Hamas dan Pengkhianatan2 mereka

Artikel ini sengaja saya buat untuk kawab saya, yang memiliki pandangan absurd. Mengagumi hamas dan membela Assad sekaligus. Bagi saya itu tidak bisa diterima dengan alasan2 dibawah ini.


Hamas dan Pengkhianatan2 mereka

oleh subbhan a, blogger

 

Qusayr battle: Videos of latest army operations

Battle of Qusayr: Perang yang menjadi saksi bisu perpecahan bangsa palestina. Satu pihak mendukung tentara Syria AlAssad, dan pihak lainnya justru mendukung pemberontak

Hamas itu sebenarnya adalah simpatisan Ihkwanul Muslimin. Bahkan leadermya, Ismail Haniyeh, terang2an membaiat Muhammad Badie, leader IM. Ini beritanya. Dan bisa ditelusuri di sumber2 lainnya dari yg ada didalamnya.

Hamas Leader Pledges Oath To New Egyptian Muslim Brotherhood Leader

https://www.globalmbwatch.com/2010/02/08/hamas-leader-pledges-oath-to-new-egyptian-muslim-brotherhood-leader/

Dan ini videonya ketika Ismail Haniyeh membaiat ikhwanul Muslimin

Ini video lebih lengkap

Tapi memang Hamas itu memang gak punya malu dan tebal muka. Sama seperti tuannya, Ikhwanul Muslimin. Selalu bermain di dua kaki. Dan sejarahnya juga dikenal memberontak dan membangkang tapi maunya dianggap pejuang demokrasi.

Di mesir dia membunuh PM Fahmy Nokhrasy tahun 1948. Juga pernah mencoba membunuh presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Pernah pula menghancurkan 750 gedung di kairo dan membuat kerusuhan dijalanan. Sepanjang kehadirannya di Mesir, wajah mesir selalu dihiasi dengan demonstrasi  dan saling kecam sesama anak bangsa. Tapi ketika diberangus, mereka akan bermain drama play victim dan berlindung dibalik demokrasi.

[Terdengar familiar dengan perilaku pendukungnya disini huh?]

Di syria, juga begitu. Selalu bughot dengan cara2 kekerasan. Dua kali melakukan pemberontakaan melawan pemerintahan. Tahun 1963-1964 dan thn 1976-1982 yg diakhiri dengann peristiwa hama. Mereka merengsek kekota, merebut kantor2 pemerintahan di Hama, membunuh pejabat2nya dan memenuhi jalanan dengan para pemberontak bersenjata berkeliaran.

Dan the great Hafeez Assad menyelesaikan masalah tersebut dengan cara sederhana: Basmi semuamya. Once for All

Dan seperti diduga, pendukungnya disini selalu hanya mengenang kejahatan presiden Hafeez Assad. Narasi Hama, selalu diulang-ulang untuk menunjukkan kekejian Assad dan disaat yg sama mereka lupa bahwa Erdogan, idola mereka, melalukan pendekatan yg sama dgn Hafeez Assad.

Tanyakan mereka: jika hal yg sama dilakukan pemuda nasionalis turkey yg muak dgn cara pemerintahan islamist ala Erdogan, lalu menguasai jalanan istambul dan kemudian menguasainya. Kira2 Erdogan menghadapi barisan pemuda spt ini dgn kekerasan atau justru memberikan mawar? Faktanya, bahkan ketika coup yg gagal kemarin, pasukan erdogan malah mempermalukan militer didepan umum dengan menelanjangi mereka dan memecutnya didepan umum. Menangkap ribuan pejabat, memecat ribuan guru, dan memenjarakan ribuan oposan. Tanpa pengadilan.

Dan sekiranya para militer  turkey yg merencanakan koup mengambil pendekatan yg sama seperti Ikhwanul Muslimin dengan cara menguasai jalanan Hama tahun 1982, maka tanpa ragu: Erdogan pun pasti membasmi mereka.

