Bouthi, Islam dan Politik

Bouthi, Islam dan Politik.
by subbhan a, blogger

images (2)

AsSyahid Syaikh Pror Dr. Said Ramadhan alBouthy ra, permata Syria, ulama besar sunni Syria

“Dimasa yang kita jalani ini,
kita merenung dan memikirkan,
bukan tentang mereka yang tersesat dari islam,
bukan pula tentang mereka yang menyimpang dari jalan Tuhan,
melainkan tentang mereka yang disebut sebagai kelompok islamis.

Yang mana penyebutan ini tidak memiliki akar didalam sejarah islam.

Saya merenungkan keadaan mereka,
ternyata mereka menggunakan islam sebagai tangga yang remeh dan rendah untuk mencapai ambisi, tujuan dan kepentingan kelompok mereka.

Betapa sering kita dapati biografi seorang tokoh, dimana kelompok islamis ini, mensifati sang tokoh dgn berbagai sifat yang yang lebih baik dari kaum muslimin lainnya, yang taat dan tulus kepada Allah dan tulus kepada kaum muslimin.

Lalu kemudian, kita lihat kelompok islamis ini (tiba2 berbalik) menuduh tokoh tersebut kafir. dan menuduhnya telah menyimpang total dari jalan Allah.

Padahal tidak pernah turun wahyu mengenai pensifatan terhadap tokoh tersebut kemarin, dan tidak juga turun wahyu mengenai pensifatan tokoh tersebut di hari ini.

Tapi karena alasan politik yang mengharuskan mereka memuji2 tokoh tersebut kemarin, sementara hari ini, politik telah mengharuskan mereka mengkafirkan tokoh tersebut.

baca selanjutnya >

Advertisements

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

baca selanjutnya >

Dan islam nusantara adalah …

Dan islam nusantara adalah …
oleh : Subbhan A, Blogger

Islam nusantara yang saya pahami adalah islam yang memungkinkan ustadzah top, mamah dedeh, dapat berbicara di televisi dan mengatakan dengan lantang “coret islam nusantara! Tidak ada islam nusantara, yang ada islam rahmatan lil alamin”. Mamah dedeh beruntung tinggal di Negara yang penduduknya menganut falsafah islam nusantara. Karena jika beliau tinggal di Negara islam macam arab Saudi, beliau akan dijebloskan di penjara karena berani menyuarakan hal yang berbeda. Jangankan berbicara di televisi, menyetir mobil saja beliau akan dilaran. Lebih beruntung lagi, beliau tidak tinggal di Negara khalifah Al-Baghdadi ISIS. Beliau bisa disembelih karena berani bicara lantang di televisi, tanpa ditemani muhrim, tanpa menggunakan jilbab panjang dan tanpa cadar.

Islam nusantara yang saya pahami adalah islam yang memungkinkan simpatisan Ikhwanul Muslimin (aka PKS), dapat mendirikan partai disini. Anda tahu, dinegara asalnya Mesir, Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris, pemimpinnya banyak dihukum mati. Simpatisan IM beruntung tinggal bersama penduduk yang sebagian besar menganut falsafah islam nusantara. Jika mereka tinggal di Negara islam seperti Saudi, mereka sudah dipenggal, karena IM juga merupakan organisasi teroris disana. Lebih beruntung lagi, mereka tidak tinggal di khalifah Al-Baghdadi ISIS. Bisa-bisa mereka akan disembelih, karena IM yang berafiliasi ke Ahrar Al-Sham dan Jahbat Nusra, adalah salah satu musuh yang paling sengit dari ISIS.

Islam Nusantara yang saya pahami adalah islam yang memungkinkan Hizbut Tahrir dapat berkumpul di stadion senayan. Ditengah ratusan ribu pendukungnya. Bercita-cita mendirikan kekhalifahan dan mengganti dasar Negara pancasila. Mereka dapat melakukan itu secara terbuka, memasang iklan di koran dan televisi, dan tidak ada yang memprotes. Mereka beruntung tidak tinggal di Negara islam seperti Saudi. Karena jika mereka tinggal disana, mereka akan dicap sebagai teroris dan melawan islam karena berniat menjatuhan kerajaan. Bisa-bisa mereka akan disembelih. Lebih beruntung lagi, pendukung Hizbut Tahrir tidak tinggal di khalifah Al-Baghdadi ISIS. Mereka akan dicap sebagai khawarij karena berani mendirikan kekhalifahan padahal kekhalifahan sudah berdiri tegak. Bukankah jika ada dua khalifah, maka khalifah yang belakangan harus disembelih?

