Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

Perilaku kriminal ikhwanul muslimin tidak berubah. Dahulu maupun sekarang. Kekerasan adalah bahasanya. Kekuasaan adalah cita2nya. Dusta dan propaganda adalah bajunya. Dan islam dijadikan topeng untuk menutupi kebusukan hatinya.

Dan syria telah berkali-kali menjadi korban keganasan perilaku Ikhwanul Muslimin.

Syria yang hancur lebur dalam Perang kotor yang digagas dan dikomandoi ihwanul muslim sejak tahun 2011 sampai sekarang, sejarahnya dapat dilacak sejak pertempuran panjang pemerintah Syria melawan ikhwanul muslimin sejak tahun 60an dan berakhir dramatis dalam peristiwa Hama 1982.

Berapa kali selama ini kita diberitahu bahwa Hafeez Assad secara sistematis  telah membantai 20 ribu hingga 40 ribu rakyat syria dalam peristiwa Hama 1982?

Pencarian sederhana melalui google mengenai peristiwa hama 1982, mengkonfirmasi kedustaan ini. Media2 pendukung kriminal ikhwanul muslimin, spt aljazera maupun alrabiya, menyebutkan estimasi angka fantastis utk menggambarkan kekejaman Hafeez Assad. Middle East Watch, menyebut peristiwa hama 1982 sebagai peristiwa “the great repression” dalam reportnya tahun 1991. Dan sudah jamak jika peristiwa Hama 1982 disebut “Hama Massacre”

Dan tidak heran jika kemudian para simpatisan kriminal ikhwanul muslimin selalu mengulang2 peristiwa hama 1982 sbg justifikasi dan pembenaran alasan utk menjatuhkan presiden Bashar Assad skr. Lebih jauh lagi, sbg alasan pembenaran revolusi syria yg telah memakan korban ratusan ribu nyawa.

Namum dengan adanya UU kebebasan informasi Amerika Serikat, memungkinkan publik untuk mengakses dokumen US Defense Intelligence Agancy (DIA) mengenai peristiwa hama 1982 yg dibuka tahun 2012.  DIA ditulis pada medio Mei-1982, 3 bulan pasca kejadian. Tidak hanya menjelaskan betapa krimininalnya ikhwanul muslimin, DIA juga mengungkap korban tewas dari pihak ikhwanul muslimin hanya sekitar 2000 ribu teroris. Angka real mestinya tidak jauh dari itu tapi sangat jauh dari angka berlebihan sekitar 20 ribu atau 40 ribu seperti yang diungkap oleh media2 massa mainstream. Itupun yang tewas adalah para teroris bersenjata.

Laporan DIA ini juga sesuai dengan kesaksian Bill Rugh, wakil kepala misi Syria 1981-1984. Seperti yang diungkap Bill Rugh dalam tulisannya di Middle East Policy Council:

“Pada tanggal 29-November-1981 saya sedang duduk dikantor kedubes USA di damaskus syria. Ketika saya mendengar ledakan dahsyat. Sebuah bomb mobil meledak persis didepan kantor pusat Angkatan Udara Syria. Ledakan ini menghancurkan bagian depan bangunan dan jendela. Ledakan itu juga melontarkan bagian2 tubuh manusia ke sekolah komunitas Amerika yang berada di seberang jalan. Kami memperkirakan ada sekitar 60 orang tewas. Orang tua dan anak2 di sekolah shock dan trauma.

Serangan ini tdk ditujukan langsung kepada Amerika serikat, tapi menjadi bagian serial serangan yang sudah dilakukan Ikhwanul Muslimin selama 5 tahun kebelakang terhadap pemerintah syria.

Lalu 9 minggu kemudian, peperangan besar terjadi antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin. Perang pecah di kota Hama, 100 mil utara Damaskus.

2-Februari-1982, tentara syria mengepung Hama, untuk menumpas pemberontakan Ikhwanul Muslimin. Tapi tentara syria dihadang banyak penembak jitu. Segera terjadi peperangan diantara mereka.

Tidak ada berita yang keluar mengenari peperangan terebut, tapi atase militer kita melalui sumber2 dilapangan dapat mengikuti perkembangan Hama secara ketat. Karena itu tugas mereka.

Dari laporannya, kita tahu pemberontak banyak menggali terowongan dan tentara syria yg dikepalai saudara Hafeez Assad, Rifaat Assad, telah mengepung kota dari berbagai sisi. Pertempuran berlangsung selama 27 hari dan tidak ada berita yang keluar di media massa tapi setiap orang di Damaskus tahu persis bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di Hama. Ketika atase militer kita berhasil memasuki kota, mereka menemukan hanya bagian kecil kota yang rusak. Beberapa gedung dan masjid rata dengan tanah.

Sebenarnya tidak seluruh kota dihancurkan. Saya memasuki Hama maret 1982, beberapa minggu setelah pertempuran usai. Dan banyak bagian kota berjalan normal seakan2 tdk terjadi apa2. Banyak gedung komersial yang bahkan tidak tersentuh pertempuran. Saya mengunjungi lapangan utama, tempat favorit turis, dan saya melihat roda kayu raksasa abad ke-13, yang tingginya 90 kaki, masih berdiri kokoh ditepi sungai Orantes yang membelah kota Hama.

Saya melihat gedung seluas lapangan sepak bola rata dgn tanah. Dan berdiri disitu, saya masih melihat semua area disekitarnya masih berdiri seakan2 tdk terjadi apa2.

Saya mengunjungi Hama kembali tahun 2005 dan saya tidak melihat sedikitpun bekas2 pertempuran tahun 1982. Semua yang hancur sudah diperbaiki ulang. Dan bagian2 yang tidak terkena peperangan masih terlihat spt aslinya.

Ketika laporan muncul di koran2 media barat dan majalah2 maupun buku yang ditulis Tom Friedman (dari Beirut ke Yerussalem) , mereka mengatakan semua bagian kota telah hancur. Mengherankan. Hiperbola media benar2 mengejutkan. Hama sejatinya secara harfiah memang tidak diratakan, sebagaimana klaim banyak media” (Bill Rugh)

Selain mengungkap kebohongan angka korban perang Hama 1982, laporan DIA juga menarik karena mengungkap garis besar mengenai taktik, metode dan narasi yang digunakan Ikhwanul Muslimin yang ternyata sangat mirip dengan taktik dan narasi para teroris dalam perang syria saat ini.

Kekerasan sudah terjadi antara Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Syria sesaat setelah partai Ba’th naik ketampuk kekuasaan tahun 1964. April 1964, kerusuhan meletus di Hama, dipimpin Marwan Hadid, salah satu petinggi Ikhwanul Muslimin yang menggunakan masjid sbg basis perlawanan. Masjid yang seharusnya suci dari perilaku busuk politikus, sejak awal mula sudah digunakan Ikhwanul Muslimin sbg bagian dari stratagi pemberontakan. Januari 1965, kekerasan di Hama telah memicu kekerasan lanjutan di Damaskus. Selanjutnya April 1967, kekerasan juga terjadi di semua kantong2 wilayah Ikhwanul Muslimin berada di seluruh syria.

Setelah Hafeez Assad naik ke puncak kekuasaan, November-1970, beliau berusaha menurunkan eskalasi ketegangan dengan Ikhwanul Muslimin. Tapi itupun tidak lama. Kekerasan yang dipicu Ikhwanul Muslimin masih berlanjut. Pecah kerusuhan tahun 1973 sebagai reaksi kemarahan atas sikap Hafeez Assad yang menjadikan syria sebagai negara sekuler dan menolak formalisasi syariat islam. Bagi ikhwanul Muslimin, ini adalah bukti bahwa Hafeez Assad anti islam.

Bagi ikhwanul Muslimin: Islam adalah solusi, tujuannya adalah Allah, Quran konstitusinya, nabi Muhammad adalah pemimpinnya,  jihad adalah jalan hidup dan mati syahid adalah impiannya.

Terdengar sangat familiar dengan perilaku ikhwanul muslimin ini, huh?

Berbagai literatur menyebutkan bahwa tahun 1976 adalah tahun awal dari perang syria pertama. Pada tahun tersebut, beberapa milisi dibawah ikhwanul Muslimin sudah memulai kampanye perang melawan pemerintah sah Syria.

Salah satu taktik Ikhwanul Muslimin melawan pemerintahan syria saat itu adalah penggunaan sayap2 militer binaanya utk memperluas perlawanan spt milisi Al-Tali’a al-Muqatila, Jundullah, Assyabab Muhammad, Jaisy AlMukmin, Jaisy AlIslam, dll.

Ini paralel dengan milisi kriminal afiliasi ikhwanul Muslimin seperti jahbat Nusra, Ahrar Assyam, jaisy Al-Islam, Nuruddin Al-Zinki yang menghancurkan syria modern saat ini.

Dengan menggunakan milisi2 kriminal spt itu, serangkaian kekerasan dilakukan Ikhwanul Muslimin untuk menunjukkan kesan bahwa perlawanan dilakukan seluruh komponen rakyat Syria.