Tapi ada perbedaanya: jika militer turkey yg gagal melakukan kup kemarin enggan melanjutkan pemberontakannya karena mereka mencintai turkey negaranya, maka pemuda2 syria anggota IM yg mengacau di Hama, justru lebih mencintai ideologinya daripada negaranya.

Tak heran, para pemuda IM syria, lebih senang melihat negara syria hancur demi membela ideologi sesatnya.

Baca selengkapnya:

Sejarah Ikhwanul Muslimin
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muslim_Brotherhood

Like father like son. IM yang gak punya malu, maka sayap militernya Hamas pun gak punya malu.

Hamas, yang ditolak dimana2 pada awal pendiriannya, ditolak qatar, ditolan jordan, ditolak saudi, karena semuanya takut akan membahayakan hubungannya dengan israel.

“Katakan kepada mereka wahai hamas,
Katakan kepada mereka wahai khaleed messal,
Katakan kepada mereka wahai abeel waleed,
Katakan kepada mereka:

siapa yg merangkulmu selama ini?
siapa yg telah membelamu selama ini?”

Kata Syaikh Amad Hassoun, mufti syria.

Itu pertanyaan retorik dari Mufti Syria. Semua orang diseluruh dunia tahu, ketika tidak ada yg mau merangkul palestina yg terlunta, tidak ada yg menerima hamas, Syria yg pernah dihianati induk semang Hamas, IM, justru masih mau menampung hamas dan palestina.

Ingat, menampung pengungsi dari negara2 konflik, apalagi menampung aktivis2nya, maka tidak saja anda harus menyiapkan tempat tinggal dan makanan mereka, tapi anda harus menampung semua permasalahan mereka dan juga siap dengan konsekuensi2 politik yg dibawa mereka.

Hamas telah secara resmi mendeklarasikan perang melawan israel, bahkan kelahirannya pun dibidani karena perlawanan terhadap israel. Maka ketika anda berani menampung hamas, maka anda menampung semua idelogi perlawanan hamas. Dan artinya: anda harus siap bererang dgn Israel.

Sikap itu tidak berani diambil saudi, turkey, qatar, maupun Jordan. Tapi berani diambil Syria al Assad. Dan kantor pusatnya pun berdiri di Syria selama hamas terusir dari palestina.

Dan ketika hamas berhasil mengusai pemilu palestina tahun 2006, siapa yg membantu pemerintahannya? Iran!

Tentu saja Iran, dengan memberikan donasi secara cuma2 120 juta dollar atau hampir 2 Trilyun setiap tahun . Dan itu cukup untuk membiayai kegiatan2 Hamas, mengganji pegawai2nya dan menjalakan roda pemerintahan.

Bisa dibaca disini:

Iran gave $120 mln to Hamas govt – Palestinian FM
http://uk.mobile.reuters.com/article/idUKBLA65319520061116

dan ini :

Iran Increases Palestinian Aid to 120 million Dollar
http://english.aawsat.com/2006/11/article55264606/iran-increases-palestinian-aid-to-120-million-dollars

Dan seluruh duniapun tahu, jika hezbollah dan Iran-lah yang mentraining militer dan memodernkan peralatan militer Hamas.

Baca disini:

Iran-Hamas Relationship in 2008
http://www.irantracker.org/military-activities/iran-hamas-relationship-2008

Dan setelah semua yag syria lakukan untuk Hamas, menampung mereka dan menerima akibat pahit dari perbuatan baiknya, dan setelah Iran membiayai hamas dan melatihnya, memodernkan peralatan tempur mereka, maka inilah balasan yg diberika Hamas kepada Syria dan Iran.

Satu2nya bahasa yg dikenal oleh Hamas dan IM adalah: berkhianat

“Hamas telah mengkhianati kami berkali-kali”, kata Bashar Assad presiden Syria.

