dia sedang menunggang kuda dan baju tanpa lengan: sosok tampannya yang tenang dan mengesankan memberikan kesan kontras yang aneh dibandingkan kebisingan dan kekacauan yang menggidikkan di mana-mana”, lapor koran terbitan Perancis, Le Siecle, 2-Agustus-1869.

Laporan yang kemudian muncul setelah itu, menceritakan perang penting Sayyid Abdul Qadir dalam menyelamatkan 12 ribu kristen syria. Peran ini diakui dunia internasional. Beliau menerima berbagai penghargaan dari Perancis bekas musuhnya, dari Yunani, Turkey, Vatikan. Presiden Abraham Lincloln memberikan sepasang pistol bersejarah sebagai penghormatan.

Sebuah kota di negara bagian Iowa, USA, diberi nama dengan namanya, Elkader, karena para pendirinya terkesan dengan kemuliaan akhlaknya. Kisah heroik hidupnya hendak dijadikan film dengan sutradara Oliver Stone.

Pemenang selalu menulis sejarahnya sendiri dan sejarah itu terulang seperti yang akan ditunjukkan dalam film ini“, kata Oliver Stone. “Konflik di Timur Tengah saat ini, selalu terkait langsung dengan keterlibatan negara-negara barat di kawasan, seperti pada masa Emir Abdul Qadir. Saya bangga menjadi bagian dari film epik ini yang akan berbagi dengan dunia tentang seorang pemimpin Muslim terpuji yang membela toleransi beragama.”

Sayyid Abdul Qadir wafat di Damaskus, 26-May-1883 dan dikuburkan disamping makam gurunya, seorang sufi kenamaan, Syaikh Ibnu Arabi.

Sayyid Abdul Qadir telah wafat. Tubuhnya telah berkalang tanah, tapi karakter pribadinya yang mulia masih tinggal di masyarakat. Beliau kehilangan tanah airnya, tapi nyawa rakyat AlJazair masih terjaga. Beliau kehilangan kekuasaannya, tapi pesona dan kewibawaan seorang sultan meruang melintasi tanah kelahirannya. Bahkan ketika masih hidup Damaskus, setiap kali ada perselihan dan peperangan, peperangan sejenak harus dihentikan jika Sang Sayyid hendak menolong para korban.

Beliau meraih keutamaan itu tidak dengan cara bekhutbah sambil menyitir ayat2 suci di masjid. (seperti yang banyak dilakukan manusia jaman sekarang). Beliau meraih kemulyaan itu dengan cara membela kemanusiaan sambil membuang sekat2 fanatisme jahiliyah. Tidak heran, jika namanya terus dikenang, bahkan 200 tahun setelah wafatnya.

Jika beliau haus kekuasaan, beliau masih dapat menjadi sultan dan meneruskan perlawanan di Aljazair sampai beliau wafat. Beliau dapat mengundang2 para jihadis seluruh dunia untuk datang ke aljazair. Beliau berhak melakukan itu. Beliau bertempur di negaranya sendiri. Beliau tidak sedang bertempur ditanah asing. Tapi jika dia melakukan itu, apa yang didapat Al-Jazair?

Negara yang makin hancur lebur. Perang berkepanjangan. Kehancuran desa dan kota. Dan wanita dan anak-anak yang menjadi korban.

Tidakkah itu terdengar familiar sebagai sifat yang bertolak belakang, dengan kelakuan para teroris bangsat yang mengaku sebagai jihadits saat ini? Kelakuan teroris bangsat, yang demi kekuasaan, membabi buta menghancurkan negara orang lain bahkan negaranya sendiri.

Diawal tulisan, sengaja saya mengajak pembaca menengok kisah hidup Sayyid Abdul Qadir yang mengesankan untuk kemudian membandingkan dengan kelakuan para teroris bangsat yang tanpa malu membajak islam sebagai jubahnya. Para teroris, demi merebut kekuasaan dengan alasan menegakkan syariat islam, menghancurkan banyak negara dan membuat kerusakan didalamnya. Tidak ada yg mampu menghentikan kebiadaban mereka. Tangisan pilu wanita dan anak-anak sekalipun.  Mereka membuat kerusakan di Syria hingga afghanistan. Yaman hingga Irak. Libya hingga Filipina.

Para supporternya, yang entah karena dibakar fanatisme buta atau karena menderita kebodohan akut, justru mengelu2kan perilaku para teroris. Prinsip mereka, jika kekejaman itu dilakukan golongan mereka, maka kekejaman itu patut didukung. Jika perlu, Islam dijadikan topeng. Tapi jika golongan mereka yang menjadi korban, lolongan mereka menggelagar dijalanan.

Ini adalah fanatisme jahiliyah. Dan itu busuk.

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Emir_Abdelkader
  2. http://www.thewrap.com/oliver-stone-executive-produce-biopic-algerian-leader-emir-abd-el-kader-exclusive/
  3.  Isabel BurtonInner Life of Syria, Palestine and the Holy Land, hal 126
Advertisements

Dia yang semakin Kurus…

Dia yang Semakin Kurus
oleh: subbhan a, blogger.

006168400_1503928974-eggi--oke

Habibina Rizieq Shihab ketika bertemu Eggy Sudjana di Mekkah

Dia terlihat lebih kurus. Padahal belum setahun dia tinggal diluar sana, tapi dia berkali-kali mengungkapkan rasa kangen kepada indonesia dan ingin kembali hidup di Indonesia.

