Aleppo : Tamparan untuk Erdogan dan Salman

Aleppo : Tamparan untuk Erdogan dan Salman
by : Subbhan A, blogger

Pada awal perang Syria, seorang pejabat Irak menemui komandan NATO dan bertanya : “Apa yang membedakan antara perang Syria dan perang Libya?”. Komandan NATO menjawab dengan jawaban pendek dan menggambarkan situasi secara tepat : “Russia is back”.

Ya Russia telah kembali memainkan peran pentingnya di Timur Tengah dan mengubah jalannya pertempurannya Syria secara dramatis. 3-Februari-2016, Tentara Arab Syria atau dikenal Syrian Arab Army (SAA) dengan dibantu milsi Badr Iraq, Hizbullah Lebanon, National Defence Force (NDF) dan didukung penuh Angkatan Udara Russia (RuAF) berhasil membebaskan pengepungan kota Nibbul dan Azzahra –dua kota di utara Aleppo- yang telah berjalan selama lebih dari 3 tahun.

CaTwF95WAAASNw9

[gambar : peta Aleppo yang terkepung tentara arab Syria, 4-Feb-2016]

Keberhasilan operasi militer SAA dan sekutunya di kedua kota penting ini melengkapi kisah heroik lain-nya : Pembebasan penjara Aleppo yg selama 13 bulan dikepung para teroris dan pembebasan Pangkalan militer Kweireis yang dikepung selama hampir 2 tahun.

[dan seandainya Syria merupakan Negara aliasinya USA, bukan tidak mungkin semua kisah perang di Syria akan mendapatkan tempat di perfilman Hollywood, mengingat betapa hebatnya dan heroiknya SAA dalam mengarungi perang Syria yang memakan waktu hamper 5 tahun]

Tidak berhenti sampai disitu, gabungan aliasi SAA, Hizbullah, NDF, Milisi badr Irak dan RuAF pada hari berikutnya malah berhasil menguasai kota Azaz yang menghubungkan kota Aleppo dan seluruh kota di provinsi Idlieb yang berbatasan dengan Turki. 35 ribu teroris Wahhabi saat ini terkepung total di Aleppo dan mengalami masalah supply senjata dan makanan yang biasa didapatkan dari Turki. Satu-satunya jalan bagi teroris untuk terbabas dari cengkraman SAA dan aliansinya cuma satu : NERAKA!

Dan jika Aleppo benar-benar terjatuh ke tangan pemerintahan Syria, maka perang Syria secara teknis selesai karena wilayah Syria di barat, timur maupun selatan, dan cepat atau lambat akan jatuh ke tangan pemerintahan Syria karena jalur supply dari utara (Turki) terputus. Perang hanya akan menyisakan wilayah utara Syria yang melibatkan Turki, Kurdi dan pasukan tentara Syria. Dan bukan tidak mungkin, perang yang tadinya hanya terjadi di wilayah Syria akan meluas ke wilayah Turki.

Apa artinya? Artinya semua cita-cita para pendonor perang Syria, untuk menjatuhkan Dr Bashar Assar dari tampuk presiden Syria akan gagal. Cita-cita Saudi dan Qatar untuk menguasai Syria, kandas. Cita-cita Erdogan membentuk imperium Ottoman yang meliputi wilayah Aleppo, Syria Utara dan Iraq Utara juga kandas. Cita-cita eropa untuk terlepas dari ketergantungan gas Russia juga kandas. Cita-cita Amerika untuk memotong salah satu kaki Russia di timur tengah juga kandas. dan yang paling penting, cita-cita Israel untuk menyingkirkan Syria yang pada akhirnya mengisolasi Iran dan Hizbullah juga kandas.

Inilah yang membuat Saudi, Turki dan Aliasinya marah. Di Riyadh, pasca jatuhnya Nibbul dan Azzahra ketangan SAA, Brigjend Ahmad Asiri yang juga juru bicara Koalisi Arab dalam perang Yaman, mengancam bahwa Saudi siap menerjunkan pasukan darat sebagai bagian dari koalisi international dibawah pimpinan Amerika Serikat untuk melawan Isis.