“Sejak krisis syria dimulai, mereka berkata bawa mereka telah menasehati kami. Itu dusta”, kata Assad “mereka juga berkata bahwa kami meminta tolong kepada mereka. Itu juga dusta. Apa urusan mereka dengan urusan internal bangsa Syria”.

Assad juga menekankan bahwa Ikhwanul Muslimin, induk semang hamas, selama 80 tahun telah terkenal sebagai pihak oportunis dan pengkhianat.

“Ini bukan pertama kali mereka berkhianat. Mereka sudah berkhianat tahun 2007 dan 2008. Dan sejarah mereka penuh pengkhianatan. Hamas telah memilih sejak hari pertama krisis syria untuk melawan bangsa syria. Dan mereka sudah membuat pillihan. Dan semoga ada yg mau menasehati mereka utk konsisten dijalan perlawanan (terhadap israel)”

Assad jelas terluka. Terluka oleh pengkhianatan Hamas. Dan siapa yg tidak terluka diperlakukan sedemikian jahat oleh hamas.

Baca selengkapnya disini:

Assad: Hamas Has Betrayed Us Repeatedly, But…
http://english.al-akhbar.com/node/17324

baca juga disini:

Syrians will never forget Hamas betrayal. We gave them weapons against the Israelis but they turned those guns on us

https://themuslimissue.wordpress.com/2015/01/30/syrians-will-never-forget-hamas-betrayal-we-gave-them-weapons-against-the-israelis-but-they-turned-those-guns-on-us/

Dalam interview dengan majalah express swedia, Bashar aassad juga mengatakan Hamas telah bersekutu dengan jahbat Nusra, yg berafiliasi dengan alqoida.

Dan dalam perang Qurasyr mei-2013 yang menentukan, pasca direbutnya kembali Qusayr dari penguasaan para teroris bangsat, ditemukan sejumlah device  buatan Iran dan Hezbollah yg pernah diransfer ke Hamas di terowongan2 yang digunakan para terorias.

Hamas melalu sayap militernya Izzudin AlQossam juga diketahui membantu para teroris bangsat membangun tunnel2 bawah tanah. Pengatahuan sangat membantu parab teroris bangsat utk terus mengobarkan kerusakan dan kebiadabannya ditanah Syria.

Bisa dibaca disini:

How did Hamas’s military expertise end up with Syria’s rebels?
http://www.middleeasteye.net/news/how-did-hamass-military-expertise-end-syrias-rebels-1129524334

Dan disini:

The Hamas-Hezbollah Split on the Syrian War
http://english.al-akhbar.com/node/16195

Pengkhianatan hamas membuat Presiden Bashar Assad kecewa dan marah dan berujung pengusiran kantor pusat hamas dari damascus. Mereka lebih memilih mesir (saat itu presidennya masih Morsi, top leader IM) dan qatar (penasehat IM, yusuf qordowi tinggal di qatar) karena alasan ideologis.

Baca disini:

Hamas political leaders leave Syria for Egypt and Qatar
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-17192278

Bahkan presiden Turkey bersedia menampung Hamas. Erdogan, presiden turkey juga top leader IM, induk semang hamas.

Baca disini segala puja-puji Khaleed Messal buat Erdogan :

Erdogan Adopts Islamic Fervor For Turkey’s Future and His Own
http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2012/09/erdogan-leader-of-islamic-world.html

Dan ini perkataan Ismail Haniyeh, yg sungguh menyakiti bangsa syria:

“Saya bangga kepada kebangkitan bangsa arab dan saya bangga kepada perlawanan rakyat syria yg membela kemerdekaan, demokrasi dan reformasi” kata Ismail Haniyeh dihadapan jamaah sholat jumat di masjid AlAzhar, kairo Mesir.