Juni 1979, akademi Militer Aleppo diserbu gabungan milisi2 Ikhwanul Muslimin. 50 kadet atau calon taruna Syria dibantai. Dan puluhan luka berat. Kejadian tersebut memicu perlakuan keras pemerintah syria kepada Ikhwanul Muslimin.

Tahun 1980 bisa dibilang tahun2 genting Syria dimana eskalasi kekerasan antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin memuncak. 26-Juni-1980, ikhwanul muslimin mencoba membunuh Hafeez Assad. 2 buah granad dan senapa otomatis diarahkan ke Hafeez Assad. Ajaibnya, hafeez Assad berhasil menendang salah satu granad, dan granad satunya berhasil dinetralisir pengawalnya.

Peristiwa ini dibalas oleh Hafeez Assad dengan mengeksekusi anggota dan simpatisan ikhwanul Muslimin yang sedang menjalani hukuman dipenjara Palmyra. Bulan Juli 1980, pemerintah syria mengeluarkan UU no 49 yang memberikan amnesti untuk anggota ikhwanul Muslimin yang menyerah. 1052 anggota Ikhwanul Muslimin kembali ke pangkuan Syria dan sisanya masih melanjutkan kekerasan sistematis. Tahun 1981, anggota Ikhwan yang menolak menyerah melanjutkan perlawanan terhadap pemerintah Syria dan menjadi Hama sebagai pusat perlawanan. Kekerasan dalam skala kecil maupun besar terjadi hampir setiap hari hingga mencapai klimaks tanggal 2-februari-1982.

Milisi Ikhwanul Muslimin menyerang kantor2 pemerintah, menguasainya dan membunuh banyak pegawainya. Lebih dari 70 pejabat partai Ba’th disembelih dijalanan. Dan sisanya dieksekusi di tahanan. Mereka juga menyasar desa2 minoritas dan warga sipil yang pro pemerintah, membunuh dan menyandera sebagian diantaranya. Mereka menyatakan diri merdeka dari pemerintah pusat dan menolak tunduk kepada pemerintah.

[Apa yang kalian harapkan pemerintah syria akan lakukan jika ada pemberontak model begini? Mengajak berunding Ikhwanul Muslimin dan bermanis muka dengan alasan HAM? Berbicara lembut dan mengajak dialog? Hampir 20 tahun ikhwanul muslimin syria tidak mengenal bahasa kecuali bahasa kekerasan]

Sebagai bagian dari menyebarkan propaganda, Ikhwanul Muslimin menyampaikan berita dusta mengenai dukungan massif rakyat Hama dan syria kepada pemberontak,  menyebarkan gosip mengenai desersi besar2an tentara syria kepada pemberontak dan menyebarkan isue mengenai meluasnya perang hingga Aleppo.

Untuk mendukung pemberontakannya di Hama, kriminal Ikhwanul Muslimin tidak segan2 menggunakan masjid sebagai tempat propaganda. Laporan DIA, menyebutkan bahwa tanggal 2-Februari-1982, persis saat pemberontakan Hama meletus, ikhwanul muslimin menggunakan load speaker masjid di puncak menara utk memanggil para kriminal utk bergabung bersama Ikhwanul Muslimin melawan tentara pemerintah sah Syria. Mereka juga memberitahu massa bahwa semua senjata sudah tersedia di masjid.

Press release dibuat di eropa dan USA, dan disebarkan kekawasan timteng secara massif melalu kantor berita phalangist Lebanon dan Voice of Arab Iraq.

Dari Bonn, Jerman, Ikhwanul Muslimin menyebarkan berita 3000 tentara syria telah tewas ditangan kriminal dan Hama berhasil dikuasai Ikhwanul Muslimin. Bukanlah hal aneh jika Ikhwanul Muslimin menggunakan Bonn sbg basis propaganda, karena Ikhwanul Muslimin memiliki kantor di Eropa, termasuk di London dan Munich.

Dari Hongkong, mereka menyiarkan kabar jika stasion radio Aleppo sudah jatuh dan dari Paris, mereka menyiarkan propaganda jika unit pertahanan syria telah bergabung bersama reovolusi islam yang digagas ikhwanul Muslimin. Dari vienna, Ikhwanul muslimin menyebarkan gosip, jika pertempuran meluas hingga Damaskus,  Lattakia, Aleppo hingga timur syria. Dari Turkey, mereka menyebarkan berita jika jalan tol Damaskus-Hama-Aleppo juga telah jatuh. Dari Iraq, mereka mengeluarkan fatwa jika jihad melawan pemerintahan Hafeez Assad adalah wajib dan melarang masyarakat membayar pajak kepeda pemerintah.

Semua klaim2 ikhwanul Muslimin tersebut ternyata kosong dan tidak berdasar kepada bukti empiris. Laporan DIA dan kesaksian Bill Rugh bahkan mengkonfirmasi, bahwa kerusuhan hanya terlokalisasi di Hama dan tdk meluas sedikitpun ke kota2 lainnya. Kantor  berita syria, bahkan tdk mengabarkan sedikipun mengenai kejadian yang sebenarnya di Hama. Karena media syria dikontrol penuh pemerintah saat itu. Praktis, kebanyakan rakyat syria tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya di Hama.

Kemenangan gemilang Hafeez Assad dalam pertempuran Hama dan sedikitnya dukungan masyarakat sipil terhadap kriminal Ikhwanul Muslimin mengkonfirmas setidaknya 3 hal:

Pertama, keberhasilan strategi Hafeez Assad dalam peristiwa Hama 1982, berbasis kepada fakta bahwa kebanyakan rakyat syria – tidak peduli mengenai sikap politik mereka kepada pemerintah Assad- tidak menginginkan negara syria dikuasai para kriminal Ikhwanul Muslimin. Mungkin mayoritas syria ingin syria dikuasai dari kalangan sunni instead of Alawite, tapi rakyat syria lebih memilih pragmatis. Hanya Hafeez Assad sejauh ini yang berhasil memberikan stabilitas dan keamanan pasca merdeka dari Perancis tahun 1946. Dan karenanya, pemberontakan Ikhwanul Muslimin tidak mengakar di masyarakat.

Dua, sejauh ini rakyat syria masih setia memilih negara syria sebagai negara sekuler dan plural, sebagai sebuah sistem yang dapat menjamin hak2 mayoritas sambil tidak melupakan minoritas. Rakyat syria masih mendukung prinsip negara: Agama untuk Tuhan dan negara untuk Masyarakat.

Tiga, peristiwa Hama menjelaskan kepada kita bagaimana modus operandi para kriminal Ikhwanul Muslimin dalam meraih kekuasaan. Gerakan pemberontakan mereka selalu berbasis kepada bomb bunuh diri dan pembantaian utk menebar ketakutan di masyarakat, menimbulkan kepanikan, yang tujuan akhirnya menghilangkan kepercayaan masyakat kepada pemerintah. Mereka juga gemar menggunakan jubah2 agama utk menutupi nafsu busuk mereka akan kekuasaan. Serta penggunaan masjid secara massif utk meraih massa dan menebar propaganda dusta.

Siapapun yang membaca dan meneliti peristiwa Hama 1982, akan melihat kesamaan modus operandi Ikhwanul Muslimin dalam perang modern syria 2011. Bahkan modus operandi itu juga digunakan di wilayah2 islam lainnya dikala ikhwanul Muslimin hadir dan berniat meraih kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin sejak awal mula memang bajingan dan sekarangpun masih bajingan.

Referensi:

  1. http://www.mepc.org/commentary/syria-hama-massacre
  2. https://www.counterpunch.org/2016/12/23/statistics-in-the-information-war-an-instructive-example-from-hama-1982/
  3. Tim anderson :  https://m.facebook.com/notes/tim-anderson/the-muslim-brotherhoods-hama-syria-rebellion-in-1982/10151553345131234/
  4. Robert Fisk :  http://www.independent.co.uk/voices/commentators/fisk/robert-fisk-the-new-focus-of-syrias-crackdown-has-seen-similar-bloodshed-before-2307427.html
  5. Dokumen DIA

Arab Saudi in Crime: Mengupas kejahatan kemanusiaan Arab Saudi

Arab Saudi in crime : Mengupas kejahatan kemanusiaan Arab Saudi
oleh Subbhan A, blogger

Dan lawanlah rasa takutmu!

Didunia ini, tidak ada sejatinya negara yang paling banyak membunuh umat islam kecuali Saudi. Dan mungkin karena keistimewaan Saudi yang memelihara dua kota suci umat islamlah, yang membuat perilaku saudi seperti mendapat keistimewaan. Mereka dapat berbuat apa saja hampir tanpa kritikan: menghancurkan sebuah negara, mendanai terorisme global, mengirimkan burung2 besi untuk meledakkan tubuh rakyat sipil, mengirimkan pasukan pembunuh pembayaran ke seluruh penjuru dunia, menyiksa para pembantu, menyembelih dan membungkam para oposan dan lain-lain dan lain-lain.