Beberapa hari kemudian, PM Turkey, Ahmet Davutoglu, didepan pejabat2 partai AKP bersumpah akan membayar hutang sejarah Turkey kepada saudara2nya di Aleppo yang membantu membela Turkey pada awal abad 20 :

“Kita akan membayar hutang sejarah kita. Dahulu, saudara kita di Aleppo bertempur bersama kita membela kota Sanliurfa, Gazintep dan Kahramanmaras dan sekarang kita akan membela Aleppo. Kita bangsa Turki akan berdiri bersama rakyat Aleppo”

Apa yang dimaksud oleh Asiri dan Davutoglu adalah jelas mereka tidak sedang mencoba memerangi Isis dan membela Aleppo. Karena jika mereka berniat memerangi Isis mereka akan melakukan jauh-jauh hari. Mereka hanya sedang kalap dan marah melihat para teroris dukungannya sedang menuju kekalahan memalukan. Dan niat sebenarnya keduanya adalah mencoba melakukan segala upaya yang mereka bisa untuk membantu para teroris keluar dari masalah dan kematian dan  lalu dapat meneruskan cita-cita mereka untuk menjatuhan Dr Bashar Assad dari kursi Presiden Syria dan menghancurkan Syria.

Tapi Keinginan Saudi dan Turki, ditanggap sinis dan skeptis oleh PM Russia, Dmitri Medvedev :

“Amerika serikat dan partner kita di Arab harus berpikir ulang : Apakah mereka menginginkan perang yang permanen? Apakah mereka berpikir akan memenangkan perang (Syria) secara cepat? Itu tidak masuk akal, khususnya ketika perang itu terjadi di Timur Tengah. Setiap orang bertempur dengan semua orang disana” (rt.com)

Russia sendiri sepertinya sama sekali tidak mau mundur. Bahkan ketika perundingan perdamaian di genewa diadakan, Russia masih memborbardir para teroris. Walaupun Amerika Serikat dan sekutunya berulang-ulang berbohong mengatakan bahwa Russia, Syria dan Iran lebih concern untuk memborbardir oposisi moderate daripada Isis, Russia bergeming. Russia sebenarnya bersikap moderate dalam menanggangi isu oposisi moderate. Tapi jika oposisi bersenjata itu terkait dengan Isis, Jahbat Nusra/Alqoida, Jaysh AlMujahidin, Harakat Nuruddin AlZinki, dan Harakat Ahrar Al-Syam, para pemimpin Russia berulang kali mengulang-ngulang statement bahwa mereka tidak akan mundur dan menghentikan bombardement sampai semua teroris Wahhabi tersebut terbunuh atau tertangkap. Inilah kenapa serangan massive Russia terhadap kelompok2 teroris tersebut terus dilakukan bahkan ketika perundingan perdamaian di Genewa dilakukan.

Akhirnya, kurang dari 5 bulan sejak keterlibatan Russia dalam perang Syria, tentara Arab Syria yang dibantu pasukan udara Russia, Hizbullah, NDF, IRGC dan milisi badr Irak telah dapat mengubah peta pertempuran, memaksa para teroris meninggalkan sarang dan benteng mereka di barat dan selatan Syria, membebaskan banyak daerah Syria dan memungkinkan rakyat Syria untuk kembali ke kota-kota dan desa yang telah dihancurkan teroris, dan menggagalkan konspirasi paling busuk yang ingin menghancurkan bangsa Syria.

Perang mungkin masih belum akan selesai, tapi pihak pemenang dan pecundang telah terlihat.

Apa yang diperoleh Syria dan sekutunya pasca konflik ini selesai? Syria akan memiliki ratusan ribu tentara yang terlatih di medan perang dan mental bertarung yang tak terkalahkan. Hizbullah akan bermetamorfosis menjadi milisi dengan mesin perang terbaik di dunia. Milisi shia Badr akan mendapatkan training dan pengalaman perang yang tidak mereka dapatkan di Irak karena pemerintah Irak lebih senang berkoalisi dengan USA, dan akhirnya Iran akan memiliki pemimpin masa depan dengan pengalaman tempur di medan perang yang sesungguhnya.

Last but not least, Russia dapat menguji coba semua peralatan militernya dari paling sederhana sampai yang paling canggih di medan perang ganas Syria, melatih para pilotnya dalam medan perang sesungguhnya, mengubah dan memperbaiki taktik militer sesuai perang modern, perang kota dari pintu ke pintu, dari sudut jalan ke sudut jalan lainnya. Kita akan menjadi saksi sejarah lahirnya Negara dengan kekuatan militer terbaik dalam hal peningkatan peralatan militer, strategi perang dan efisiensi serta kesiapan perang. Sebuah karakteristik mesin perang yang sempurna.