Negara yg pancasilanya pernah dia hina “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala”.
Negara demokrasi yang dia katakan: demokrasi lebih bahaya dari babi.
Negara yg selalu dia demo, karena disini pemimpinnya boleh orang “kafir”

Di negara ini, dia bisa demontrasi 12 jam sehari, 7 hari seminggu setiap hari, berkoar2 dijalanan, “memaki” kesana kemari, tanpa kuatir ditangkap aparat. karena di negara ini, demontrasi adalah bagian penegakkan Demokrasi. dan karena itu, dilindungi negara.

Di negara ini, dia dibebaskan membuat organisasi utk kemudian bersikap oposan kepada pemerintah. tidak ada yang boleh melarangnya, karena pancasila yang dia hina, mengijinkannya.

Di negara ini, pemimpin yang dia sebut kafir, tidak mudah menangkap dia, karena untuk melakukan itu, pemerintah mesti mengajukan bukti-bukti. pemimpin yang dia sebut kafir sekalipun, dilarang bersikap otoriter karena undang2 yang dia hina, telah memberikan batasan2 agar pemimpin tidak berlaku sewenang2.

Di negara ini -yang dia hina karena tidak menegakkan syariat islam-, dia dapat hidup bahagia dan nyaman. tubuhnya makin tambun hari demi hari. pengikutnya jutaan, bahkan mengkultuskannya layaknya nabi. jangan sekali2 anda berani mengkritiknya apalagi mencacinya. bayarannya sadis: autokafir.

tapi kini dia lebih kurus. dia makin kurus ketika justru ketika dia tidak tinggal lagi di negara ini. dia memilih tinggal di luar sana. tulang dadanya sedikit menonjol. jubahnya tidak mampu menutupinya. tulang pipinya sedikit tirus, karena rindu tinggal dinegara ini, negara yang selalu dia cela. aura wajahnya murung. senyum lebarnya tidak mampu menutupi rasa sedih.

tidak usah dibayangkan, betapa keluarganya juga pasti ikut merasakan rindu kepada negara ini. ah betapa indahnya negara ini. penyesalan pelan-pelan menyergapnya.

masih adakah nikmat yang kau dustakan?

di luar sana, tidak ada lagi pengikutnya yang memujanya. kini dia bukan “nabi” lagi, karena mengkultukan manusia itu syirik disana.

dia kini tinggal di negara islam, ya negara syariat islam. bahkan negara tempat lahirnya islam. disana, demokrasi itu haram sebagaimana harapannya.

di negara sana, lebih-lebih demonstrasi, itu jelas  haram. memaki2 pemerintah haram hukumnya. kepalanya bisa jadi dipenggal didepan umum, jika dia berani coba2 berdemontrasi menentang pemerintah apalagi mencaci-maki rajanya.

disana tidak ada pancasila, karena itu membuat organisasi yang selalu menentang pemerintah haram hukumnya.

disana rajanya Islam. sangat Islam. sekarang silahkan dia boleh coba mencaci-maki rajanya. jika dia punya nyali.

tapi kini dia tidak bebas lagi. pelan-pelan rasa sesal menyergapnya. rasa rindu kepada negara ini, yang dulunya dia hina, semakin tidak tertahankan.

Kini dia semakin kurus. aura kesedihannya begitu terasa. senyum lebarnya pun tidak mampu menutupi kesedihannya.

masih adakah nikmat yang kau dustakan?

siapakah dia? ah saya tidak berani menyebutkan namanya. saya takut dituduh kafir..

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

Perilaku kriminal ikhwanul muslimin tidak berubah. Dahulu maupun sekarang. Kekerasan adalah bahasanya. Kekuasaan adalah cita2nya. Dusta dan propaganda adalah bajunya. Dan islam dijadikan topeng untuk menutupi kebusukan hatinya.

Dan syria telah berkali-kali menjadi korban keganasan perilaku Ikhwanul Muslimin.

Syria yang hancur lebur dalam Perang kotor yang digagas dan dikomandoi ihwanul muslim sejak tahun 2011 sampai sekarang, sejarahnya dapat dilacak sejak pertempuran panjang pemerintah Syria melawan ikhwanul muslimin sejak tahun 60an dan berakhir dramatis dalam peristiwa Hama 1982.

Berapa kali selama ini kita diberitahu bahwa Hafeez Assad secara sistematis  telah membantai 20 ribu hingga 40 ribu rakyat syria dalam peristiwa Hama 1982?

Pencarian sederhana melalui google mengenai peristiwa hama 1982, mengkonfirmasi kedustaan ini. Media2 pendukung kriminal ikhwanul muslimin, spt aljazera maupun alrabiya, menyebutkan estimasi angka fantastis utk menggambarkan kekejaman Hafeez Assad. Middle East Watch, menyebut peristiwa hama 1982 sebagai peristiwa “the great repression” dalam reportnya tahun 1991. Dan sudah jamak jika peristiwa Hama 1982 disebut “Hama Massacre”

Dan tidak heran jika kemudian para simpatisan kriminal ikhwanul muslimin selalu mengulang2 peristiwa hama 1982 sbg justifikasi dan pembenaran alasan utk menjatuhkan presiden Bashar Assad skr. Lebih jauh lagi, sbg alasan pembenaran revolusi syria yg telah memakan korban ratusan ribu nyawa.