Tidak ada yang berani memprotes. Tidak ada yang berani mengkritik. Karena pasukan pendukung saudi selalu siap berteriak kencang, mengglorifikasikan kata2 kotor menyerang siapapun yang berani mengkritik saudi.

Di indonesia, anda dapat mengecam Russia negara adidaya, memaki Amerika pemilik arsenal nuklir terbesar didunia, mengutuk Israel negara liliput tapi paling digdaya, mengecam memaki dan mengutuk Iran negara berpengaruh di Timur jauh : tapi rumus tersebut tidak berlaku buat Saudi,

Menyerang saudi berarti menyerang islam.

Begitulah rumus yang hendak ditanamkan dikepala-kepala manusia, oleh pasukan pendukung saudi tentunnya. Jika umat islam saja tidak berani, segan, sungkan mengkritik terang2an perilaku kotor saudi, apatah lagi non-muslim. Maka kritikan kepada saudi hanya dapat dilakukan diam-diam. Diruang-ruang private. Jangan sekali-kali berani menyindir saudi di media massa, kecuali anda siap dengan konsekunsinya.

Tapi apa kita harus berdiam diri terus menerus menyaksikan semua kebiadaban dan kejahatan kemanusiaan saudi? Sementara nilai-nilai islam universal dan paling mendasar justru mengajarkan : kalian harus bangkit melawan para penindas.

Inilah alasan utama mengapa Ibrahin, Musa, Yesus, dan Muhammad diutus kepada manusia. Sejatinya mereka diutus kebumi untuk menegakkan keadilan, membela mereka yang mazlum yang tertindas dan melawan para mustakbirin, yang sombong dan suka menindas manusia.

Melawan takut, berikut daftar kejahatan kemanusian Saudi yang saya catat :

1. Saudi pendukung utama embargo Irak era Saddam yang diterapkan koalisi USA pasca saddam mengnekasasi Kuwait.

Ketika Irak dibawah Saddam menyerang kuwait, adalah berkah terselubung bagi saudi. Jika ada negara yg mengambil untung dari peperangan maka saudi adalah salah satunya. Pendapatan saudi dari minyak meningkat *dua* *kali* lipat dari sebelumnya pasca Iraq yg diembargo. Karena quota minyak yg harusnya diproduksi Irak, justru dapat digantikan oleh Saudi.

tanpa kehadiran Irak dan Iran (yg juga di embargo) dalam penentuan harga minyak, maka saudi adalah rajanya. Saudi dpt mengendalikan harga minyak, dan dapat mengendalikan quota produksi minyak.

baca disini:

The Saudis, the French and the Embargo
http://www.merip.org/mer/mer193/saudis-french-embargo

quote: The invasion, Iraq’s annexation of Kuwait and some considerable prodding from the US changed Riyadh’s position. Saudi production jumped from 5 million b/d in 1989 to 8.2 million b/d by 1991-1992. Consequently, Saudi Arabia’s average annual income doubled from $20-25 billion in 1987-1989 to around $45-50 billion in 1990-93 .

maka ketika embargo Iraw diperpanjang baik secara militer dan ekonomi oleh koalisi international pimpinan USA,  siapa yang mendukung pertama kali?

Saudi!

Saudi terus ngotot mendukung embargo irak  walau membuat 500 ribu anak2 Irak harus mati karena kurang gizi akibat embargo

Laporan PBB : 500 ribu anak-anak mati karena embargo
http://www.nytimes.com/1995/12/01/world/iraq-sanctions-kill-children-un-reports.html

quote: But while Saudi Arabia has supported US efforts to maintain the embargo, France has not. The French decision in early January to open an interests section in Baghdad illustrates its disagreement with Clinton administration policy.

hanya agar terlihat bahwa langkah USA yg didukung saudi terlihat manusiawi akibat embargo yg kotor, maka diluncurkanlah program oil for food program:

Program minyak untuk makanan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Oil-for-Food_Programme

quote: The Oil-for-Food Programme (OIP), established by the United Nations in 1995 (under UN Security Council Resolution 986)[1] was established to allow Iraq to sell oil on the world market in exchange for food, medicine, and other humanitarian needs for ordinary Iraqi citizens without allowing Iraq to boost its military capabilities.

jadi sebenarnya saudi itu sadis. sangat sadis. bisa2nya dia mengambil keuntungan dari embargo irak dan bahkan mendukung terus embargo ini walau dengan resiko jutaan anak2 Irak tewas!

Tapi jika saudi berani melecehkan simbol2 Muhammad saaw, dan berniat menghancurkan makam Muhammad saw, manusia yg kemarahannya adalah kemarahan Tuhan, maka bagi saudi  sekedar membunuh jutaan warga irak is just a piece of cake.

2. Saudi penyebab utama Afghanistan dan Irak dihancurkan leburkan.

Ketika USA menghancur leburkan Afghanistan dan menyebabkan 500 ribu rakyatnya mati, 2 juta menjadi pengungsi, dan afghanistan dicekam kekerasan tiada henti, di desa dan dikota, dijalanan dan dirumah, dan membuat afghan menjadi negara pariah, failed state, apa alasan yg digunakan USA?

alasannya karena Afghanistan melindungi pelaku teror bom WTC 911 yg merenggut 3000 korban jiwa sipil.

padahal:

berdasar penelitian FBI pasca teror 911, saudi menjadi sponsor utama teror bomb yg mengubah wajah timur tengah saat ini.

15 dari pelaku utama pengeboman teror 911 adalah  warga saudi. Dan saudi membantu secara langsung 2 pelaku pengeboman dengan memberikan shelter selama rencana aksinya.

baca disini:

911 report’s classified ’28 pages’ about potential Saudi Arabia ties released
https://www.theguardian.com/us-news/2016/jul/15/911-report-saudi-arabia-28-pages-released

Declassified 9/11 pages show ties to former Saudi ambassador
http://www.usatoday.com/story/news/politics/2016/07/15/28-declassified-pages-911-commission-report-released-public/87134942/

tidak heran, ketika kelakuan kotor saudi diancam akan dibuka oleh para senator Amerika Serikat, saudi sempat melontarkan ancaman: USA akan bangkrut, karena saudi ikut menopang ekonomi USA dengan gelontoran uangnya senilai 700 milyar dollar!!!

baca disini:

Saudi Arabia Warns of Economic Fallout if Congress Passes 9/11 Bill
http://mobile.nytimes.com/2016/04/16/world/middleeast/saudi-arabia-warns-ofeconomic-fallout-if-congress-passes-9-11-bill.html

Saudis threaten to sell $750 billion US assets if Congress passes bill that would let 9/11 victims sue Saudi Arabia
http://www.businessinsider.co.id/saudi-arabia-threatens-to-sell-us-assets-over-911-bill-2016-4/?r=US&IR=T

apa kejadian2 yg mengikutinya di timur tengah pasca 911 yang merupakan konspirasi busuk saudi bersama Presiden United of Satan America ini?

* Afghanistan yg hancur lebur dan perang yg berkepanjangan di afghanistan bahkan hingga saat ini.

selain memakan korban jiwa rakyat sipil yang tidak sedikit, Afghanistan yang papa juga memberikan kontribusi anak2 yg cacat. Ada lebih dari 800 ribu afghan telah cacat dan separonya diderita anak-anak.

Afghanistan’s Children: The Tragic Victims of 30 Years of War
http://www.mei.edu/content/afghanistans-children-tragic-victims-30-years-war

quotes: A survey taken in 2005-2006 found that there were between 747,500 and 867,100 disabled Afghans, or 2.7% of the population. More than 50% of the disabled lived in Kabul, Khandahar, and Heart — areas which have seen the most fighting during the past three decades. Among the disabled, half were under the age of 19.[9] Thus, there are probably over 400,000 disabled Afghan children, victims of direct conflict and leftover landmines

dan 500 ribu harus meregang nyawa, jutaan menjadi pengungsi, terlunta-lunta di negari asing.

Civilian casualties in the war in Afghanistan (2001–2014)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Civilian_casualties_in_the_war_in_Afghanistan_(2001%E2%80%932014)

apa yang terlintas di benak anda ketika disebutkan kata afghanistan? negara gagal akibat perang, anak2 yg mati, pengungsi, kemiskinan yg menyayat hati, anak2 yang tidak sekolah, kurang gizi, dentuman bom setiap hari dan lain lain dan lain lain.

Afghanistan masih baik-baik saja sekiranya tidak ada peristiwa 911.  Dan dalam peristiwa 911, tangan kotor saudi begitu kentara!!!