Tidak perlu dikatakan kesalahan besar yang dilakukan NATO, USA, Israel, Saudi Arabia, Turki dan seluruh Negara teluk yang mendukung perang ini : mereka semua -sadar atau tidak sadar- telah berhasil menciptakan musuh yang dalam jangka panjang akan menjadi musuh tangguh dalam perang yang berkepanjangan.

Apa yang didapat para teroris Wahhabi terlibat dalam perang kotor ini? Tidak ada, kecuali kekalahan yang memalukan dan kampanye yang gagal dalam jangka panjang. Mungkin awalnya, stragegi mereka terlihat mulus dengan membawa isu penegakan syariat islam dan kekhalifahan. Ditambah isu dengan shia-sunni, mereka mampu menipu ratusan ribu pemuda-pemuda cekak berpikir seluruh dunia untuk bergabung bersama mereka. tapi kini tidak lagi.

Telah timbul kesadaran global di arab khususnya dan dunia umumnya, bahwa musuh sejati kemanusiaan adalah radikalisme atas nama agama yang bernama Wahhabi. Perang Syria telah berhasil membuka kedok Wahhabi. Di masa depan, Wahhabi akan kesulitan untuk menipu manusia dengan slogan-slogan kosongnya mengenai syariat islam dan kekhalifahan. Karena faktanya, yang mereka perjuangkan adalah kepentingan mereka sendiri. Mereka memusuhi dan membunuh siapapun yang mereka temui : sunni, shia, sufi, Kristen, yezidi, kurdi, Armenia, alawi, druze dan semua kaum minoritas.

Maka jangan heran, jika di awal-awal konflik syria, para teroris terlihat begitu mudah menguasai wilayah Syria-Iraq, mereka kini harus berdarah-darah bahkan hanya untuk mempertahankannya.

sumber :
1. Russian hands-off warning to US, Saudis, Turks amid crucial Aleppo battle

2. Russian PM warns US, Saudis against starting ‘permanent war’ with ground intervention in Syria

3. Syria: The winners and losers are becoming clear in this war

4. JUBILATION ERUPTS IN NIBBUL AND AL-ZAHRAA` AS SYRIAN ARMY ENTERS TO EXTERMINATE SAUDI CANNIBAL TERRORISTS

5. The Aleppo Pocket: Turkey Running Out of Time for Its Plans to Invade Syria

Advertisements

Mereka bukan Jihadits karena Mereka memang Terorist

Mereka bukan Jihadits karena Mereka memang Terorist
by Subbhan A, blogger

Awalnya adalah pada tahun 2009 ketika Qatar ingin menyuplai gas ke Negara-Negara Eropa. Pasalnya, selama ini import gas eropa 60pct berasal dari Russia. Dan 80pct ekspor gas perusahaan Gazprom Russia adalah ke Eropa. Eropa tidak ingin bergantung kepada Russia, mengingat sejarah panjang perang dingin antara Eropa dengan Russia. Tentu saja, tawaran Qatar mengenai suplai gas disambut hangat Eropa dan didukung Amerika Serikat, musuh tradisional Russia selama perang dingin.

Pipa gas Qatar menuju eropa sendiri rencananya akan melewati Saudi, Jordan, Syria dan Turkey. Cadangan gas yang terletak 3000 meter dibawah Teluk Persia merupakan cadangan gas terbesar di dunia dan Qatar memiliki 2/3 dari cadangan gas tersebut. Sisanya dimiliki Iran. Jalur gas Qatar yang melewati Syria, diharapkan akan menjadi akses termurah menuju Eropa.

Tentu saja, proposal Qatar ini akan ditolak mentah-mentah Bashar Assad, presiden Syria. Assad ingin jalur supplai gas yang melewati negaranya berasal dari Iran melalui Irak-Syria-Perairan Mediterania. Jalur yang dipilih Assad ini akan menjadi keuntungan bagi Russia karena pengaruh Russia yang besar terhadap Iran dan Syria.

Syria memiliki sejarah panjang dalam hubungannya dengan Russia (dulu bernama Uni Soviet). Dibawah Hafeez Assad, Russia diijinkan membuka pangkalan militer di Tartus tahun 1977. 90pct peralatan militer Syria diimport dari Russia dan sisanya dari Iran. Ribuan pejabat militer Syria dan professional memperoleh pendidikan di Russia. Bahasa Russia bahkan menjadi bahasa kedua di Syria setelah bahasa Arab. Pendeknya, Russia adalah saudara dan kawan seiring Syria.