Namum dengan adanya UU kebebasan informasi Amerika Serikat, memungkinkan publik untuk mengakses dokumen US Defense Intelligence Agancy (DIA) mengenai peristiwa hama 1982 yg dibuka tahun 2012.  DIA ditulis pada medio Mei-1982, 3 bulan pasca kejadian. Tidak hanya menjelaskan betapa krimininalnya ikhwanul muslimin, DIA juga mengungkap korban tewas dari pihak ikhwanul muslimin hanya sekitar 2000 ribu teroris. Angka real mestinya tidak jauh dari itu tapi sangat jauh dari angka berlebihan sekitar 20 ribu atau 40 ribu seperti yang diungkap oleh media2 massa mainstream. Itupun yang tewas adalah para teroris bersenjata.

Laporan DIA ini juga sesuai dengan kesaksian Bill Rugh, wakil kepala misi Syria 1981-1984. Seperti yang diungkap Bill Rugh dalam tulisannya di Middle East Policy Council:

“Pada tanggal 29-November-1981 saya sedang duduk dikantor kedubes USA di damaskus syria. Ketika saya mendengar ledakan dahsyat. Sebuah bomb mobil meledak persis didepan kantor pusat Angkatan Udara Syria. Ledakan ini menghancurkan bagian depan bangunan dan jendela. Ledakan itu juga melontarkan bagian2 tubuh manusia ke sekolah komunitas Amerika yang berada di seberang jalan. Kami memperkirakan ada sekitar 60 orang tewas. Orang tua dan anak2 di sekolah shock dan trauma.

Serangan ini tdk ditujukan langsung kepada Amerika serikat, tapi menjadi bagian serial serangan yang sudah dilakukan Ikhwanul Muslimin selama 5 tahun kebelakang terhadap pemerintah syria.

Lalu 9 minggu kemudian, peperangan besar terjadi antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin. Perang pecah di kota Hama, 100 mil utara Damaskus.

2-Februari-1982, tentara syria mengepung Hama, untuk menumpas pemberontakan Ikhwanul Muslimin. Tapi tentara syria dihadang banyak penembak jitu. Segera terjadi peperangan diantara mereka.

Tidak ada berita yang keluar mengenari peperangan terebut, tapi atase militer kita melalui sumber2 dilapangan dapat mengikuti perkembangan Hama secara ketat. Karena itu tugas mereka.

Dari laporannya, kita tahu pemberontak banyak menggali terowongan dan tentara syria yg dikepalai saudara Hafeez Assad, Rifaat Assad, telah mengepung kota dari berbagai sisi. Pertempuran berlangsung selama 27 hari dan tidak ada berita yang keluar di media massa tapi setiap orang di Damaskus tahu persis bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di Hama. Ketika atase militer kita berhasil memasuki kota, mereka menemukan hanya bagian kecil kota yang rusak. Beberapa gedung dan masjid rata dengan tanah.

Sebenarnya tidak seluruh kota dihancurkan. Saya memasuki Hama maret 1982, beberapa minggu setelah pertempuran usai. Dan banyak bagian kota berjalan normal seakan2 tdk terjadi apa2. Banyak gedung komersial yang bahkan tidak tersentuh pertempuran. Saya mengunjungi lapangan utama, tempat favorit turis, dan saya melihat roda kayu raksasa abad ke-13, yang tingginya 90 kaki, masih berdiri kokoh ditepi sungai Orantes yang membelah kota Hama.

Saya melihat gedung seluas lapangan sepak bola rata dgn tanah. Dan berdiri disitu, saya masih melihat semua area disekitarnya masih berdiri seakan2 tdk terjadi apa2.

Saya mengunjungi Hama kembali tahun 2005 dan saya tidak melihat sedikitpun bekas2 pertempuran tahun 1982. Semua yang hancur sudah diperbaiki ulang. Dan bagian2 yang tidak terkena peperangan masih terlihat spt aslinya.

Ketika laporan muncul di koran2 media barat dan majalah2 maupun buku yang ditulis Tom Friedman (dari Beirut ke Yerussalem) , mereka mengatakan semua bagian kota telah hancur. Mengherankan. Hiperbola media benar2 mengejutkan. Hama sejatinya secara harfiah memang tidak diratakan, sebagaimana klaim banyak media” (Bill Rugh)

Selain mengungkap kebohongan angka korban perang Hama 1982, laporan DIA juga menarik karena mengungkap garis besar mengenai taktik, metode dan narasi yang digunakan Ikhwanul Muslimin yang ternyata sangat mirip dengan taktik dan narasi para teroris dalam perang syria saat ini.

Kekerasan sudah terjadi antara Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Syria sesaat setelah partai Ba’th naik ketampuk kekuasaan tahun 1964. April 1964, kerusuhan meletus di Hama, dipimpin Marwan Hadid, salah satu petinggi Ikhwanul Muslimin yang menggunakan masjid sbg basis perlawanan. Masjid yang seharusnya suci dari perilaku busuk politikus, sejak awal mula sudah digunakan Ikhwanul Muslimin sbg bagian dari stratagi pemberontakan. Januari 1965, kekerasan di Hama telah memicu kekerasan lanjutan di Damaskus. Selanjutnya April 1967, kekerasan juga terjadi di semua kantong2 wilayah Ikhwanul Muslimin berada di seluruh syria.