Islam nusantara yang saya pahami adalah islam yang memungkinkan penganut Wahhabi dapat berteriak sana sini sambil mengacungkan jari telunjuk keatas dan mengkafirkan, membidahkan, dan mensesatkan amalan yang dilakukan puluhan juta penganut islam nusantara. Dan ajaibnya, islam nusantara tidak membalasnya dengan kekerasan. Bagi islam nusantara, tulisan dilawan dengan tulisan dan kekerasan dilawan dengan hukum. Wahabi beruntung memiliki tetangga yang toleran seperti islam nusantara. Karena seandainya penganut islam nusantara berhati keras dan congkak, maka yang pertama kali dihabisi adalah Wahhabi. Karena siapa lagi yang akan dilawan jika bukan mereka yang berani mengkafirkan dan membidahkan amalan para wali dan ulama panutan islam nusantara?

Wahhabi yang sangat ingin menjadikan syariat islam sebagai dasar negara Indonesia, jusru memilih tinggal di negeri sekuler spt Indonesia. Mereka beruntung tidak tinggal di Negara syariat islam seperti Saudi. Mereka lebih senang tinggal di Indonesia daripada tinggal di Saudi. Kenapa? Alasannya sederhana. Karena suara berbeda di Saudi berarti tiang gantungan. Anda harus siap digantung jika berani menyuarakan hal berbeda dari kebijakan kerajaan. Anda akan dituduh teroris, anda disesatkan, anda dibilang melawan hukum islam, dan yang paling penting, demonstrasi adalah haram. Disini, Wahhabi dapat berdemonstrasi setiap hari, sesuka hati. Dan tidak ada yang menggantung mereka. Mungkin karena itu, Abu Bakar Baasyir, salah satu gembong Wahhabi, lebih senang tinggal di Indonesia daripada menetap di Malaysia.

Islam nusantara yang saya pahami adalah islam yang toleran walaupun dikafirkan, yang menghargai perbedaan karena menyadari perbedaaan adalah keniscayaan, dan yang memilih sebagai kaum pertengahan tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan.

Saya ingat kisah Ibnu Muljam sang celaka dengan Imam Ali kw. Menjelang Akhir hayatnya, Imam Ali kw selalu berkata kepada sahabatnya, bahwa dia tidak akan meninggalkan dunia, kecuali setelah darah mengalir dari tengkuk kepalanya sampai ke dagu. Setiap melihat ibnu Muljam lewat didepan beliau kw, beliau selalu berkata, dia akan membunuhku.

Para sahabat bingung bertanya, jika demikian, kenapa anda tidak menangkap dia ya Imam. Imam menjawab jika demikian, aku akan menangkap orang yang belum berbuat kejahatan.

Sepanjang kepemimpinan Imam Ali kw, hak-hak Ibnu Muljam yang celaka selalu ditunaikan. Ibnu Muljam bahkan masih menerima bagian dari baitul mal (kantor perbendaharaan Negara). Setiap selesai menyerahkan hak Ibnu Muljam, Imam Ali kw selalu bertanya kepadanya, apakah saya sudah menunaikan kewajibanku?.

ya khalifah, kata Ibnu Muljam.

Sekali lagi para sahabat kebingungan dan bertanya, ya sayyidi, anda selalu berkata, bahwa dia akan membunuhmu. Tapi mengapa anda berbuat baik kepadanya.

Imam Ali kw tersenyum dan menjawab, aku ingin menghadap Tuhanku dalam keadaan menunaikan kewajibanku kepadanya. Sehingga aku dapat berhujjah dihadapan Allah.

Ibnu Muljam sang celaka adalah seorang gembong khawarij. Kelak kemudian hari, dia menghantam kepala Imam Ali kw dengan sebilah pedang yang dilumuri racun. Sebuah hantaman yang cukup untuk membunuh seluruh penduduk Madinah, menurut pengakuan Ibnu Muljam, karena ganasnya racun. Darah mengucur dari kepala Imam hingga kedagu. Persis seperti ramalan Imam Ali kw, 3 hari setelahnya sang Imam meninggal. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Imam Ali kw adalah seorang demokrat Sejati. Beliau adalah rajanya para demokrat. Dan jika kita melihat system yang berkembang di dunia sekarang, umur Ibnu Muljam tidak akan lama. Dia akan berakhir ditahanan dan bahkan mungkin hukuman mati karena berencana membunuh seorang presiden, seorang khalifah. Dan jika ibnu Muljam hidup di Saudi atau di Negara Isis, Ibnu Muljam akan disembelih, mayatnya di mutilasi kemudian bagian2anya tubuhnya digantung didepan umum sebagai pelajaran buat khalayak umum.