“Kita berbaris menuju syria dengan jutaan syuhada! Katakan tidak untuk Iran. Katakan tidak untuk Hezbollah. Revolusi syria adalah revolusi bangsa Arab”

Baca disini selengkapnya:

Hamas ditches Assad, backs Syrian revolt
http://mobile.reuters.com/article/idUSTRE81N1CC20120224

Kita juga tidak perlu terkejut jika hamas lalu memilih bergabung dgn Mesir era Morsi, qatar atau Turkey. Sebagaimana yg dikatakan Assad, sejak awal, Hamas sudah terlibat memerangi bangsa syria dan karena itu wajar jika mereka kembali ke induk semangnya mesir-qatar-turkey yg juga turut serta memerangi bangsa syria.

Sejarah Ikhwanul dan Hamas adalah sejarah penuh penghianatan. Tapi pendukung2nya disini malah memaki2 Assad dengan sebutan buruk: kafir, sesat, biadab, bengis, diktator dan sebutan buruk lainnya.

Mungkin kita harus bertanya kepada mereka:

Sejak kapankan Bashar Assad kafir?

Mengapa kafirnya Bashar Assad hanya terdengar sejak tahun 2011?
Kemana kalian ketika Syria dibawah Hafez Assad menerima dgn tangan terbuka eksistensi Hamas dan menerima jutaan pengungsi palestina.
Adakah sebutan kafir untuknya?
Kemana kalian ketika Bashar Assad bersama sahabat2nya Iran dan Hezbollah membantu Hamas dalam konflik Gaza 2008-2009?
Adakah sebutan kafir untuknya?

Negara2 arab bahkan mengecam kalian sebagai pihak agressor dan membahayakan negara2 arab untuk terjun dalam konflik dengan Israel. Tidak ada yg membela kalian sejak awal krisis Gaza dimulai kecuali Assad.

jika Assad memang kafir dan sesat seperti tuduhan kalian, mengapa Hamas rela mengais nasi dan mencari perlindungan Assad? Bukankah kalian menganggap, kafir hukumnya meminta perlindungan terhadap orang kafir?

Jika Assad tidak kafir saat itu, maka mengapa kalian menghina Assad sebagai pemimpin yg kafir dan sesat?

Ada begitu banyak pertanyaan terkait logika2 sesat mereka. Tapi jika mereka berani berduata atas nama agama dan atas nama Jihad, maka jika hanya sekedar mematikan akal sehat, adalah persoalaan kecil bagi mereka. Its just a piece of cake.

Moscow Declaration: Rasionalitas Turki atas Syria

Moscow Declaration: Rasionalitas Turki atas Syria
by Arief Masdi*

lavrov

Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov (Tengah), Menteri Luar Negeri Turkey, Mevlut Cavusoglu (Kanan)  and Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menghadiri deklarasi Moskow, Russia December 20, 2016

Setelah kejatuhan Aleppo ke tangan Pemerintah Syria yg sah dan berdaulat, pada awal Desember yg lalu. Turki sbg salah satu pendukung oposisi syria (rebels)  nampaknya mulai bersikap realistis. Tdk ada lagi keinginan memaksakan jatuhnya Bashaar Assad dan tdk ada lagi sentimen sunni-syiah spt yg diproduksi sebelum dan selama perang oleh corong media Amerika dan Sekutunya.

Rusia, Turki, Iran sepakat menandatangani kesepakatan bersama untuk pemulihan syria dalam proposal Moscow Declaration yg ditandatangani tgl 20 Des 2016 lalu. Artinya, syria akan dipulihkan dari dampak perang, pengungsi ditangani, dan syria dijaga keamanannya termasuk menjaga dari serangan para teroris – kelompok militan seperti ISIS, Syrian Al Qaedah dan Jahbat Al Nusra.