Setelah Hafeez Assad naik ke puncak kekuasaan, November-1970, beliau berusaha menurunkan eskalasi ketegangan dengan Ikhwanul Muslimin. Tapi itupun tidak lama. Kekerasan yang dipicu Ikhwanul Muslimin masih berlanjut. Pecah kerusuhan tahun 1973 sebagai reaksi kemarahan atas sikap Hafeez Assad yang menjadikan syria sebagai negara sekuler dan menolak formalisasi syariat islam. Bagi ikhwanul Muslimin, ini adalah bukti bahwa Hafeez Assad anti islam.

Bagi ikhwanul Muslimin: Islam adalah solusi, tujuannya adalah Allah, Quran konstitusinya, nabi Muhammad adalah pemimpinnya,  jihad adalah jalan hidup dan mati syahid adalah impiannya.

Terdengar sangat familiar dengan perilaku ikhwanul muslimin ini, huh?

Berbagai literatur menyebutkan bahwa tahun 1976 adalah tahun awal dari perang syria pertama. Pada tahun tersebut, beberapa milisi dibawah ikhwanul Muslimin sudah memulai kampanye perang melawan pemerintah sah Syria.

Salah satu taktik Ikhwanul Muslimin melawan pemerintahan syria saat itu adalah penggunaan sayap2 militer binaanya utk memperluas perlawanan spt milisi Al-Tali’a al-Muqatila, Jundullah, Assyabab Muhammad, Jaisy AlMukmin, Jaisy AlIslam, dll.

Ini paralel dengan milisi kriminal afiliasi ikhwanul Muslimin seperti jahbat Nusra, Ahrar Assyam, jaisy Al-Islam, Nuruddin Al-Zinki yang menghancurkan syria modern saat ini.

Dengan menggunakan milisi2 kriminal spt itu, serangkaian kekerasan dilakukan Ikhwanul Muslimin untuk menunjukkan kesan bahwa perlawanan dilakukan seluruh komponen rakyat Syria.

Juni 1979, akademi Militer Aleppo diserbu gabungan milisi2 Ikhwanul Muslimin. 50 kadet atau calon taruna Syria dibantai. Dan puluhan luka berat. Kejadian tersebut memicu perlakuan keras pemerintah syria kepada Ikhwanul Muslimin.

Tahun 1980 bisa dibilang tahun2 genting Syria dimana eskalasi kekerasan antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin memuncak. 26-Juni-1980, ikhwanul muslimin mencoba membunuh Hafeez Assad. 2 buah granad dan senapa otomatis diarahkan ke Hafeez Assad. Ajaibnya, hafeez Assad berhasil menendang salah satu granad, dan granad satunya berhasil dinetralisir pengawalnya.

Peristiwa ini dibalas oleh Hafeez Assad dengan mengeksekusi anggota dan simpatisan ikhwanul Muslimin yang sedang menjalani hukuman dipenjara Palmyra. Bulan Juli 1980, pemerintah syria mengeluarkan UU no 49 yang memberikan amnesti untuk anggota ikhwanul Muslimin yang menyerah. 1052 anggota Ikhwanul Muslimin kembali ke pangkuan Syria dan sisanya masih melanjutkan kekerasan sistematis. Tahun 1981, anggota Ikhwan yang menolak menyerah melanjutkan perlawanan terhadap pemerintah Syria dan menjadi Hama sebagai pusat perlawanan. Kekerasan dalam skala kecil maupun besar terjadi hampir setiap hari hingga mencapai klimaks tanggal 2-februari-1982.

Milisi Ikhwanul Muslimin menyerang kantor2 pemerintah, menguasainya dan membunuh banyak pegawainya. Lebih dari 70 pejabat partai Ba’th disembelih dijalanan. Dan sisanya dieksekusi di tahanan. Mereka juga menyasar desa2 minoritas dan warga sipil yang pro pemerintah, membunuh dan menyandera sebagian diantaranya. Mereka menyatakan diri merdeka dari pemerintah pusat dan menolak tunduk kepada pemerintah.

[Apa yang kalian harapkan pemerintah syria akan lakukan jika ada pemberontak model begini? Mengajak berunding Ikhwanul Muslimin dan bermanis muka dengan alasan HAM? Berbicara lembut dan mengajak dialog? Hampir 20 tahun ikhwanul muslimin syria tidak mengenal bahasa kecuali bahasa kekerasan]

Sebagai bagian dari menyebarkan propaganda, Ikhwanul Muslimin menyampaikan berita dusta mengenai dukungan massif rakyat Hama dan syria kepada pemberontak,  menyebarkan gosip mengenai desersi besar2an tentara syria kepada pemberontak dan menyebarkan isue mengenai meluasnya perang hingga Aleppo.

Untuk mendukung pemberontakannya di Hama, kriminal Ikhwanul Muslimin tidak segan2 menggunakan masjid sebagai tempat propaganda. Laporan DIA, menyebutkan bahwa tanggal 2-Februari-1982, persis saat pemberontakan Hama meletus, ikhwanul muslimin menggunakan load speaker masjid di puncak menara utk memanggil para kriminal utk bergabung bersama Ikhwanul Muslimin melawan tentara pemerintah sah Syria. Mereka juga memberitahu massa bahwa semua senjata sudah tersedia di masjid.