Indonesia dengan islam nusantara-nya, menurut saya, telah berjalan di jalan Imam Ali. Dia tidak menghakimi seseorang sebelum mereka berbuat kejahatan. Penganut islam nusantara tahu bahwa para wahabi ekstrimis akan menjadikan penganut islam nusantara sebagai sasaran ketika wahabi bercita-cita mendeklarasikan Negara islam. Walaupun demikian, islam nusantara  di Indonesia masih memperlakukan wahabi dengan cara yang baik dan islami.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Wahabi: Kanker Umat Islam

Wahabi: Kanker Umat Islam
by Subbhan A, blogger

Takfiry, adalah ideologi yang mengkafir-kafirkan sesama muslim dan melakukan kekerasan terhadap orang yang mereka anggap kafir. Ketika krisis syria pecah, kata takfiry dilekatkan kepada pada kelompok pemberontak syria yang awalnya ingin menurunkan Bashar Assad sekaligus mendirikan kekhalifahan islam.

Sebenarnya saya tidak bisa lebih setuju lagi dengan istilah ini. Tetapi sejujurnya, dengan hanya mengatakan takfiry kepada segolongan muslim yang gemar mengkafirkan dan menumpahkan darah kaum muslimin, menurut hemat saya, hal ini malah mengaburkan realita yang sebenarnya.

Kenapa kita tidak terus terang saja mengatakan bahwa bara para teroris yang saat ini menghancurkan syria, iraq, lebanon, afghanistan, pakistan, nigeria, mali, libya dan bukan tidak mungkin mereka juga bercita-cita menghancurkan indonesia adalah para muslim yang menganut mazhab WAHABI ekstrim. Untuk selanjutnya saya lebih suka menyebut mereka sebagai para teroris wahabi ekstrim.

Kh Agil Siradj, ketua umum PBNU pun sampai berkata terang2an: “seseorang yang menjadi wahabi, tinggal selangkah lagi menjadi teroris. Tinggal mereka punya keberanian atau tidak, ada kesempatan atau tidak”.

Memang pada awal krisis syria yang dimulai maret 2011 yang merenggut korban tewas hingga lebih dari 380 ribu rakyat syria, madzhab yang dianut para pelaku teroris tersebut tidak jelas dan tidak jelas pula siapa mendanai mereka. Tapi kini tidak lagi. Topeng-topeng telah terbuka, semua tirai sudah diangkat, dan kebenaran tidak bisa disembunyikan lagi.

Berita begitu massif bahwa dibalik para teroris wahabi ekstrim ini, ada negara2 seperti saudi dan qatar yang mendanai mereka, ada turki yang menyangga para teroris dengan menyediakan dukungan logistik tanpa batas dan ada koalisi neokon USA-Nato yang membabi buta membela mereka karena kebencian terhadap rezim Syria. Dan mereka jelas-jelas mengaku berpaham wahhabi, entah wahabi cabang najd saudi (original wahabi), atau wahabi cabang turki (Ikhwanul Muslimin) atau wahabi cabang inggris (huzbut tahir).

Para teroris wahabi ekstrim tersebut dapat berbaju apa saja. Mereka dapat berbaju isis, jahbat alnusra, ahrar alsham, jaisy al-islam, fsa, alqoida, boko haram, dan lain-lain dan lain-lain. Tetapi perilaku mereka sama: begitu bengis dan menjijikkan.

Dan kita harus akui, banyak kaum muslim tertipu dengan mereka. Sebagian besar dari kita tertipu dengan penampilan lahiriah mereka padahal aslinya mereka adalah penjahat. Kita tertipu dengan slogan tauhid mereka padahal mereka adalah pendukung kemungkaran. Kita tertipu dengan jidat gosong, gamis cingkrang dan jenggot panjang mereka padahal mereka sering mengkafirkan dan menunpahkan darah siapapun yg tidak setuju dengan mereka.

Dan mereka juga menyediakan julukan bagi yang berani mengkritik kelakuan bengis para teroris, dengan julukan: syiah, rafidhi, islam liberal, islam sesat, kafir, musuh islam, bahkan non muslim. Artinya: apapun kritikan anda kepada wahabi dan selogis apapun krtitikan anda, maka itu tidak ada artinya karena anda seorang yang sesat, dan anda seorang syiah! Pada akhirnya, tujuan mereka adalah menghalalkan darah anda.

Maka mereka yang berjuang melawan keganasan teroris wahabi ekstrim, sejatinya berjuang dijalan sunyi. Karena sedikitnya orang yang berani terang2an melawan mereka.