* Diturunkannya Saddam yg membawa Iraq dalam perang berkepanjangan bahkan hingga saat ini.

seperti yg dikatakan jurnalis csmontitor: “dalam konferensi pers Presiden Bush mengenai Irak, dia menyebutkan peristiwa 911 sebanyak 11 kali dan melanjutkan menyebutkan saddam hussein lebih banyak dari itu. seringkali penyebutan 911 dan saddam dalam satu tarikan nafas.”

apa tujuan Bush mengaitkan Saddam dan 911? Agar Bush mendapatkan persetujuan publik untuk melengserkan Saddam dengan menanamkan kesan Saddam terlibat 911.

baca disini:

Impact of Bush linking 911 and Saddam
http://m.csmonitor.com/2003/0314/p02s01-woiq.html

dan setahun setelah Saddam tumbang, Bush seperti biasa menyangkal tuduhannya mengenai keterlibatan Saddam dalam 911, dapat dibaca disini:

Bush Defends Assertions of Iraq-Al Qaeda Relationship
http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/articles/A50679-2004Jun17.html

quotes: This administration never said that the 9/11 attacks were orchestrated between Saddam and al Qaeda,” Bush said. “We did say there were numerous contacts between Saddam Hussein and al Qaeda.”

dan 3 tahun setelahnya Bush mengakui : Saddam tidak terlibat peristiwa teror bomb 911 dan karenanya Saddam tidak harus bertanggung jawab atas peristiwa itu.

baca disini:

Bush: Saddam was not responsible for 9/11
https://www.theguardian.com/world/2006/sep/12/september11.usa2

Tapi Irak keburu hancur. Dengan alasan dusta: Saddam terlibat (langsung maupun tidak langsung) dengan pelaku teror bomb wtc 911.

500 ribu warga sipil Irak mati sia-sia, 1 juta anak2 harus mati kurang gizi akibat embargo jahat, iraq jadi negara gagal, jutaan warga irak harus menjadi pengungsi dan terlunta di negara asing. Dan sejak invasi USA terhadap Irak tahun 2003, tidak sekalipun ketenangan menghampiri warga irak. Kekerasan demi kekerasan menghantui warga irak. Bom bunuh diri terjadi setiap minggu.

Casualties of the Iraq War
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Casualties_of_the_Iraq_War

sementara pelaku teror bomb 911 sebenarnya, Saudi Arabia, masih hidup dengan sangat nyaman sampai saat ini menebarkan teror kepenjuru dunia.

apa dosa warga Irak dan Afghanistan sehingga mereka harus menanggung kekejian yg dilakukan Saudi? Mereka tidak terlibat pengeboman WTC 911, tapi ikut menanggung penderitaan karena peristiwa tersebut. Pertanyaan seharusnya membebani setiap orang yg berakal. dan sayangnya, banyak orang lebih senang mematikan akalnya dariada menghidupkannya.

3. Saudi penyokong utama teroris AlQaeda dan teroris group lainnya dalam menghancurkan Libya era Qaddafy

Qaddafy memang bukan peminpin sempurna. Dia seorang diktator. Anak2nya pun menjadi diktator. Tapi dibawah kediktatoran Qaddafy, Libya menjadi negara:

* mengubah wajah Libya dari negara termiskim tahun 1967 menjadi negara terkaya di afrika, dengan GDP per kapita tertinggi di afrika
* Selama 40 tahun kekuasaannya, qaddafy mempromosikan demokrasi ekonomi dan menggunakan kekaayaan alam negaranya untuk kemakmuran rakyat libya.  Dibawah qaddafy, Libbya menikmati pendidikan gratis, kesehatan gratis, bank yg bebas bunga dan juga listrik gratis. Dan setiap pasangan yg menikah, mendapatkan subsidi sebesar 50.000 US dollar. Dengan uang tersebut setiap pasangan dapat membeli rumah. Karena menurut Qaddafy, rumah adalah hak setiap warga negara Libya.

dan terima kasih kepada NATO, semua kemewahan ini tidak dapat dinikmati lagi oleh warga libya.

16 things Libya will never see again
http://disinfo.com/2011/10/16-things-libya-will-never-see-again/

Libya: Ten Things About Gaddafi They Don’t Want You to Know
http://www.globalresearch.ca/libya-ten-things-about-gaddafi-they-dont-want-you-to-know/5414289

Libya: From Africa’s Richest State Under Gaddafi, to Failed State After NATO Intervention
http://www.globalresearch.ca/libya-from-africas-richest-state-under-gaddafi-to-failed-state-after-nato-intervention/5408740

Jika perang libya komposernya adalah NATO maka gitarisnya, vokalisnya, bassisnya, drummernya adalah Al-Qoida dan puluhan faksi teroris wahhabi, Ikhwanul muslimin, dan Hizbut tahrir.

Tak heran, jejak-jejak keterlibatan Saudi begitu kentara dalam revolusi di Libya melalui kaki  tangannya Alqoida.

Adalah fakta bahwa USA dan Saudi keduanya terlibat aktif membentuk organisasi teroris paling berpengaruh didunia: Al-Qaeda.

adalah fakta bahwa USA dan Saudi jejak2nya begitu jelas dalam tragedi 911 yg efeknya mengubahnya wajar timur tengah, dimulai dari Afghan, Irak dan teranyar libya.

baca disini:

Secret Benghazi report reveals Hillary’s Libya war push armed al Qaeda-tied terrorists
http://m.washingtontimes.com/news/2015/feb/1/hillary-clinton-libya-war-push-armed-benghazi-rebe/

Saudi Arabia Supported Al Qaeda Before and After but Not on 9/11?
http://www.globalresearch.ca/saudi-arabia-supported-al-qaeda-before-and-after-but-not-on-911/5523776

berapa korban perang Libya? 50 ribu warga sipil mati, dan angka itu masih bertambah hingga saat ini. 500 ribu rakyatnya yg dulu hidup nyaman dan mewah, kini harus terlunta di negara asing. Kekerasan dan bomb bunuh diri terjadi setiap hari suatu hal tidak pernah terjadi dijaman Qaddafy sekalipun.

Anak-anak jadi korban perang Libya

Anak-anak jadi korban perang Libya

dan semua itu dilakukan alqaeda atas nama jihad, kaki tangan saudi.

Casualties of the 2011 Libyan Civil War
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Casualties_of_the_2011_Libyan_Civil_War

Tak heran jika Hillary Clinton dalam kebel elektroniknya yg dibocorkan Wikileaks terpaksa mengakui bahwa saudi adalah negara yang paling aktif didunia ini membiayai para teroris termasuk alqaeda, taleban, dan group teroris wahhabi lainnya.

baca disini:

WikiLeaks Cables Portray Saudi Arabia As A Cash Machine For Terrorists
http://www.mintpressnews.com/wikileaks-cables-portray-saudi-arabia-as-a-cash-machine-for-terrorists/210038/

4. Saudi adalah aktor utama penghancuran Syria (Syam) dan Yaman.

25 tahun lalu ketika saya masih anak-anak, saya sempat membaca hadits:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

sungguh saya tidak mengerti saat itu. Saudi Arabia, satu2nya negara di dunia ini, yang menggunakan nama keluarga sbg nama negara, yg dijuluki pemelihara al-haramain dua kota suci umat islam, negara tempat lahirnya agama islam, dan karena itu saudi selalu menempati posisi istimewa di hati kaum muslimin, justru memiliki ibu kota yang bernama Riyadh (Najd)- yang disebut Rasulullah sebagai pusat fitnah dan tempat munculnya tanduk setan.

Tapi ucapan Nabi pasti benar. cuma itu pikiran saya waktu itu. Ucapan nabi pasti mengandung rahasia-rahasia yg suatu saat pasti terbukti kebenarannya.

dan butuh 25 tahun kemudian, saya menyaksikan kebenaran nubuat Nabi. Tidak lain ini adalah mukjizat nubuat nabi.. Ini pandangan tajam Rasulullah yang butuh 14 abad sejak pertama kali diucapkan kemudian menemui fakta kebenaranya dilapangan.

Selasa, 8-Desember-2015, menteri pertahanan Saudi, Muhammad bin Salman melansir pengumuman di Riyadh (Najd) mengenai koalisi international negara-negara islam melawan terorisme global. Koalisi 34 negara termasuk mesir dan turkey, malaysia, qatar, nigeria, pakistan dan sejumlah negara di timur tengah dan afrika.

Minus Yaman dan Syria (Syam). Allahu Akbar!

Saudi Arabia forms Muslim ‘anti-terrorism’ coalition
http://www.aljazeera.com/news/2015/12/saudi-arabia-forms-muslim-anti-terrorism-coalition-151215035914865.html

Saudi Arabia launches ‘Islamic military alliance’ to combat terrorism
https://www.washingtonpost.com/world/national-security/saudi-arabia-launches-islamic-military-alliance-to-combat-terrorism/2015/12/15/ad568a1c-a361-11e5-9c4e-be37f66848bb_story.html

Apa yang dimaksud terorisme global oleh Saudi adalah rakyat Syria dan Yaman yang menolak tunduk dibawah penjajahan saudi!

Dan bukan kebetulan jika koalisi international pimpinan Saudi tersebut dibentuk justru pada saat2 genting kemajuan tentara Syria melawan para teroris binaan Saudi dan kemajuan pasukan perlawanan rakyat Yemen melawan invansi Saudi.