Press release dibuat di eropa dan USA, dan disebarkan kekawasan timteng secara massif melalu kantor berita phalangist Lebanon dan Voice of Arab Iraq.

Dari Bonn, Jerman, Ikhwanul Muslimin menyebarkan berita 3000 tentara syria telah tewas ditangan kriminal dan Hama berhasil dikuasai Ikhwanul Muslimin. Bukanlah hal aneh jika Ikhwanul Muslimin menggunakan Bonn sbg basis propaganda, karena Ikhwanul Muslimin memiliki kantor di Eropa, termasuk di London dan Munich.

Dari Hongkong, mereka menyiarkan kabar jika stasion radio Aleppo sudah jatuh dan dari Paris, mereka menyiarkan propaganda jika unit pertahanan syria telah bergabung bersama reovolusi islam yang digagas ikhwanul Muslimin. Dari vienna, Ikhwanul muslimin menyebarkan gosip, jika pertempuran meluas hingga Damaskus,  Lattakia, Aleppo hingga timur syria. Dari Turkey, mereka menyebarkan berita jika jalan tol Damaskus-Hama-Aleppo juga telah jatuh. Dari Iraq, mereka mengeluarkan fatwa jika jihad melawan pemerintahan Hafeez Assad adalah wajib dan melarang masyarakat membayar pajak kepeda pemerintah.

Semua klaim2 ikhwanul Muslimin tersebut ternyata kosong dan tidak berdasar kepada bukti empiris. Laporan DIA dan kesaksian Bill Rugh bahkan mengkonfirmasi, bahwa kerusuhan hanya terlokalisasi di Hama dan tdk meluas sedikitpun ke kota2 lainnya. Kantor  berita syria, bahkan tdk mengabarkan sedikipun mengenai kejadian yang sebenarnya di Hama. Karena media syria dikontrol penuh pemerintah saat itu. Praktis, kebanyakan rakyat syria tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya di Hama.

Kemenangan gemilang Hafeez Assad dalam pertempuran Hama dan sedikitnya dukungan masyarakat sipil terhadap kriminal Ikhwanul Muslimin mengkonfirmas setidaknya 3 hal:

Pertama, keberhasilan strategi Hafeez Assad dalam peristiwa Hama 1982, berbasis kepada fakta bahwa kebanyakan rakyat syria – tidak peduli mengenai sikap politik mereka kepada pemerintah Assad- tidak menginginkan negara syria dikuasai para kriminal Ikhwanul Muslimin. Mungkin mayoritas syria ingin syria dikuasai dari kalangan sunni instead of Alawite, tapi rakyat syria lebih memilih pragmatis. Hanya Hafeez Assad sejauh ini yang berhasil memberikan stabilitas dan keamanan pasca merdeka dari Perancis tahun 1946. Dan karenanya, pemberontakan Ikhwanul Muslimin tidak mengakar di masyarakat.

Dua, sejauh ini rakyat syria masih setia memilih negara syria sebagai negara sekuler dan plural, sebagai sebuah sistem yang dapat menjamin hak2 mayoritas sambil tidak melupakan minoritas. Rakyat syria masih mendukung prinsip negara: Agama untuk Tuhan dan negara untuk Masyarakat.

Tiga, peristiwa Hama menjelaskan kepada kita bagaimana modus operandi para kriminal Ikhwanul Muslimin dalam meraih kekuasaan. Gerakan pemberontakan mereka selalu berbasis kepada bomb bunuh diri dan pembantaian utk menebar ketakutan di masyarakat, menimbulkan kepanikan, yang tujuan akhirnya menghilangkan kepercayaan masyakat kepada pemerintah. Mereka juga gemar menggunakan jubah2 agama utk menutupi nafsu busuk mereka akan kekuasaan. Serta penggunaan masjid secara massif utk meraih massa dan menebar propaganda dusta.

Siapapun yang membaca dan meneliti peristiwa Hama 1982, akan melihat kesamaan modus operandi Ikhwanul Muslimin dalam perang modern syria 2011. Bahkan modus operandi itu juga digunakan di wilayah2 islam lainnya dikala ikhwanul Muslimin hadir dan berniat meraih kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin sejak awal mula memang bajingan dan sekarangpun masih bajingan.

Referensi:

  1. http://www.mepc.org/commentary/syria-hama-massacre
  2. https://www.counterpunch.org/2016/12/23/statistics-in-the-information-war-an-instructive-example-from-hama-1982/
  3. Tim anderson :  https://m.facebook.com/notes/tim-anderson/the-muslim-brotherhoods-hama-syria-rebellion-in-1982/10151553345131234/
  4. Robert Fisk :  http://www.independent.co.uk/voices/commentators/fisk/robert-fisk-the-new-focus-of-syrias-crackdown-has-seen-similar-bloodshed-before-2307427.html
  5. Dokumen DIA

Hizbullah, Mufti Sunni Syria dan Lonceng Gereja

Hizbullah, Mufti Sunni Syria dan Lonceng Gereja
Oleh: subbhan a, blogger

syria_-_location_map_2013_-_syr_-_unocha-svg

– Syria –

Maloula: adalah sebuah kota kecil dalam provinsi Damaskus dan terletak 56 km timur laut Damaskus ibuka Syria. Dikenal sbg salah satu desa yang masih menggunakan bahasa aramic -bahasa kuno yang pernah digunakan Yesus as- maloula pernah menjadi kontes peperangan antara tentara pro pemerintah syria melawan teroris jahbat nusra dan FSA. 2 kali maloula sempat berpindah tangan ke tangan teroris. 21-oktober-2013 sampai 28-oktober-2013 dan 13-desember-2013 sampai 14-april-2014.