Bagaimana hubungan syria dengan Iran? Ketika Perang Irak-Iran meletus pada tahun 1980, Hafeez Assad, presiden Syria saat itu berkunjung ke Iran menemui imam Khomeini. 35 tahun yang lalu, para Jurnalis bertanya kepada Hafeez, “Tuan Presiden, mengapa anda -yang merupakah warga arab dan pemimpin partai sosialis- justru berdiri bersama bangsa Iran melawan Saddam dalam perang ini”.

“Akan tiba saatnya”, jawab Hafeez,”ketika bangsa Arab menikam Syria dari belakang, dan hanya bangsa Iran yang akan membela Syria”. Lebih dari 8 tahun perang Irak-Iran yang mencekam, Syria dibawah Hafeez memberikan yang dia bisa untuk bangsa Iran. Tidak butuh waktu lama bagi Hafeez, untuk melihat betapa bangsa Arab akan menikam Syria berkali-kali.

Syria yang bersama Saudi, Mesir, Jordan terlibat perang berkali-kali dengan Israel, malah dikhinati oleh sesama bangsa Arab. Mesir telah menyerah kepada Israel dengan imbalan Sinai tahun 1979. Jordan tahun 1987, menyerahkan diri kepada Israel dengan imbalan Tepi Barat dan Saudi menormalisasi hubungannya dengan Israel tahun 2002 dalam perjanjian Beirut. Praktis Syria adalah satu-satunya Negara arab yang secara teknis masih terlibat perang dengan Israel, karena diantara status keduanya masih gencatan senjata. Tiga kali Israel menawarkan untuk mengembalikan dataran tinggi Golan kepada Hafeez dengan imbalan perdamaian, 3 kali Hafeez menolak. Semuanya demi kepentingan bangsa Palestina, dan demi harga diri Arab.

Ketika tidak ada satupun Negara Arab -termasuk Saudi, Qatar atau Jordan- mau menerima pengungsi palestina, Syria menyediakan satu kota sendiri bernama Yarmouk untuk bangsa palestina. Lebih dari 2 juta diaspora Palestina di terima di Yarmouk, diberikan fasilitas kesehatan dan perumahan yang layak, dan hak-hak yang sama dengan bangsa Syria. Dan tidak ada satupun bangsa Arab yang sudi menerima Hamas, organisasi perlawanan Palestina yang disegani saat itu, kecuali Syria.

Bangsa Syria yang demikian teguh memegang prinsip dan komitmen, dan ketika negaranya ingin dieksploitasi oleh Negara lain, apakah mungkin membiarkan negaranya dieksploitasi oleh Negara Arab yang berkali-kali mengkhianti Syria?

Seperti Hafeez, Bashar Assad, The lion of Arabians, mewarisi semua sifat keras kepala sang ayah. Assad memilih bekerja sama dengan Iran-Russia dan menolak negaranya dilewati pipa Gas Qatar.

Qatar marah dengan pilihan ini. Arab Saudi yang rajanya menderita halusinasi akut, marah dengan keputusan Assad. Turkey yang presidennya terjangkiti Schizophrenia kronis, ikut marah kepada Assad. Israel rezim paling rasis sedunia juga marah. Amerika -rezim gila perang- marah. Eropa juga marah. Pendek kata, semua Negara Arab, Eropa, Israel, dan Amerika, marah kepada Bashar Assad.

Tidak heran, jika kemudian dirancang sebuah konspirasi paling busuk selepas PD II, sebuah rencana amat jahat untuk menjungkalkan Bashar Assad dari kursi presiden dan menghancur-leburka bangsa Syria. Tidak peduli, jika ratusan ribu rakyat Syria tewas dan jutaan rakyat menderita terlunta-lunta.

Dan siapa lagi yang paling pas menjadi eksekutornya kecuali pasukan pemuja kematian dan tentara bayaran haus darah : teroris Wahhabi !

Perang Syria adalah perang karena masalah gas, bodoh! dan tidak ada kaitannya dengan agama!

Konspirasi itu dimulai di Daraa,sebuah kota kecil dekat Jordan. 17-18 Maret 2011 terjadi demonstrasi di Daraa. Awalnya sederhana, sehari sebelum demo terjadi, seorang anak kecil mencorat-coret tembok kota mengungkapkan ekspresi kekesalannya kepada pemerintah Syria. Sang anak ditangkap, diinterograsi dan mungkin disiksa dan dilepaskan kemudian. Berita simpang siur berkembang di masyarakat dan berakhir dengan kekerasan keesokan harinya. Terjadi demo di seluruh kota memprotes perlakuan aparat.

Hasilnya : 7 polisi Syria dan paling tidak 4 demonstran tewas dalam demo yang penuh kekerasan.