Walaupun upaya kesepakatan kubu Moscow ini coba diganggu oleh aksi Mevkut Mert Altintas, seorang aktivis garis keras sunni yg menembak mati *Dubes Rusia, Andrei Karlov* di Turki pada tgl 19 Des 2016 atau sehari sebelum penandatanganan moscow declaration. Hehe… kaki tangan CIA dan Israel memanfaatkan kelompok garis geras islam. Betapa menggelikan.

Langkah Turki tsb, praktis meninggalkan sakit hati dan membuat berang pihak oposisi syria (rebels) yg diotaki oleh Amerika, negara2 NATO, Arab Saudi dan Qatar, karena Turki sendiri sebelumnya adalah bagian dari kubu pendukung opisisi, sampai kejatuhan kota Aleppo.

Nampaknya Turki tdk mau menanggung beban lebih banyak lagi dalam perang syria . Dana, persenjataan, tentara dan emosi telah banyak dikerahkan dan dicurahkan Turki untuk membantu Amerika dan sekutunya menjatuhkan rezim bashar assad. Apalagi Turki juga menanggung lebih dari 2 juta pengungsi perang syria, paling banyak menampung pengungsi diantara negara2 lain.

Belum lagi kampanye militer Turkey untuk mengganyang kelompok ISIS di utara Aleppo (syria) juga menyedot perhatian lebih Turkey. Bom bunuh diri, bahkan sudah 2 kali menghantam turkey dalam satu kebelakang. Dan bayang-bayang perang berkepanjangan dengan Russia pasca penjatuhan pesawat Russia SU-24 benar2 menghantam perekeonomia turkey.

Dan itu belum seberapa, jika mengingat dukungan terang2an  Amerika Serikat terhadap separatis Kurdi di syria utara, yang merupakan harga mati bagi pemerintahan Turkey. Praktis, keterlibatan Turkey dalam kampanye militer di syria, menjadi beban berat bagi pemerintahan Turkey. Harga yang harus dibayar Turkey dalam kampanye militer di Syria, tentu tidak sebanding dengan hasil yang akan diperoleh Turkey.

Sementara itu, Bashaar Assad dengan dukungan rusia, iran dan china (netral/tdk aktif) nampaknya semakin tidak terbendung di Syria. Bahkan dukungan Amerika dan NATO terhadap para pemberontak, tidak menunjukkan hasil yang diinginkan. Syria juga bukan iraq atu libya yg mudah ditundukkan. Bahkan walau perang sudah memasuki tahun keenam, tanda-tanda kekalahan Bashar Assad tidak tampak. Jelas, Bashaar Asaad bukan Saddam Husein atau Muamar Gaddafi yg mudah digantung atau ditembak mati.

Langkah Turki merapat ke moscow berarti meninggalkan sekutu sunninya, yaitu Arab Saudi dan Qatar. Turki telah menunjukkan sebagai negara independen yg tidak takut dengan gertakan Amerika, NATO atau siapapun. Turki merasa berhak bekerja sama dg siapapun tanpa memusuhi yg lain.Langkah Turki adalah langkah rasional sbg negara merdeka dan independen. Dan memang seharusnya demikianlan sebuah negara independen.

Berbeda dengan Turki: Arab Saudi dan Qatar adalah negara dimana satu kakinya sdh diikat oleh amerika. Hampir tdk mungkin meninggalkan koalisi Amerika dan NATO. Kedua negara ini tidak berani kata hatinya dalam banyak kasus timur tengah terutama ketika ada kepentingan Amerika Serikat disitu.  Arab Saudi dan Qatar lebih banyak bersembunyi di ketiak Amerika dan NATO.

Jelas, Moscow Declaration menjadi awal rekonsiliasi dan pemulihan rakyat syria. Sekaligus menampar dan mengakhiri the dirty war  atau perang kotor yang digagas Amerika dan NATO serta sekutu Timur Tengahnya. Mengakhiri perang paling mengerikan setelah WWII. Mengakhiri drama paling menggelikan dg isu sunni-syiahnya.