Selama maloula dikuasai para teroris,  1500 christian armenia dan orthodox dijadikan sandera. Menggunakan sebagai tameng hidup, penduduk sipil kristen maloula termasuk wanita dan anak2 dikurung ditempat2 strategis untuk mencegah serangan udara. Sementara itu 2500 kristen maloula mengungsi ke wilayah pemerintah syria. 45 warga sipil ditembak tanpa pengadilan, ada yang dibakar hidup2, maupun dieksekusi dijalanan.

Tidak usah kita ceritakan pemerkosaan yg diderita wanita2 kristen maloula karena mereka dianggap budak. Atau pendeta2 yang disembelih hanya karena dianggap kafir. Gereja2 yang dihancurkan, rumah2 yang dijarah, penghancuran patung yesus dan bunda maria, pembakaran manuskrip2 tua aramic kristen, rumah2 sakit yg dihancurkan, sekolahan, dll.

Oh ya, sambil tidak lupa, selalu ada coretan2 didinding2 yang telah hancur, sebagai simbol kebanggaan perbuatan mereka: “Allahu Akbar”, “Jahbat nusra”, ” Rezim akan hancur”, “Kemenangan untuk khalifah”.

Pendek kata, Kristen maloula yg hidup damai, dan peradaban tua yg berumur ratusan tahun, sebuah peradaban yang bahkan sudah exist sebelum islam hadir, telah hancur dalam sekejap. Dan semuanya, terjadi dengan mengatasnamakan Tuhan.

Melihat nasib kristen maloula, Boutros Alnemeh, kepala kristen orthodox Kota Homs dan Hama berkata: “warga kami mengalami trauma, dan dicekam ketakutan. Mereka digunakan sebagai perisai hidup. Atas nama mereka, kami memohon secara mendesak kepada parlemen eropa dan masyarakat international untuk bantuan kemanusiaan dan menolong mereka”

Boutrous Almaneh yg kristen tidak salah. Dia seorang kristen. Dan karena itu meminta pertolongan kepada komunitas international, parlement eropa,  yg sebagian besar kristen untuk membantu mereka.

Namun fakta berbicara sebaliknya. Parlemen eropa  bungkam. Dunia internasional bungkam. Tentu kita tahu persis alasan kebungkaman mereka. Mereka yg membiayai dan mempersenjatai para teroris, maka jangan kau harapkan bantuan dari mereka.

Lantas,
Siapa yang menyambut seruan permintaan tolong mereka?
Siapa yang datang untuk menyelamatkan minoritas tertindas ini ketika tidak ada yang mau menyelamatkan mereka!?

Hizbullah!!! Dan tentu saja, bersama dengan tentara Syria.

April 14, 2014 Hizbullah bersama tentara syria (SAA) berhasil membersihkan maloula dari para teroris bangsat. Hal yang pertama yang dilakukan tentara Hizbullah ketika berhasil membebaskan maloula adalah datang gereja, dan membunyikan loncengnya.

Epic!!!

Watch “Hezbollah man rings church bells in Syria” on YouTube

Maka jangan heran, jika Hizbullah dapat meraih cinta masyarakat lebanon maupun syria, terutama kaum minoritasnya. Hizbullah meraih cinta mereka tidak dengan cara membangun banyak masjid, atau melafalkan ayat2 suci sambil memegang tasbih lalu berkhutbah.

Tapi lebih menukik kedalam ajaran sejati islam, Hizbullah meraih cinta manusia dengan cara berkhidmat kepada manusia, membangun rumah2 sakit, memberdayakan kaum papa, memanusiakan minoritas, dan mengangkat derajat mereka yg terpinggirkan. [Sebelum Hizbullah lahir, minoritas syiah lebanon adalah kaum marginal dan papa. Sekarang, syiah lebanon sangat berpengaruh di lebanon maupun dikawasan]

Tanpa menggunakan ayat2 suci sekalipun, semua perbuatan hizbullah adalah lantunan ayat suci.

Maka tidak usah heran, jika Imam Mihrab Syaikh Said Ramadhan AlBouthy asSufi ra memuji tinggi sayyid hasan Nashrullah, leader hizbullah:

“Aku berharap agar diri ini, disisi Allah, sama  nilainya dengan jari ditangan Hasan Nashrullah. Aku katakan satu jari ditangan pejuang. Aku tidak pernah berperang. Tidak pernah terbuka kesempatan bagiku untuk berjuang disisi Allah dengan berperang” (syaikh Bouthy)

[Perlu diperhatikan: syaikh Bouthy syahid sebelum menyaksikan perjuangan heroik Hizbullah membela minoritas kristen maloula diatas]

Videonya bisa dilihat disini:

“Mereka yang berkhidmat kepada manusia”, kata Rasulullah saaw pembawa islam rahmatan lilalamin, “dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dan dekat dengan manusia”

Hizbullah, persis mengikuti sabda sang Rasul.

Tentu saja, semua itu karena rekam jejak hizbullah yang berbicara.

Lain Hizbullah, lain pula Mufti Sunni Syria, syaikh Ahmad Hassoun. Dia seorang doktor dalam fikih Syafii. Dia sering berbicara dalam dialog antar agama dan antar budaya.