Narasi apa yang kemudian muncul di media-media barat dan media arab? Seluruh media menyuarakan hal yang sama. Mereka kompak memberitakan bahwa terjadi kekerasan massif dari pihak polisi dan militer terhadap rakyat Syria (baca : demonstran) dan para polisi-tentara menembak membabi-buta tanpa pandang bulu ke arah rakyat Syria (baca: demonstran). Terdengar familiar, huh?

Fakta bahwa 7 polisi Syria tewas dan hanya 4 demonstran yang tewas diabaikan sama sekali. Itupun media-media tersebut mengambil dari sumber anonym dan tanpa bisa di verifikasi.

“Sebagain besar rakyat syria tidak mendukung oposisi bersenjata. Para demonstran itu tidak berniat melakukan aksinya dengan dengan cara-cara damai. Saya melihat sejak awal mulai krisis Syria, banyak milisi bersenjata diantara para demosntran. Mereka yang pertama kali menembak kepada polisi. Seringkali kekerasan yang dilakukan militer/polisi Syria sebagai response atas kekerasan yang dilakukan para demonstran”.

– Father Frans Van der Lugt, January 2012, Homs Syria. Father Frans dibunuh teroris Jahbat Nusra Apr 7, 2014.

Pendeknya, begitu banyak kebohongan dan fabrikasi yang dibuat media barat dan bahkan arab untuk menyulutkan api peperangan dan kerusuhan di seluruh Tanah Syria.

Kerusuhan pun meluas ke seluruh Syria. Isue yang diusung mula-mula adalah perlawanan rakyat Syria melawan dictator Bashar Assad. Fitnah ditebar. Bashar digambarkan pembantai rakyat Syria. Dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Bashar pun dipanggil Firaun.

Tapi itu belum cukup menjatuhkan Bashar Assad. Ini Syria bung, ini bukan Mesir, Tunisia, atau bahkan Libya. Dinegara-negara tersebut, presidennya tidak mengakar. Di Syria, Presiden Bashar Assad adalah presiden yang sangat popular dan dicintai rakyat. Dia didukung 90pct rakyat Syria. Demontsrasi di Damascus, 29-Maret-2011, dipenuhi lautan manusia untuk menunjukkan dukungannya kepada Presiden Bashar Assad dan Syria.

U43P5029T2D366598F24DT20110330184450

[foto : ratusan ribu rakyat Syria menyuarakan dukungannya kepada Bashar Assad, Damascus 29-maret-2011]

U43P5029T2D366598F28DT20110330184450

[foto : rakyat Syria menampilkan foto Presiden Bashar Assad]

Seakan tidak peduli dengan suara hati rakyat Syria, Barat dan Arab terus meng-glorifikasi fitnah dan berita bohong ke seantero dunia. Fitnah murahan melawan dictator Assad dirasa tidak cukup. Isu pun bergeser dan bergati dengan isu mendirikan kekhalifahan islam ditanah impian, Tanah yang diberkahi,  Tanah Syam-Tanah Syria.

Dan sejarah berulang, lagi, bangsa Arab menikam bangsa Syria seperti yang diprediksi Hafeez Assad. Bagai magnet, ribuan jihadist wahhabi terutama berasal dari Arab Saudi, bergerak ke seluruh Syria. dengan satu tujuan : Menjatuhkan Assad atau menghancurkan Syria.

Di Indonesia, media-media corong Wahhabi mengelu2kan jihadist Wahhabi sebagai pejuang agama, penegak khalifah. Siapa yang dimaksud Wahhabi? Panjang jika harus menjelaskan akar ideologis Wahhabi. Sebut saja ada 3 jenis Wahhabi, karena ketiga jenis inilah yang menjadi tulang punggung perlawanan terhadap bangsa Syria : Wahabi cabang Saudi (original Wahhabi), wahabi cabang Mesir/Turki (ikhwanul Muslimin) dan Wahabi cabang Inggris (Hizbut Tahrir).

Tentu saja, secara ideology, IM dan HT akan menolak disebut wahabi. Percayalah, mereka akan menolak keras disebut wahabi. Tapi sebut saja mereka wahabi, karena cara berpikir dan kelakuan mereka sama : suka mengkafirkan siapapun yang tidak sepaham, suka mensesatkan kelompok diluar mereka dan suka menumpahkan darah siapapun yang menkritik mereka. Pendeknya, keduanya sama persis dengan wahabi original Saudi.