Semoga kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada rakyat syria semuanya

(*) Penulis adalah sahabat saya dan seorang pegawai instasi pemerintah yang memiliki ketertarikan untuk membahas masalah politik, ekonomi, agama, dan isu2 lokal maupun internasional khususnya timur tengah 

Referensi

  1. Russia and Turkey, joined by Iran, announce intention to halt war in Syria
  2. Russia-Iran-Turkey alliance most effective in solving Syrian crisis – Lavrov

Aleppo : Tamparan untuk Erdogan dan Salman

Aleppo : Tamparan untuk Erdogan dan Salman
by : Subbhan A, blogger

Pada awal perang Syria, seorang pejabat Irak menemui komandan NATO dan bertanya : “Apa yang membedakan antara perang Syria dan perang Libya?”. Komandan NATO menjawab dengan jawaban pendek dan menggambarkan situasi secara tepat : “Russia is back”.

Ya Russia telah kembali memainkan peran pentingnya di Timur Tengah dan mengubah jalannya pertempurannya Syria secara dramatis. 3-Februari-2016, Tentara Arab Syria atau dikenal Syrian Arab Army (SAA) dengan dibantu milsi Badr Iraq, Hizbullah Lebanon, National Defence Force (NDF) dan didukung penuh Angkatan Udara Russia (RuAF) berhasil membebaskan pengepungan kota Nibbul dan Azzahra –dua kota di utara Aleppo- yang telah berjalan selama lebih dari 3 tahun.

CaTwF95WAAASNw9

[gambar : peta Aleppo yang terkepung tentara arab Syria, 4-Feb-2016]

Keberhasilan operasi militer SAA dan sekutunya di kedua kota penting ini melengkapi kisah heroik lain-nya : Pembebasan penjara Aleppo yg selama 13 bulan dikepung para teroris dan pembebasan Pangkalan militer Kweireis yang dikepung selama hampir 2 tahun.

[dan seandainya Syria merupakan Negara aliasinya USA, bukan tidak mungkin semua kisah perang di Syria akan mendapatkan tempat di perfilman Hollywood, mengingat betapa hebatnya dan heroiknya SAA dalam mengarungi perang Syria yang memakan waktu hamper 5 tahun]

Tidak berhenti sampai disitu, gabungan aliasi SAA, Hizbullah, NDF, Milisi badr Irak dan RuAF pada hari berikutnya malah berhasil menguasai kota Azaz yang menghubungkan kota Aleppo dan seluruh kota di provinsi Idlieb yang berbatasan dengan Turki. 35 ribu teroris Wahhabi saat ini terkepung total di Aleppo dan mengalami masalah supply senjata dan makanan yang biasa didapatkan dari Turki. Satu-satunya jalan bagi teroris untuk terbabas dari cengkraman SAA dan aliansinya cuma satu : NERAKA!

Dan jika Aleppo benar-benar terjatuh ke tangan pemerintahan Syria, maka perang Syria secara teknis selesai karena wilayah Syria di barat, timur maupun selatan, dan cepat atau lambat akan jatuh ke tangan pemerintahan Syria karena jalur supply dari utara (Turki) terputus. Perang hanya akan menyisakan wilayah utara Syria yang melibatkan Turki, Kurdi dan pasukan tentara Syria. Dan bukan tidak mungkin, perang yang tadinya hanya terjadi di wilayah Syria akan meluas ke wilayah Turki.

Apa artinya? Artinya semua cita-cita para pendonor perang Syria, untuk menjatuhkan Dr Bashar Assar dari tampuk presiden Syria akan gagal. Cita-cita Saudi dan Qatar untuk menguasai Syria, kandas. Cita-cita Erdogan membentuk imperium Ottoman yang meliputi wilayah Aleppo, Syria Utara dan Iraq Utara juga kandas. Cita-cita eropa untuk terlepas dari ketergantungan gas Russia juga kandas. Cita-cita Amerika untuk memotong salah satu kaki Russia di timur tengah juga kandas. dan yang paling penting, cita-cita Israel untuk menyingkirkan Syria yang pada akhirnya mengisolasi Iran dan Hizbullah juga kandas.