Keterlibatan Saudi didalam menghancurkan Syria sudah demikian jelas dan terang2an. Saudi bahkan tidak malu-malu mengakui mereka mendukung penghancuran Syria. Ucapan itu bahkan dilontarkan disela2 konferensi international. Tidak tanggung-tanggung, bahkan perwakilan para teroris di syria, justru diundang didalam konferensi ini.

baca disini :

Saudi Arabia: Assad must resign or be forced from power
http://www.aljazeera.com/news/2015/12/saudi-arabia-assad-resign-forced-power-151210111545090.html

Saudi invites 65 Syrian opposition figures to Riyadh ahead of peace talks -paper
http://uk.reuters.com/article/uk-mideast-crisis-syria-saudi-idUKKBN0TK3QB20151201

Meeting of Syrian rebel groups in Saudi Arabia ends in chaos as Islamist militia Ahrar al-Sham walk out
http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/meeting-of-syrian-rebel-groups-in-saudi-arabia-ends-in-chaos-as-islamist-militia-ahrar-al-sham-walk-a6768566.html

Tanpa keterlibatan Saudi, maka koalisi international yang sangat anti Presiden Assad, tidak akan sanggup membiayai perang kotor dan keji ini.

baca disini :

U.S. Relies Heavily on Saudi Money to Support Syrian Rebels
http://www.nytimes.com/2016/01/24/world/middleeast/us-relies-heavily-on-saudi-money-to-support-syrian-rebels.html

Berapa korban syria sejauh ini?

400 ribu rakyat syria mati, 4 juta terlunta-lunta di negeri asing, 4 juta harus mengungsi di negeri sendiri, dan 13 juta membutuhkan pertolongan. 1 juta warga syria harus melawan ganasnya laut mediterinia hanya agar dapat mengungsi ke eropa.

Para teroris wahabi ekstrim dukungan saudi itu menyembelih kepala para tawanan dan rakyat sipil.
Mereka juga menyembelih anak-anak, menyiksanya dan menembak kepala bayi.
Mereka memperkosa para wanita syria dan menjualnya dipasar budak.
Mereka menghancurkan banyak gereja dan masjid.
Mereka memutilasi mayat sipil dan membuangnya dijalanan.
Mereka membantai penduduk satu kampung termasuk wanita dan anak-anak.
Mereka melakukan bomb bunuh diri di pasar-pasar dan pusat keramaian dengan satu tujuan: membunuh sebanyak mungkin rakyat sipil.
Mereka menghancurkan kota kristen tertua didunia, Maloula dan Kessab.
Mereka mengepung kota dan membiarkan warganya mati kelaparan.
Mereka mematikan pasokan air minum supaya warganya kehausan.
Mereka menghancurkan statisun thermal dan membiarkan rakyat kedinginan.

Dan inilah perang syria, perang paling keji setelah perang dunia II.

Dan dunia diam, hanyak karena pelakunya Saudi yang disokong Amerika Serikat,

 Aylan Kurdi, pengungsi cilik syria harus meregang nyawa ketika mencoba mengarungi lautan menuju eropa.

Aylan Kurdi, pengungsi cilik syria harus meregang nyawa ketika mencoba mengarungi lautan menuju eropa.

Casualties of the Syrian Civil War
https://en.wikipedia.org/wiki/Casualties_of_the_Syrian_Civil_War

Rakyat syria yang hidup relatif makmur dibawah kepemimpinan presiden Assad, biaya kesehatan dan pendidikan yang murah, pemerintah juga bertanggung jawab menyediakan perumahan yang layak, bahkan 2 juta pengungsi palestina sekalipun, Syria alAssad masih bermurah hati menampung mereka, Mereka bahkan mendapatkan hak-hak yang sama dengan warga asli syria.

Kini semua kenanganan indah tersebut harus musnah,

Pertanyaan mendasar yang selalu menghantui. Presiden Assad yang digambarkan begitu kejam kepada rakyatnya, bahkan tidak pernah membunuh sedemikian banyak rakyatnya sebelum krisis Syria meletus. Semua kesedihan dan kepedihan yang ditanggung rakyat syria justru datang setelah para teroris dukungan Saudi datang ke syria.

Sementara Yeman, adalah korban keganasan Saudi berikutnya. Maret 2015 adalah saat Saudi mulai memborbardir Yemen tiada henti. Bahkan sampai sekarang. Seperti yang diduga, Yemen adalah perang terlupakan. Hampir tidak ada perhatian dari masyarakat dunia terhadap kekejaman Saudi yang setiap hari terus menerus membombardir rakyat sipil Yemen. Seperti yang dikatakan media massa theguardian.com, 93pct korban perang Yaman adalah justru rakyat sipil. Ini mengekspose kegagapan dan impotensi pasukan2 bayaran saudi dalam salah satu perang berdarah yang digagas saudi,

93% of deaths and injuries in Yemen are civilian – this must change
https://www.theguardian.com/global-development-professionals-network/2015/oct/27/yemen-deaths-93-civilian-this-must-change

Anak-anak korban terbesar Invasi Saudi di Yemen

Anak-anak korban terbesar Invasi Saudi di Yemen

Anak-anak selalu menjadi korban perang

Anak-anak selalu menjadi korban perang

Seperti dilasir unicef, lebih dari 10 juta anak-anak Yemen menjadi korban Perang kotor Saudi. Mereka menjadi korban akibat kehilangan rumah tinggal, kekerasan yang makin meluas setelah masuknya para teroris wahhabi kedalam kancah perang syria. Lebih dari 2.3 juta jiwa kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi. 19 juta rakyat yemen harus berjuang mendapatkan air minum karena krisis air. 1.3 juta anak yemen harus terancan kurang gizi, Dan 2 juta anak-anak tidak dapat pergi ke sekolah.  Sementara itu ribuan warga sipil harus meregang nyawa sia-sia, karena bom bunuh diri para teroris atau bomb2 dijatuhkan pesawat2 tempur saudi.

Yemen yang merupakan negara arab paling miskin di timur tengah, semakin terjerembab keadalam luban kemiskinan akiba ulah Saudi.

War in Yemen poses ever-growing threat to children
http://www.unicef.org/media/media_89793.html

Malnutrisi melanda anak-anak Yemen

Malnutrisi bahkan menghinggapi anak-anak Yemen

Stop sampai disini.

Setelah semua kejahatan dan kebiadaban Saudi ini, dan setelah Saudi membawa semua penderitaan dan duka nestapa ini, dan setelah Saudi menyebarkan terornya ke penjuru dunia, dengan alasan apa anda harus membela membabi buta semua perilaku Saudi?

Apa karena Arab Saudi memelihara Mekkah dan Madinah maka dia boleh berbuat apa saja?
Apa karena Nabi Muhammad SAAW lahir di tanah arab, maka Arab Saudi bebas berbuat bengis? Tapi apa hubungannya antara penindasan dengan Islam?

Islam berlepas diri dari kebengisan dan penindasan.

Sepeti kata Sayydina Ali as “Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik”

Mungkin sudah tiba saatnya, kita harus berteriak melawan para penindas. Siapapun mereka.

Kemajuan Kampanye Militer Putin di Syria, Pusingkan Koalisi USA

Lebih dari 13 bulan koalisi USA membombardir militan pemberontak di syria dan Irak. Koalisi USA melakukan 9000 serangan mendadak selama kampanye militernya.

Hasilnya: ISIS malah mengusai provinsi Anbar Irak, Mosul Irak,  Palmyra Syria, Yarmouk Syria, sebagian Aleppo dan banyak pedesaan Syria. Belum lagi kemajuan faksi teroris syria lainnya di banyak kota syria.

Padahal, ketika USA menyerbu Irak, USA melakukan 9000 serangan mendadak hanya dalam waktu 48 jam. Dan hanya dalam tempo 2 minggu, pasukan koalisi USA sudah sampai didepan gerbang istana Saddam di Baghdad.

Dan jika sampai hari ini masih banyak simpatisan teroris mengkhayal betapa hebatnya para teroris wahhabi dalam melawan koalisi USA, saya cuma bisa bilang: Fuck!

Kalian mungkin bisa membodohi makhluk-makhluk cingkrang otak, tapi jangan coba-coba bodohi kami. Idola kalian -para teroris wahabi- tidak sehebat yang kalian pikirkan, dan jika bukan karena dukungan tanpa batas Turki, Saudi, Qatar, USA dan Nato, maka sejak lama tentara arab Syria dapat mengusir bahkan menghabisi para teroris.

Dan kebohongan kampanye militer USA dan dukungan diam-diam kepada para teroris mulai terekspose ketika Russia memulai operasi militer di syria, 30-september-2015.