Ada salah satu petikan pidato beliau didepan parlemen eropa 15-jan-2008 yg mengesankan. Saya merasa perlu membaginya kepada anda karena walau pidato ini pidato lama, tapi masih sangat relevan dengan kondisi syria saat ini.

“Aku datang dari suatu negeri. Aku tidak pernah memilih agar aku berada di sana. Tapi langitlah yang memlih aku menjadi bagian dari penduduk negeri itu. Itulah negeri yang kami sebut dengan negeri yang diberkahi: negeri Syam, Palestina, Lebanon, Suriah, Yordania, Israel.

Inilah negeri-negeri yang menerima suluruh peradaban ruhani dari langit. Di tanah kami, dulu Ibrahim berjalan. Di tanah kami, dulu Musa merasa aman dan hidup dalam kebahagiaan. Di tanah kami, dulu Isa dilahirkan. Dari tanah kami, Isa naik ke langit. Ke tanah kami, Muhammad datang dari Mekah untuk naik ke langit”

Setelah memuji tanah syam, tanah peradaban dan kebudayaan, tanah kelahirn para nabi dan manusia suci, beliau melanjutkan pidato mengenai nilai2 kemanusiaan dengan logika sedemikian jernih:

“Karena Ka’bah dibangun oleh manusia. Tembok Ratapan dibangun oleh orang-orang Yahudi; Gereja al-Qiyamah dibangun oleh orang-orang Nasrani. Sedang manusia, siapa yang membangun? Manusia adalah bangunan Tuhan.

Terlaknatlah orang yang menghancurkan bangunan Tuhan!
Tekutuklah orang yang membinasakan manusia.

Seorang bocah Palestina, bocah Israel, bocah Iraq, yang terbunuh hari ini, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari kita semua karena pembunuhan itu. Karena, bocah-bicah itu adalah “boneka-boneka” yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini, dan kita membunuh boneka-boneka itu tanpa kemampuan mengembalikan kehidupan mereka lagi…

Jika Ka’bah dihancurkan, pasti akan dibangun kembali oleh anak-anak kita. Jika masjid Aqsha dihancurkan, pasti akan dibangun kembali oleh cucu-cucu kita. Jika gereja al-Qiyamah dihancurkan, pasti akan dibangun kembali oleh generasi selanjutanya. Tapi, saya mohon kesadaran kalian, jika seseorang dibunuh, siapa yang mampu mengembalikan kehidupannya?” (Syaikh Ahmad Hassoun)

Pidato lengkapnya dapat dibaca disini:

http://www.islam-institute.com/syaikh-ahmad-hassoun-dari-suriah-tebar-cinta-di-eropa/

Videonya juga bisa dilihat disini:

Sejak menggantikan Syaikh Ahmad Kaftaro sebagai Mufti Sunni Syria Juli-2005, Syaikh Ahmad Hassoun memang sering berdialog lintas agama. Beliau memposisikan dirinya sebagai bapak bangsa. Bapak bangsa yang mengayomi anak2 syria baik muslim, kristen, yezidi, alawite, armenia, bahkan atheis sekalipun. Beliau benar2 mewujudkan dirinya dalam satu kalimat indah: islam rahmatan lil alamin. Dalam arti yang sebenarnya.

Beliau bahkan tidak segan keluar masuk gereja, untuk mengumandangkan pesan2 kemanusiaan. Tentu saja, pesan kemanusiaan universal tanpa sekalipun kehilangan nilai2 islam.

Silahkan lihat video ini. Syaikh Ahmad Hassoun datang ke gereja, menghadiri perayaan natal umat kristiani, berbicara mengenai Yesus dalam perspektif islam tanpa menyinggung umat kristen. Kehormatan islam tidak beliau buang, tapi saat bersamaan harmonisasi antara agama, beliau rajut dan kembangkan.

[Bayangkan fitnah seperti apa yang akan diterima oleh Syaikh Ahmad Hassoun jika beliau tinggal di Indonesia]

Watch “Only in Syria – Grand Mufti Ahmad Hassoun Leads a Christmas Mass” on YouTube

Tentu sekarang kita tidak heran jika mufti Syria dicintai minoritas dan dihormati mayoritas. Perwujudan mufti syria, adalah perwujudan islam sejati: islam rahmatan lilalamin.

Semua tingkah laku mufti sunni syria sejatinya cerminan mendasar bangsa syria: toleran dan moderat. Mereka toleran kepada yang berbeda. Dan mereka moderat menerima perbedaan. Dan syria dibangun atas dasar toleransi ini.

Sengaja saya berbicara mengenai maloula, hizbullah, mufti syria sunni, agar saya dapat mengajukan sebuah pertanyaan.

Setelah kita melihat Hizbullah yang demikian mengayomi kaum minoritas, dan Mufti Sunni Syria yang demikian toleran kepada kaum minoritas sekalipun, apakah iman rakyat syria jadi tergadaikan dan  beralih ke kristen?

Apakah banyak muslim syria yang berbondong-bondong masuk kristen karena kehidupan mereka yang demikian toleran!?

Gak tuh.