Inilah yang membuat Saudi, Turki dan Aliasinya marah. Di Riyadh, pasca jatuhnya Nibbul dan Azzahra ketangan SAA, Brigjend Ahmad Asiri yang juga juru bicara Koalisi Arab dalam perang Yaman, mengancam bahwa Saudi siap menerjunkan pasukan darat sebagai bagian dari koalisi international dibawah pimpinan Amerika Serikat untuk melawan Isis.

Beberapa hari kemudian, PM Turkey, Ahmet Davutoglu, didepan pejabat2 partai AKP bersumpah akan membayar hutang sejarah Turkey kepada saudara2nya di Aleppo yang membantu membela Turkey pada awal abad 20 :

“Kita akan membayar hutang sejarah kita. Dahulu, saudara kita di Aleppo bertempur bersama kita membela kota Sanliurfa, Gazintep dan Kahramanmaras dan sekarang kita akan membela Aleppo. Kita bangsa Turki akan berdiri bersama rakyat Aleppo”

Apa yang dimaksud oleh Asiri dan Davutoglu adalah jelas mereka tidak sedang mencoba memerangi Isis dan membela Aleppo. Karena jika mereka berniat memerangi Isis mereka akan melakukan jauh-jauh hari. Mereka hanya sedang kalap dan marah melihat para teroris dukungannya sedang menuju kekalahan memalukan. Dan niat sebenarnya keduanya adalah mencoba melakukan segala upaya yang mereka bisa untuk membantu para teroris keluar dari masalah dan kematian dan  lalu dapat meneruskan cita-cita mereka untuk menjatuhan Dr Bashar Assad dari kursi Presiden Syria dan menghancurkan Syria.

Tapi Keinginan Saudi dan Turki, ditanggap sinis dan skeptis oleh PM Russia, Dmitri Medvedev :

“Amerika serikat dan partner kita di Arab harus berpikir ulang : Apakah mereka menginginkan perang yang permanen? Apakah mereka berpikir akan memenangkan perang (Syria) secara cepat? Itu tidak masuk akal, khususnya ketika perang itu terjadi di Timur Tengah. Setiap orang bertempur dengan semua orang disana” (rt.com)

Russia sendiri sepertinya sama sekali tidak mau mundur. Bahkan ketika perundingan perdamaian di genewa diadakan, Russia masih memborbardir para teroris. Walaupun Amerika Serikat dan sekutunya berulang-ulang berbohong mengatakan bahwa Russia, Syria dan Iran lebih concern untuk memborbardir oposisi moderate daripada Isis, Russia bergeming. Russia sebenarnya bersikap moderate dalam menanggangi isu oposisi moderate. Tapi jika oposisi bersenjata itu terkait dengan Isis, Jahbat Nusra/Alqoida, Jaysh AlMujahidin, Harakat Nuruddin AlZinki, dan Harakat Ahrar Al-Syam, para pemimpin Russia berulang kali mengulang-ngulang statement bahwa mereka tidak akan mundur dan menghentikan bombardement sampai semua teroris Wahhabi tersebut terbunuh atau tertangkap. Inilah kenapa serangan massive Russia terhadap kelompok2 teroris tersebut terus dilakukan bahkan ketika perundingan perdamaian di Genewa dilakukan.

Akhirnya, kurang dari 5 bulan sejak keterlibatan Russia dalam perang Syria, tentara Arab Syria yang dibantu pasukan udara Russia, Hizbullah, NDF, IRGC dan milisi badr Irak telah dapat mengubah peta pertempuran, memaksa para teroris meninggalkan sarang dan benteng mereka di barat dan selatan Syria, membebaskan banyak daerah Syria dan memungkinkan rakyat Syria untuk kembali ke kota-kota dan desa yang telah dihancurkan teroris, dan menggagalkan konspirasi paling busuk yang ingin menghancurkan bangsa Syria.