Hanya dalam waktu sebulan, tentara Arab Syria (SAA) dibantu Hezbollah dapat mengambil kembali wilayah syria seluas 500 km2. Dan 3 bulan setelah kampanye militer Russia, SAA dan hezbollah dapat merebut Homs sepenuhnya, membebaskan kuwaeres yg telah dikepung teroris wahabi selama lebih dari 2 tahun, membebaskan banyak desa di selatan dan barat aleppo (dan hanya soal waktu utk merengsek hingga kota Aleppo), membebaskan banyak kota di syria utara yg berbatasan dengan Turki, Lattakia hampir bebas sepenuhnya dan mengalami banyak kemajuan di Damaskus Timur, Daraa, Idlieb, Hama dan Palmyra.

Dan jika Russia, SAA dan hezbollah dapat menjaga momentum ini, paling tidak sampai pertengahan tahun depan, mereka dan rakyat syria dapat mengusir para teroris wahabi  dari bumi tercinta Syria. Allahu Akbar! Allahumma sholli ala Muhammad wa aali Muhammad.

Amerika tahu hal ini, Obama tahu hal ini, Kerry mengetahui dengan jelas fakta ini dan para Elite Amerika yang mengendalikan perang syria, juga tahu hal ini.

Karena itu, mereka tergopoh-gopoh mendatangi Putin meminta gencatan senjata untuk menyelamatkan para teroris wahabi dukungannya. Sangat aneh jika Amerika meminta gencatan senjata, sementara yang sedang Russia dan Syria perangi adalah para teroris dan bukannya sebuah negara. Kecuali karena alasan Amerika mengkuatirkan kekalahan para teroris binaanya, maka tidak alasan lainnya.

Untuk itu, saya sertakan artikel dari Mike Whitney, seorang kontributor “AK-Press” dan berbasis di Washington. Mike Whitney dengan sangat bagus membongkar motif sebenarnya Kerry dan pemerintahan Obama ketika menemui Putin.

Selamat menikmati!

Kemajuan Kampanye Militer Putin di Syria, Pusingkan Koalisi USA
oleh : MIKE WHITNEY

kerryputinmoscow-510x321

Sangat luar biasa bahwa pemimpin Barat hanya ingat mengenai gencatan senjata ketika para teroris (wahhabi) kehilangan banyak wilayah (di syria). Kenapa mereka tidak membawa perdamaian di tanah syria sebelum operasi militer Russia dimulai?

-Iyad Khuder, analyst politik Damaskus

Bayangkan jika rakyat Amarika memilih presiden yang jauh lebih buruk dari George W Bush atau Barack Obama. Seorang diktator tulen. Apakah hal tersebut cukup untuk menjustifikasi bagi seseorang seperti Vladimir Putin mempersenjantai dan melatih para tentara bayaran Kanada dan Meksiko untuk menginvasi Amerika, membunuh rakyat sipil, menghancurkan kota dan infrastrukture, menguasai ladang minyak dan pipa gas, menyembelih pegawai pemerintahan dan para tawanan yang ditangkap, mendeklarasikan negara sendiri dan melakukan segala cara untuk menjatuhkan presiden terpilih?

Tentu tidak, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan bodoh. Tidak peduli seberapa buruknya presiden Amerika, itu bukanlah alasan untuk menginvansi amerika menggunakan tentara bayaran asing. Dan ya, kebijakan bodoh itulah yang dipertahankan John Kerry, sekretaris Negara USA, didepan sidang PBB jumat 18-Desember-2015. Dengan alasan omong kosong “Jalan menuju perdamaian”, Kerry diam-diam mempertahankan kebijakan USA di syria yang menyebabkan kematian lebih dari 250 ribu rakyat syria dan menghancurkan negara syria.

Dan ingat, Kerry tidak membawa kasus ini ke Sidang PBB karena Amerika serius untuk mencapai perdamaian. Itu omong kosong. Apa yang Kerry inginkan adalah sebuah resolusi yang dapat melindungi para teroris wahhabi dari kekalahan akibat gempuran Russia. Pemerintahan Obama melihat dengan jelas akan kekalahan para teroris wahhabi dukungannya dan kemenangan Russia, jadi mereka berupaya merancang rencana untuk melindungi para teroris dilapangan. Karena itu mereka begitu ngotot untuk meminta gencatan senjata. Itulah alasan kenapa Kerry menginginkan “Perpanjangan waktu” agar diantara para teroris wahabi yang bertikai dapat bersatu membentuk group yang lebih kuat atau mundur.

Mari kita lihat ringkasan keputusan PBB dan anda akan melihat maksud dari keinginan Kerry:

Resolusi pertama akan memfokuskan pada upaya politik untuk mengakhiri perang yang telah berjalan selama 5 tahun, maka Dewan Keamanan hari ini akan memberikan peran lebih kepada PBB untuk mengawal pihak oposisi berunding mengenai transisi politik, penjadwalan gencatan senjata, konstitusi baru dan pemilu dibawah naungan PBB.

(Dewan Keamanan) mengakui hubungan erat antara gencatan senjata dan proses politik secara paralel, dan memberlakukan sesegera mungkin bagi semua pihak untuk memulai langkah awal menuju transisi politik di bawah naungan PBB

Resolusi itu meminta kepada Ban Ki-Moon melalui kantor Utusan Khusus, Staffan de Mistura, untuk menentukan segala hal yang berkaitan dengan gencatan senjata dan rencana untuk mendukung pelaksanaannya, sementara mendesak negara-negara anggota, khususnya anggota ISSG, untuk mempercepat semua upaya untuk mencapai gencatan senjata , termasuk menekan semua pihak yang terkait untuk mematuhinya.

[baca : Dewan Keamann berikan peran lebih kepada PBB]

Untuk memastikan keperluan monitoring gencatan senjata dan mekanismenya, Dewan akan meminta Ban Ki-Moon untuk melaporkan kembali hasil opsi tersebut dalam satu bulan dan meminta negara2 anggota untuk memberikan ‘pengalamannya sebagai bentuk kontribusi’ untuk mendukung mekanisme tersebut’. “

Lihat apa yang saya maksudkan: gencatan senjata, gencatan senjata dan gencatan senjata. Semuanya tentang gencatan senjata. Kerry ingin gencatan senjata. Obama ingin gencatan senjata. Pihak Elite Amerika Serikat ingin gencatan senjata. Bukan, bukan neokon, bukan intervensi liberal dan bukan petualang politik seperti Ash Carter di Pentagon, tapi sejumlah Elite puncak (the Elite) -yang mengendalikan amerika- yang sejak awal merancang krisis syria  dan mengetahui ke arah mana krisis akan berjalan. Mereka sekarang beralih ke plan B yang mana mereka fokus menekan kerugian akibat kalah perang dan menyelamatkan sebanyak mungkin para teroris yang mereka dukung. Biasanya, mereka yang mendanai, mempersenjatai, melatih dan mengirim para teroris wahhabi akan merasa bertanggung jawab akan keselematan mereka sehingga para Elite akan melakukan apapun yang dirasa perlu untuk menyelamatkan mereka.

Itulah kenapa ada Kerry. Tugas Kerry adalah terbang menuju Moskow, memberitahu Putin bahwa Obama mengubah pendiriannya mengenai perubahan Rezim (Syria) dan membawa hasil pertemuan dengan pihak Kremlin ke dewan PBB. Tujuan utama semua kebohongan ini adalah menggalang dukungan internasional untuk menjadikan kelompok teroris wahhabi sebagai “oposisi moderat” dan bergerak ke arah gencatan senjata dibawah mandat PBB yang dapat menghentikan serangan Rusia terhadap para teroris!

Tapi bukankah itu yang diinginkan semua orang, mengakhiri permusuhan?

Sama sekali tidak. Perang melawan teroris sangat berbeda dengan perang antar negara atau perang saudara. Sebuah kelompok teroris seperti Jabhat al-Nusra atau Ahrar al-Sham, misalnya, tidak dapat diperlakukan dengan cara yang sama sebagaimana mempelakukan oposan politik. Mereka adalah kaum fanatik agama yang bertekad mendirikan kekhalifahan dengan menggunakan segala cara. Kita tidak bisa berdialog dengan para teroris seperti ini; mereka harus ditangkap atau dilenyapkan. Inilah yang Rusia sedang lakukan. Rusia sedang melakukan pembersihan secara progresif dari ancaman teroris di Syria yang beresiko mengancam kepentingan Russia dan kepentingan sekutu Russia – Iran, Hezbolah dan Tentara Arab Syria.

Apa yang Kerry lakukan adalah sebuah bentuk kampanye untuk menggagalkan dan menghambat kemajuan anti-teror yang dikomandoi Rusia. Dan Kerry bersedia berbohong untuk melakukannya.

Inilah yang Kerry katakan di Moskow, Selasa 16-Desember-2015:

“Saya tekankan sekarang bahwa Amerika Serikat dan sekutu kami tidak menginginkan apa yang disebut perubahan Rezim (Syria)”

Dan persis sehari setelahnya, Kerry mengulang kembali perubahan dramatis dari kebijakan Obama:

“Kita tidak mencoba melakukan perubahan rezim. Kita tidak terlibat dalam revolusi berwarna (Syria). Kita tidak sedang mencoba mengintervensi negara lain. Kita sedang mencoba membuat perdamaian”

Okay, sampai disini apakah Amerika benar-benar tulus mengenai Syria?