Saya masih ingat dengan jelas, Fans-boy IM, HT dan Wahhabi dimedia2 social spt twitter, facebook, dan blog bersatu dan menyuarakan hal yang sama : Bashar Assad adalah dictator dan harus tumbang. Perbedaan dan permusuhan yang secara alami diantara mereka diabaikan karena menghadapi musuh yang sama. Arrahmah.com, Shoutussalam.com, Voa-islam.com, Islampos.com adalah sedikit dari media2 corong Wahhabi yang kompak menyuarakan dukungannya kepada para Jihadits Syria.

Seminar dan tabligh Akbar dilakukan dimana-mana, menggalang sumbangan dan mencari dana untuk membiayai para jihadist berkedok kemanusiaan untuk berangkat ke Syria. Ratusan bahkan mungkin ribuan jihadist asal Indonesia berangkat ke Syria. Diantara mereka ada yang bergabung ke Free Syrian Army (FSA), ada pula yang bergabung ke Jahbat Nusra. Keduanya saat itu, pada awal-awal krisis Syria, adalah dua faksi besar yang ingin menjatuhkan Presiden Bashar.

Lantas dimana ISIS? Isis saat itu masih bernama Alqoida in Iraq dan Jahbat Nusra yang beroperasi di Syria adalah pecahan dari Isis. Keduanya, baik Isis maupun Jahbat Nusra adalah kepanjangan tangan dari AlQoida.

Dengan ratusan ribu para jihadist kompak bergerak bersama ke Syria, apa yang bisa diharapkan Syria? Posisi Bashar Assad semakin terdesak. Aleppo jatuh. Para jihadist sudah sampai di Damaskus timur. Qusayr yang strategis sudah dikuasai para Jihadits. Praktis, Bashar Assad hanya menguasai 30pct wilayah Syria.

Para pendonor dan pendukung Jihadits makin merajalela. Morsi presiden Mesir berorasi mengutuk Assad. Erdogan berkeliling menggalang dukungan menjatuhkan Assad. Saudi bergerilya keliling Negara eropa dan Amerika mencari dukungan dan membuat rencana masa depan pasca kejatuhan Assad.

Itu adalah masa-masa manis bagi para Jihadits dan para pendukungnya dan masa suram bagi Bashar Assad dan Syria.

Lalu tibalah Mei 2013. Qusayr yang merupakan daerah penyangga dan penyuplai senjata untuk menjatuhkan damaskus, jatuh ketangan Hizbullah dan SAA. Hizbullah yang sejak awal krisis lebih banyak diam dan menjadi pengamat, tiba-tiba memutuskan diri terjuh ke perang Syria dan bergabung bersama pasukan pro Pemerintah Syria. Upaya menguasai damaskus dan menjatuhkan Assad yang tinggal selangkah lagi, tiba-tiba serasa jauh.

Para jihadist kalap!

Ulama-ulama Wahhabi berkhutbah dimana-mana mengeluarkan kutukan demi kutukan kepada Hizbullah khusunya dan Shia umumnya. Syaik Arifi dan Syaikh Arour adalah sedikit dari ulama wahabi Saudi yang berbicara kasar mengeluarkan kutukan demi kutukan di Weshal TV Saudi. Fatwa Yusuf Qordowi yang mengijinkan untuk membunuh siapapun yang mendukung Bashar Assad di ulang-ulang dimana-mana.

“Siapapun, apakah itu bayi, anak-anak, wanita, orang tua, militer bahkan ulama, selama mereka mendukung Bashar Assad”, kata Syaikh Qordowi,”mereka boleh dibunuh!”

Slogan Shia Laknatullah menggema ke seluruh dunia. Hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelum tahun 2011 bahkan sebelum 2013. Slogan Yahudi Laknatullah pun berganti menjadi slogan Shia Laknatullah.

Shia dicaci-maki dan siapapun yang bersimpati kepada shia, akan dicap shia walaupun mereka sejatinya Sunni. Ulama Sunni yang dibunuh karena membela Assad, akan dituduh shia untuk menjustifikasi pembunuhan. Jika ulama tersebut terbukti sunni, akan diberi julukan Sunni Syahwat sunni sesat. Musuh yang muslim pun terasa bukan muslim, apalagi musuh yang non-muslim.

Isu pun berkembang. Jika tadinya menggunakan isu mendirikan kekhalifahan islam di Tanah Syam, maka sekarang ditambah lagi dengan isu baru : Shia menindas sunni.