Dan ijinkan saya menunjukkan daftar faksi-faksi teroris wahabi yang beroperasi menebarkan teror di seluruh dunia mulai dari asia selatan, pakistan, afghan merentang panjang hingga negeri maghribi:

wahabi

dan ribuan faksi teroris yang beroperasi di  suriah yang semuanya berpaham wahabi

dan berikut daftar kejadian bomb bunuh diri maupun serangan mematikan para teroris wahabi:

wahabi1

dan ratusan bomb bunuh diri yg menyasar masjid, gereja, tempat ibadah, sekolahan, pasar, tempat keramaian dan lain-lain dan yang tidak mengherankan: semua pelakunya para wahabi ekstrim.

lantas siapa yang menjadi korbannya? Korbannya justru kebanyakan wanita, balita, orang lanjut usia, dan para sipil tak bersenjata yang sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan urusan yang dimasalahkan para teroris.

Para teroris wahabi ekstrim juga selalu memberi alasan bahwa mereka sedang membela kaum ahlusunnah dari penindasan kaum syiah.

sekarang ijinkan saya bertanya kepada mereka.

Apakah syiah melakukan penindasan terhadap sunni di Libya? Apakah syiah juga berkuasa di Libya? Lantas mengapa teroris wahabi masih menghancurkan negara ahlussunah ini?

apakah syiah juga menindas sunni dinegara seperti nigeria, somalia, mali, kamerun, pakistan, afghanistan, mesir, dan syria, dan bahkan indonesia? Perhatikan! Syiah minoritas di negara tersebut bahkan syiah nyaris tidak ada. Tetapi mengapa hal itu tidak menghentikan teroris wahabi ekstrim untuk menghancurkan dan membuat kerusakan di negara-negara tersebut?

Tahukah anda bahwa saat ini ada total 15 juta pengungsi dan 95pct pengungsi tersebut adalah warga ahlussunah dan berasal dari negara ahlussunnah yang hancur akibat kebengisan teroris wahhabi:  libya, afghan, pakistan , irak , suriah, somalia, pakistan, nigeria, mali, mesir.

Ada 30 ribu kaum muslimin libya terbunuh dan 2 juta warga libya  menjadi pengungsi, sejak teroris wahabi ekstrim masuk ke libya. Apakah kekhalifahan terbentuk seperti yang diidam2kan teroris wahabi ? apakah libya menjadi lebih aman sekarang dibawah naungan ‘khilafah’?

Alih-alih, Libya yang dahulu merupakan negara terkaya di afrika utara, pendidikan dan kesehatan gratis, harga2 yang murah, tiba-tiba menjadi negara yang gagal. Kekerasan dan bom bunuh diri terjadi setiap hari, kerusakan menyebar didesa dan dikota. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Qaddafi sekalipun.

Ada lebih dari 300 ribu rakyat syria mati, 4 juta internally displaced dan 4 juta mengungsi ke negara asing. Mereka rakyat sipil, sebagian besar bermazhab ahlusunnah dan bukannya syiah.

Saya harus sekali lagi bertanya kepada teroris wahabi: Kapan mereka mati dan kapan mereka menjadi pengungsi? Apakah sejak Bashar Assad berkuasa tahun 2000 ataukah sejak teroris wahabi membanjiri syria tahun 2011?

Teroris wahabi ekstrim hampir pasti dapat menipu mereka yang tidak menggunakan akal dan tidak memiliki hati. Yang menganggap kesalehan hanya dilihat dari seberapa pendek gamis anda atau seberapa gosong jidat anda. Yang menganggap penyembelihan rakyat sipil wanita atau anak-anak menjadi halal hanya dengan teriakan Allahu Akbar. Yang mengira Allah dan Rasul-Nya akan bahagia melihat bendera tauhid berkibar tinggi diangkasa walau dengan cara keji dan barbar.

Tetapi mereka penipu dan tertipu oleh angan-angan. Ajaran islam tidak seperti mereka anggap. Agama islam teramat luas dan terlalu lembut untuk dipahami oleh kaum cekak berpikir dan keras hati seperti wahabi. Islam agama damai dan rahmat lil alamin dalam arti yang sebenarnya. Maka sekiranya Allah SWT berniat menjadikan umat manusia ini menjadi satu umat, maka itu hal yang teramat mudah. Tetapi Allah berkehendak lain agar manusia saling berlomba-lomba berbuat kebajikan (alMaidah : 48)

Wajah islam yang damai, kini begitu menakutkan ditangan wahabi. Maka jika kita ingin memgembalikan wajah islam yang teduh dan menenangkan, maka selayaknya kita harus berani mengatakan:

Wahabi adalah kanker. Buang kanker ini dan separo masalah dunia akan terselesaikan.