Tidak. Kerry berbohong seperti biasanya. 24 jam kemudian, terjadi perubahan dramatis dalam kata-kata Kerry:

Rusia tidak dapat menghentikan perang bersama Assad karena Assad adalah alasan semua pejuang asing datang (ke Syria). Assad adalah magnet para teroris karena mereka datang untuk memerangi Assad. Jadi jika kalian ingin menghentikan perang di Syria dan kita juga, jika kalian ingin memerangi Isis dan menghentikan berkembangnya teroris, anda harus menyelesaikan masalah terkait Assad. Itu tidak berarti kita ingin mengganti semua aspek dari pemerintahan (Syria)

[baca: USA tidak meminta perubahan rezim Syria tapi Assad harus pergi]

Dapat idenya? Jadi, Amerika tidak mendukung perubahan rezim Syria tetapi pada saat yang sama bersikukuh dengan pendapat: Assad harus pergi.

Kemunafikan yang luar biasa.

Kebenarannya adalah tujuan pemerintahan Obama hanyalah menjatuhkan Assad. Kerry berniat membohongi Putin, mendapatkan persetujuannya dan membawa hasilnya untuk mendukung resolusi bodohnya di PBB. Dan sebagai hasilnya, nama Assad tidak pernah disebutkan sekalipun dalam semua resolusi. Kerry berpikir bahwa ini adalah kemenangan besar bagi Amerika Serikat. Tapi itu bukan kemenangan. Faktanya, semua permintaan Russia dikabulkan melalui resolusi PBB nomer 2254 yang berisi semua permintaan Putin yang pernah diajukan pada Komunike Genewa 2012.

Assad tidak pernah disebut dalam resolusi 2254 karena penyebutan nama presiden  tidak diperlukan untuk menetapkan kondisi:

1. pemerintahan transisi
2. pembentukan konstitusi baru dan negara sekuler syria
3. pemilu yang bebas dan adil untuk memastikan rakyat Syria dapat mengontrol masa depan mereka sediri.

Pada 2012, pemerintah USA menolak semua kondisi ini kecuali Assad dikeluarkan dari partisipasi dalam pemerintahan transisi. Sekarang USA mengubah posisinya terhadap Assad yang berarti semua permintaan Moskow telah disetujui. Resolusi 2254 merupakan bentuk kapitulasi pemerintahan USA. Ini adalah kekalahan diplomatik memalukan yang tidak ada satupun orang di media bersedia mengakui.

Jadi apa yang Kerry dapatkan dengan semua kebohongan dan manuver liciknya?

Tidak ada. Bahkan, ia menyerahkan semua yang dia punya dengan membuat sejumlah konsesi demi mendapatkan dukungan Russia.

Apa “konsesi” yang kita bicarakan?

Berikut adalah daftar singkat-nya:

Kerry bertemu dengan Putin di Moskow pada 15 Desember 2015. Pada tanggal 16 Desember, IMF memutuskan mendukung Rusia atas klaimnya sebesar $3 milyar melawan Ukraina:

“Dewan eksekutif IMF telah mengakui bahwa utang Ukraina sebesar $3 milyar kepada Rusia adalah sah dan diakui”

“Dalam kasus Eurobond, pemerintah Rusia secara resmi mewakili kasus ini. Informasi yang tersedia mengenai  sejarah klaim ini, mendukung tuntutan (russia)”

[baca: IMF akui Ukraina utang $3 milyar kepada Russia]

Syarat apa saja yang anda pikir harus dipenuhi Washington agar tercapai kesepakan ini?

Masih tanggal 16-Desember-2015, pemerintah USA mengumumkan bahwa mereka menarik pesawat F-15 dari pangkalan Turki dengan segera. Cerita seperti ini  :

12 pesawat tempur F-15 yang sejatinya di kirim ke pangkalan militer Incirlik Turki untuk menjaga wilayah udara Turki, tiba-tiba ditarik kembali menuju Inggris. Pemindahan pesawat tempur tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik dan negosiasi militer di wilayah tersebut dengan Rusia.

Sehari sebelum penarikan pesawat tempur F-15, Kerry berada di Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada hari jumatnya mengenai Suriah dan upaya USA untuk keluar dari masalah Presiden Bashar al-Assad.

[baca : Angkatan Udara USA mulai tarik pesawat tempur F-15 dari Turki]

Kebetulan lain?

Sepertinya tidak.

Lalu ada ini: Pada tanggal 17 Desember, Obama mengijinkan tuntutan Rusia untuk meng-golkan resolusi PBB yang mengungkap rahasia pendanaan ISIS dan “memperkuat langkah hukum terhadap mereka yang melakukan bisnis dengan kelompok teroris”. Menurut RT.com :

Resolusi ini merupakan upaya bersama USA dan Russia yang keduanya memimpin kampanye anti-ISIS di syria. Kata kunci dari resolusi ini adalah “membuat kerangka untuk mengungkap dan menggagalkan upaya-upaya ilegal dalam rangka membantu pendanaan ISIS dan kelompok teroris terkait, melalui perdagangan minyak, artefak sejarah dan sumber-sumber ilegal lainya”

Resolusi tersebut disebutkan dalam piagam PBB pasal VII dan bersifat mendesak segera serta meminta kepada anggotanya “untuk bergerak dengan penuh semangat dan tegas untuk memotong aliran dana ISIS”.

[baca: Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menerima resolusi yang menargetkan keuangan ISIS]

Tapi apakah resolusi tersebut benar-benar diinginkan Obama, untuk mengekpose aliran keuangan ISIS dan para teroris lainya dan yang jelas-jelas mendapatkan dukungan utama dari sekutu utama Washington di Teluk (turki, qatar dan saudi)?

Jelas tidak. Kerry berharap dengan dukungannya terhadap resolusi tersebut akan membantunya mengadakan gencatan senjata (dan mendapat persetujuan Russia).

Akhirnya, pada tanggal 18-Desember-2015, Obama memberi tahu Erdogan agar dia menarik tentaranya dan tank dari wilayah Irak:

Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah mendesak sekutunya Turki, Erdogan, untuk menarik dengan segera para tentaranya dari wilayah Irak dan menghormati kedaulatan negara Irak. Pada percakapan telepon hari Jumat, Obama mendesak Erdogan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menurunkan tensi tegangan dengan Irak termasuk penarikan pasukan militer Turki

Obama juga meminta kepada Erdogan untuk menghormati kedaulatan dan intergritas territorial Irak

300 kontingen Turki yang didukung 20-25 tank telah ditempatkan di pinggiran Mosul, ibu kota propinsi Nineveh, 4-December-2015.

[baca : Obama meminta Erdogan menarikan pasukannya dari Irak]

Dengan lain kata, sejak pendudukan Turki tanggal 4-Desember-2015, Obama tidak pernah merespons-nya sampai 2 hari setelah pembicaraan Kerry dengan Putin di Moskow.

Kebetulan lain?

Mungkin tidak. Disetiap peristiwa, USA selalu melakukan upaya serius untuk membujuk Putin menyetujui usulan Kerry di dewan Keamanan PBB (catatan: Obama mengetahui sebelumnya rencana Turki untuk menyerang Irak, faktanya: pejabat penting Turki mengkonfirmasi klaim ini dengan mengatakan bahwa semua negara yang relevan telah diberitahu tentang penyebaran pasukan. lihat disini)

Seperti yang saya katakan sebelumnya: Kerry memberikan apapun yang dia punya demi tercapainya kesepakatan yang tidak memiliki dampak apapun terhadap hasil akhir perang. Hal yang tragis, mengingat segala upaya kebohongan diplomatik (yang dilakukan Kerry) tapi tidak mengubah apapun. Masa depan Syria akan tetap diputuskan di medan laga dan tidak di PBB atau meja perundingan. Washington sejak lama telah memilih opsi penggunaan kekuatan senjata untuk mencapai ambisi geopolitiknya. Dan sekarang para oposan terorganisir (koalisi Rusia) telah muncul yang secara terbuka menantang proxy yang didukung AS dan meninggalkan Washington dengan hanya dua pilihan: melawan atau mundur.

Tetapi, bukankah hasilnya selalu seperti itu? Jika anda mendesak seseorang sedemikian rupa, maka mereka akan mendesak anda kembali.

Artikel asli dalam bahasa Inggris dapat dibaca disini

Syria in Pain : Before and After

Syria in Pain : Before and After
oleh : Subbhan A, blogger

Assad membuka negaranya untuk perdagangan luar negeri, mengundang touris2 dari seluruh dunia datang ke Syria, memberikan kebebasan kepada lelaki dan wanita dan hak2 mereka sama. Sebelum revolusi yang dipaksakan, jumlah wanita professional meningkat signifikan, universita terbuka bagi semua kalangan, dan tak ada diskriminasi gender.