Alasan apalagi yang paling dapat menarik jihadist seluruh dunia datang ke satu tempat selain dengan alasan shia menindas sunni? Jihadits dari 140 Negara pun berkumpul di Syria, berpesta dan melakukan pembantaian kepada rakyat Syria. Dengan alasan sederhana : Mereka shia, dan meraka layak dibunuh.

[Dan lebih dari 380 ribu rakyat Syria tewas sejak kedatangan jihadist ke Syria, 4 juta menjadi pengungsi di luar negeri, dan 4 juta rakyat Syria terlunta-lunta di Tanah sendiri]

Tapi bukan rakyat Syria jika menyerah dan bukanlah Hizbullah jika mereka diam saja disembelih para jihadist. Sejak kemenangan di Qusayr Mei 2013, Hizbullah makin menjadi. Mereka bergerak ke seluruh Syria jika diperlukan.

Diantara para jihadist mulai terjadi perpecahan. Mereka saling menyalahkan sebagai biang keladi kejatuhan Qusyar ditangan Hizbullah. Jahbat Nusra menuduh FSA sebagai tentara yang tidak becus dalam melindungi Qusayr. AlQoida in Iraq, yang sebelumnya hanya beroperasi di Irak mulai mendeklarasikan Islamic State in Iraq and Syria atau disingkat Isis, Juni-2014.

Isis meminta Jahbat Nusra membubarkan diri dan bergabung ke Isis. tentu saja Jahbat Nusra -yang sudah memperoleh nama lebih dahulu dari Isis-, menolak permintaan ini.

Para jihadist pun pecah. terjadi saling caci maki diantara mereka. Isis menuduh Jahbat Nusra sebagai khawarij karena menolak berbaiat kepada khalifah islam yang sah yaitu Isis. Jahbat Nusra pun menuduh Isis sebagai khawarij karena berlepas diri dari Alqoida, organisasi yang dianggap sebagai paying jihadist seluruh dunia. Walaupun demikian, banyak anggota Jahbat Nusra dan FSA yang justru bergabung dengan Isis karena dianggap sebagai representasi sbg khalifah Islam.

Sesama jihadist pun saling perang, saling memaki dan saling menyembelih. FSA menyembelih Jahbat Nusra, jahbat Nusra menyembelih Isis, Isis menyembelih FSA, Jahbat Nusra menyembelih FSA dan FSA menyembelih Isis.

Keadaan kacau balau. Di satu tempat kadang mereka bersatu melawan Hizbullah dan SAA, ditempat lain, mereka saling berperang dan saling menyembelih satu sama lain. Sesama jihadist saling sembelih dan saling perang. Segala cacian makian dikeluarkan dengan satu tujuan : mengalahkan musuh2nya sesama jihadist dan menarik sebanyak mungkin jihadist seluruh dunia untuk bergabung dengan mereka.

Terjadi kompetisi brutal diantara sesama jihadist.

Di Indonesia, para pendukung jihadist pun pecah. Ada yang mendukung isis, ada yang mendukung FSA ada yang mendukung Jahbat Nusra. Diantara mereka juga terjadi saling maki memaki dan saling mencaci. Sesama pendukung jihadist saling terjadi Mubahalah atau saling laknat.

Stop sampai disini!

Masihkah anda memanggil mereka yang membunuhi rakyat Syria dan bahkan diantara mereka pun terjadi saling penyembelihan sebagai jihadist? Tidak, mereka bukan Jihadits! Meraka adalah terrorist!

Mereka adalah terrorist busuk yang menggunakan nama islam untuk membohongi dan menindas manusia. Mereka adalah teroris biadab pemuja kematian dan tentara bayaran haus darah rakyat-rakyat tak berdosa.

Mereka adalah teroris yang melakukan kegiatan terornya karena terinspirasi oleh mazhab horror : Wahhabi.

Isis sendiri, yang beroperasi baik di irak maupun Syria mengambil momentumnya sendiri, Deklarasi khalifah islam nya benar2 menarik minat seluruh jihadist ke seluruh dunia. Mereka menang dimana-mana. Isis merengsek ke sebagian Aleppo mengusir Jahbat Nusra yang sudah ada disana. Mereka juga merengsek ke yarmouk dan banyak kota lainnya di Syria yang sudah lebih dulu diduduki oleh Jahbat Nusra atau FSA.