Muslim syria sejauh ini masih mayoritas. Bahkan dari tahun 1970 hingga saat ini, lebih dari 87% populasi syria adalah muslim. Dimana 70%nya adalah muslim sunni, 11% alawite dan sisanya diisi muslim syiah, druze, orthodox, yezidi, armenian, dan kaum minoritas lainya.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Demographics_of_Syria

Angka tersebut cenderung tidak berubah dari tahun ketahun. Malah ada kecenderungan jumlah muslim justru meningkat.

Dan ajaibnya, dari negeri2 yang sangat toleran seperti syria ini, malah lahir ulama2 kelas dunia, yang mengerti masalah2 syria kekinian, namun memiliki keanggunan dan kharismatik ulama-ulama klasik.

Maka kita mengenal2 ulama sunni yang membanggakan justru dapat terlahir dari negara toleran seperti syria ini. Saya menyebut beberapa saja diantaranya.

Seperti Syaikh Wahbah Zuhaili professor multidisiplin ilmu. Imam Mihrab Syaikh Ramadhan alBouthi, sering dijuluki sang gozali kecil. Pakar yurispredinsi islam sekaligus pakar mistisme islam (tasawuf).

Syaikh Shukri AlLuhfi, mursyid thoriqoh syadziliah, syaikh Ahmad Habbal, mursyid thoriqoh Arrifaiyah. Keduanya dikenal luas di syria sebagai salah satu wali abdal dari 40 wali.

Dan tentu saja, masih ada ribuan ulama fikih sunni dan sufi yang lahir setiap tahunnya dari madrasah2 dan halaqoh yang tersebar di seluruh syria.

Semua itu sangat memungkinkan dan justru berkembang dinegara yang toleran seperti syria.

Sayangnya, negeri yang demikian toleran seperti syria, negeri yang melahirkan ribuan2 ulama2 cemerlang, justru sedang dihancurkan.

Dan yang menghancurkan syria, justru saudara2 kita sendiri, yang mengaku beragama islam dan mengaku mengusung islam rahmatan lil alamin.

Islam rahmatan lil alamin, dalam benak mereka, justru berarti penghancuran peradaban dan kebudayaan.

Ironis.

Feynman

Feynman
Oleh subbhan a, blogger

richardfeynman-painemansionwoods1984_copyrighttamikothiel_bw

Richard Feynman 1918-1988

Ketika Richard Feyman masih kuliah di MIT, dia mengambil mata kuliah biologi. Sebagai mata kuliah pilihan yang wajib diambil.

Sebagai mahasiswa fisika cemerlang, kadang menghapal definisi-definisi yang ada diktat2 adalah membosankan. Karena anda tinggal membuka buku biologi, dan dapat membaca definisinya secara langsung. Sesimple itu saja. Justru proses tersulit bukan disitu. Memahami realitasnya yang jauh lebih sulit.

Feynman membuktikan, seperti diungkapkan dalam bukunya yg menghibur “Surely You’re Joking, Mr Feynman“, ketika meneliti masalah biologi molekuler, Feynman melejit melebihi para koleganya yg mengambil mata kuliah biologi. Sekiranya, dia tidak ceroboh, kata Feynman, penelitianya mungkin diganjar nobel biologi. Sayangnya, sbg fisikawan lebih2 fisikawan teori, dia menderita penyakit yg sama: ceroboh.

Feynman tak pelak adalah ilmuwan yg banyak membaca tapi tak suka menghapal. Dia keliling dunia, mengajar banyak orang utk memahami realitas fisika yg tidak akan anda dapatkan hanya dgn membaca buku atau diktat. Dia sampai dalam level mahaguru, meraih nobel fisika, melalui karyanya yg cemerlang: Elektrodinamika Kuantum. Cabang teori fisika baru yang berhasil dia gagas.

Mengapa anda harus menghapal definisi-definisi jika bisa anda dapatkan hanya dengan membuka buku? Begitu kata2nya. Apalagi jaman internet seperti sekarang ini, yg hanya butuh 1-2 klik utk mendapatkan informasi.

Feynman memahami fisika hingga level tersulit tidak melalui diktat2 yang tebal, tapi masuk hingga ke realitasnya.

Jika pemula, pada saat belajar fisika, mereka harus mengambil kertas dan menuangkannya kedalam rumus2 rumit dan sulit utk memahami fisika, maka Feynman sudah melewati itu semua. Dia sudah memahami dari awal sampai akhir topik tanpa menuangkannya dalam rumus2 dikertas. Dia memikirkannya semuanya diotaknya.

Ketika ditanya, bagaimana dia mencapai itu, dia menjawab: aku memahami fisika hingga realitas terdalam. Dan itulah tahap tertinggi fisikawan. Sebuah posisi yg dicapai Einstein, Mills dan Yang, Paul Adrian Maurice Dirac, Niels Bohr, Werner Heisenberg, Schrodinger dan puluhan fisikawan cemerlang lainnya.

Saya berbicara tentang Feyman, utk menunjukkan bahwa diktat2 dan buku2 bukanlah tujuan. Dia cuma alat, dan jangan berhenti disitu.

Apalagi jika anda seorang pelajar yang ingin mengenal Tuhan.

Alam semesta tidak mampu menampungKu, tapi hati hambaKu yang ikhlas dapat meliputiKu“. (Hadits).

Jika alam semesta saja tidak mampu menampungNya maka jangan harap buku dan diktat dapat menampung dan menjelaskanNya.

Sepertinya kalimat terakhir itu relevan merangkum tulisan ini.