Perang mungkin masih belum akan selesai, tapi pihak pemenang dan pecundang telah terlihat.

Apa yang diperoleh Syria dan sekutunya pasca konflik ini selesai? Syria akan memiliki ratusan ribu tentara yang terlatih di medan perang dan mental bertarung yang tak terkalahkan. Hizbullah akan bermetamorfosis menjadi milisi dengan mesin perang terbaik di dunia. Milisi shia Badr akan mendapatkan training dan pengalaman perang yang tidak mereka dapatkan di Irak karena pemerintah Irak lebih senang berkoalisi dengan USA, dan akhirnya Iran akan memiliki pemimpin masa depan dengan pengalaman tempur di medan perang yang sesungguhnya.

Last but not least, Russia dapat menguji coba semua peralatan militernya dari paling sederhana sampai yang paling canggih di medan perang ganas Syria, melatih para pilotnya dalam medan perang sesungguhnya, mengubah dan memperbaiki taktik militer sesuai perang modern, perang kota dari pintu ke pintu, dari sudut jalan ke sudut jalan lainnya. Kita akan menjadi saksi sejarah lahirnya Negara dengan kekuatan militer terbaik dalam hal peningkatan peralatan militer, strategi perang dan efisiensi serta kesiapan perang. Sebuah karakteristik mesin perang yang sempurna.

Tidak perlu dikatakan kesalahan besar yang dilakukan NATO, USA, Israel, Saudi Arabia, Turki dan seluruh Negara teluk yang mendukung perang ini : mereka semua -sadar atau tidak sadar- telah berhasil menciptakan musuh yang dalam jangka panjang akan menjadi musuh tangguh dalam perang yang berkepanjangan.

Apa yang didapat para teroris Wahhabi terlibat dalam perang kotor ini? Tidak ada, kecuali kekalahan yang memalukan dan kampanye yang gagal dalam jangka panjang. Mungkin awalnya, stragegi mereka terlihat mulus dengan membawa isu penegakan syariat islam dan kekhalifahan. Ditambah isu dengan shia-sunni, mereka mampu menipu ratusan ribu pemuda-pemuda cekak berpikir seluruh dunia untuk bergabung bersama mereka. tapi kini tidak lagi.

Telah timbul kesadaran global di arab khususnya dan dunia umumnya, bahwa musuh sejati kemanusiaan adalah radikalisme atas nama agama yang bernama Wahhabi. Perang Syria telah berhasil membuka kedok Wahhabi. Di masa depan, Wahhabi akan kesulitan untuk menipu manusia dengan slogan-slogan kosongnya mengenai syariat islam dan kekhalifahan. Karena faktanya, yang mereka perjuangkan adalah kepentingan mereka sendiri. Mereka memusuhi dan membunuh siapapun yang mereka temui : sunni, shia, sufi, Kristen, yezidi, kurdi, Armenia, alawi, druze dan semua kaum minoritas.

Maka jangan heran, jika di awal-awal konflik syria, para teroris terlihat begitu mudah menguasai wilayah Syria-Iraq, mereka kini harus berdarah-darah bahkan hanya untuk mempertahankannya.

sumber :
1. Russian hands-off warning to US, Saudis, Turks amid crucial Aleppo battle

2. Russian PM warns US, Saudis against starting ‘permanent war’ with ground intervention in Syria

3. Syria: The winners and losers are becoming clear in this war

4. JUBILATION ERUPTS IN NIBBUL AND AL-ZAHRAA` AS SYRIAN ARMY ENTERS TO EXTERMINATE SAUDI CANNIBAL TERRORISTS

5. The Aleppo Pocket: Turkey Running Out of Time for Its Plans to Invade Syria