Pasca kejatuhan Qusayr Mei 2013, dunia benar-benar disuguhi segala jenis horror kebiadaban dan kebengisan yang tidak pernah dibayangkan imajinasi yang paling liar sekalipun. Baik Isis, Jahbat Nusra ataupun FSA berlomba-lomba mengeluarkan ide kreatifnya untuk melakukan pembunuhan. Dunia pun tercengang! Ada diantara mereka yang menjadi cannibal, memakan tubuh korbannya. Mereka melempar tawanan dari gedung tinggi, membakar hidup2 manusia dalam kerangkeng besi, memasukkaan tawanan dalam karung dan menenggalamkan hidup2, memaikan kepala korbanyanya yang sudah putus dari badannya laksana bola, dan lain-lain.

Walaupun tercengang, tetap saja dunia tutup mata. Media barat dan Arab masih kompak bersuara : Assad harus jatuh berapapun ongkosnya. Jika perlu, seluruh rakyat Syria matipun mereka tidak perduli, selama Assad jatuh.

Ketika akhirnya Mosul -kota terbesar ke-dua di Irak dan mostly penduduknya ahlusunnah- jatuh ketangan Isis pada Juni-2014, dunia pun seperti tersadar. Isis tiba-tiba digambarkan membesar. Segala kejahatan Isis dan para teroris lainnya pun terekspose. Jika sebelumnya dunia pura-pura tidak peduli akan nasib Syria, sekarang mereka harus peduli.

Di Indonesia, mereka yang dahulu mengelu2kan Isis pun diam-diam cuci tangan. Mereka yang dahulu teriak-teriak Indonesia adalah Negara thogut, enggan memasang bendera merah putih dalam setiap demo-nya, menganggap Pancasila itu produk kafir, menyebut NKRI harga mati sebagai berhala, menyebut hukum Indonesia sebagai hukum buatan manusia karena itu dianggap musyrik, sekarang tiba-tiba merasa menjadi paling sok mencintai Indonesia dan NKRI.

Mereka-mereka ini berpaham Wahhabi yang memuja para teroris sbg jihadist. kecintaan kepada Jihadits tidak akan luntur betatapun biadabnya para teroris ini. Ini masalah ideology, guys. Kalian mungkin bisa membunuh manusia, tapi kalian tidak akan mungkin membunuh ideologi-nya, selama ideologi itu sendiri tidak kalian hancurkan.

PKI memberontak di Indonesia dan idelogi komunis pun dilarang. maka PKI-pun mati. Para teroris itu ber-ideoligi Wahhabi, dan kalian biarkan wahabi berkembang di Indonesia. Dan kalian berharap para teroris akan mati ? Kalian bermimpi…

Bukti paling jelas adalah pasca ledakan bom thamrin sarinah yang terjadi 13-januari-2016 yang lalu. Bom terror yang dilakukan Isis masih saja didukung diam-diam oleh pendukungnya. Lihat saja komentar-komentar pendukungnya di medson.

Ada yang bilang, bomb thamrin adalah pengalihan isu dari kasus Freeport.
Ada yang bilang, bomb thamrin adalah sinetron dan penuh rekayasa, polisinya sibuk menembak teroris sedangkan masyarakat santai menyaksikan aksi saling tembak.
Ada juga yang bilang, kedubes USA sudah mengeluarkan selebaran untuk menghindari Thamrin sebelum bomb meledak, Ini adalah rekayasa.

dan lain-lain dan lain-lain.  Intinya, para wahabi itu diam-diam mendukung para teroris dan berusaha mencuci bersih perilaku biadabnya. Mereka ingin menanamkan paham, bahwa sejatinya yang teroris adalah para pelaku pemerintahan ini karena merekalah yang merekayasa kejadian bom thamrin. Intinya, para teroris itu suci bersih dan Negara inilah yang thogut dan jahat!

Ah, pekerjaan rumah ternyata masih panjang…

 

sumber :

  1. Is the fight over a gas pipeline fuelling the world’s bloodiest conflict?
  2. The US-NATO-Israel Sponsored Al Qaeda Insurgency in Syria: Who Was Behind The 2011 “Protest Movement”?
  3. History of US-NATO’s “Covert War” on Syria: Daraa March 2011
  4. Isis rebels Declare Islamic state in Iraq and Syria
  5. Berbagai tabligh Akbar galang dukungan kepada Jihadits Syria
  6. Fatwa Qordowi : Bunuh siapapun yang mendukung Assad termasuk bayi, wanita, dan ulama
  7. Isis behead leader Jahbat Nusra
  8. Isis behead jaisy Alislam
  9. Jahbat Nusra execute Isis Fighter
  10. Jahbat Nusra : No Solution to ISIS
  11. Saling laknat atau mubahalah antara pendukung Jahbat Nusra dan Isis