Negara dalam keadaan aman sentosa, kesejahteraan meningkat, dan hak asasi dihargai. Sebuah Negara multetnis dan memiliki 23 kepercayaan yang berbeda, Syria selalu menjadi Negara yang memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk memeluk agama yang mereka sukai dan hidup dalam martabat. Semua kerjasama atas dasar sukarela dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dan para teroris secara nyata telah mengambil semua itu dari kami

Itu adalah ucapan Pastor Nazaro, ketua Persekutuan Pendata di Timur Tengah, depan sidang Genewa, 16-September-2015. PBB atas tekanan Amerika dan NATO selama ini berusaha dengan sangat keras menghancurkan Syria dan menjatuhkan Assad. Dan tidak ada pembelaan yang terbaik selain dari penganut kristiani untuk pemimpin2 barat yang mengaku sebagai penganut kristiani.

Syria, adalah surga-nya timur tengah. Walaupun mereka arab, cara bicaranya tidak meledak2 khas arab, Sebaliknya, mereka berbicara sangat lembut dan tertata. Wanitanya sangat cantik, perpaduan arab, eropa dan asia tengah. Walaupun sering kali dilanda perang, terutama melawan Israel, tapi Negara ini relative aman. Di ceritakan, bahkan anda dapat meletakkan sepeda anda diluar rumah, tanpa dikunci semalaman, dan tidak hilang. Para wanitanya, mereka aman bepergian keluar rumah malam hari, tanpa takut gangguan.

70pct warganya adalah sunni, sisanya alawite, syiah imamiyah, druze, kristiani, Armenia, kurdi, dan kaum minoritas lainnya. Walaupun demikian, Syria tetap hidup harmonis.

Syria yang aman, kini luluh lantak. Sejak teroris Wahhabi membanjiri Syria, Maret 2011, lebih dari 380 ribu rakyat Syria tewas, 4 juta internally displaced dan 4 juta externally displaced.

Dan saksikan sebagian kecil dari kerusakan infrastrukture yang teroris Wahhabi timpakan kepada rakyat Syria.

Homs tahun 2011, sebelum pemberontak merengsek dan menghancurkannya.

homs syria 2011

Homs yang hancur tahun  2014, setelah para teroris wahhabi membanjiri Syria. Kita layak bertanya, siapa yang membangun gedung-gedung tersebut dan siapa yang menghancurkanya?

homs syria 2014

Masjid Umar, Daraa. Atas pada tahun 2011, bawah pada tahun 2013

Omari Mosque in Deraa

Masjid Umayya Damaskus, gambar atas pada tahun 2012, dan gambar bawah pada tahun 2013. Para teroris Wahhabi selalu menipukan isu syiah menindas sunni untuk mengundang para teroris seluruh dunia membanjiri Syria. Mereka seharusnya bertanya, kenapa ada masjid bernama Umayya di Syria? Apakah ada orang shia yang mencintai Umayya? Kita juga patut bertanya, siapa yang kemudian menghancurkan masjid umayya yang sebelumnya baik-baik saja di jaman Bashar Assad?

Masjid Umayya, 2012 (atas) dan 2013 (bawah)

Pemandangan di sebuah sudut pasar Aleppo 2007 (atas), dan bawah (2013)

The Old Souk in Aleppo

Lagi, pemandangan di sebuat sudut pasar Aleppo, atas (2009), bawah (2012)

Souk Bab Antakya in Aleppo

Rumah Sakit Al-Kindi Aleppo, atas (2012), bawah (2013)

Al-Kindi hospital in Aleppo

Aleppon yang hancur luluh lantak, Mar 17, 2014. Aleppo yang indah dijaman Assad kini tak berbentuk.

Aleppo hancur luluh, March 17, 2014

Homs, nyaris tak terbentuk, Jan 27, 2014

Homs Jan 27, 2014

Pemandangan dramatis ketika penduduk Palestina di Yarmouk mengungsi menuju Damaskus, menghindari serangan mematikan ISIS dan AlQoida, jan 31, 2014. Lihat foto gedung-gedung yang sebagai latarnya. Dulu dibangun Bashar Assad untuk menampung para pengungsi Palestina yang terlunta. Lebih dari 2 juta pengungsi palestina di tampung Syria, diberika perumahan yang layak, pendidikan dan kesehatan. Hak-hak mereka sama dengan rakyat Syria. Mungkin kita harus bertanya, siapa yang membangun gedung2 tersebut dan siapa yang menghancurkannya?

Penduduk Yarmouk mengungsi ke damaskus, Jan 31, 2014

Seorang pemberontak FSA merenung didalam rumahnya yang hancur luluh lantak akibat Perang, Feb 19, 2014. Mungkin sekarang dia menyesal bergabung bersama pemberontak FSA dan mengundang para teroris asing membanjiri Syria dan justru menghancurkan Syria.

Foto FSA di Aleppo, Feb 19, 2014

Shia: Bintang-nya kaum Tertindas

Shia: Bintangnya kaum Tertindas
oleh: Subbhan A, blogger

kill me shia
16-Agustus-2012 adalah hari yang tak terlupakan bagi zahra, 6 tahun. Bersama orang tuanya, dan kedua adiknya yang masih balita, dari kota kecil Gilgit, mereka naik bus menuju sebuah Rawalpindi, pakistan. Ditengah jalan, bus distop pasukan bersenjata. KTP diperiksa, dan lalu beberapa penumpang dipisahkan dari barisan. 20 penumpang yang terpisah, ditembak di bagian belakang kepala dari jarak dekat. Zahra selamat, karena pada saat kejadian, dia duduk terpisah dari kedua orang tuanya dan kedua adiknya.

Apa kesalahan penumpang tersebut? Sederhana. Karena mereka shia! Tercatat, sejak 1963 sampai May-2015, lebih dari 23 ribu shia tewas mengenaskan. Tak terhitung yang luka-luka.

Di irak dari 2011 sampai 2015, tercatat ada 51 bomb bunuh diri. Selama 2013-2014, tercatat 91 serangan mematikan yg menarget sipil. Kenapa mereka diserang dan kenapa mereka di bomb? Karena mereka shia.

Korban shia akan memanjang jika harus menyebutkan kasus-kasus kekerasan yang terus menimpa shia di kuwait, saudi, afghanistan, india, syria, lebanon, nigeria, dan mesir.

Kenapa mereka di buru? Hanya karena mereka shia.

Semua fitnah pasti berakhir, tapi tidak kepada shia.
Semua penindasan ada batasnya, tapi tidak kepada shia.
Semua genocide tidak berlangsung lama, tapi tidak kepada shia.

Silahkan cari kelompok ras dan suku bangsa manapun yang mengalami penindasan, dan semuanya cuma catatan sejarah, tapi tidak kepada shia.

Shia mengalami penindasan dan genocide yang tidak pernah dialami suku bangsa manapun didunia. Selama lebih dari 1400 tahun, sejak jaman kekuasaan kekhalifahan Umayyah abad ke-7 sampai kekhalifahan Turki Ottoman abad ke-20, Shia selalu mengalami persekusi. Bahkan sampai hari ini ketika kekhalifahan Al-Bahdadi ISIS di proklamirkan, shia selalu menjadi sasaran dan alasan para teroris seluruh dunia datang ke Syria-Iraq untuk turut berpesta ikut serta dalam pembantaian.

[Dan tidak ada penyebab didunia, yang dapat mengundang jihadits dari 140 negara si seluruh dunia, kecuali dengan alasan untuk membunuh para shia!]

Shia selalu dihina, difitnah, dicaci, dikatakan anak zina, anak mutah, haram jaddah, anak yahudi hasil kreasi Ibnu Sabba, kafir, sesat, dan lain-lain sebutan buruk yang tidak pernah dialami manusia manapun didunia ini. Hanya karena mengakui mencintai Ahlil Bait Nabi. Dan dengan satu dua ketikan di youtube, anda dapat dengan mudah menemukan ulama2 terkemuka -terutama ulama-ulama yang berafiliasi ke wahabi- mengeluarkan segala cacian matian kotor dialamatkan kepada shia.

Ketika anak-anak shia dibom hingga luluh lantak di Beirut, Kuwait, Syria, irak, Nigeria, Afghan, Pakistan, Mesir, dan Saudi, komentar yang saya baca dari pengikut Wahhabi adalah : “Anak-anak tersebut beruntung dapat mati saat bayi. Kalau dewasa, dia akan menjadi shia dan masuk neraka”. Kemudian mengutip kisah Nabi Khaidir as untuk menjustifikasi semua pembantaian. Bahkan bayi shia pun kematiannya di syukuri. Ucapan buruk mana yang lebih buruk dari ucapam tersebut?

Ijinkan saya mengutip ucapan Allamah Syaikh Khalid al-Mala, ulama terkemuka Irak mengenai nasib shia:

“Lebih dari 500 ribu shia telah dibantai. Meskipun demikian, tidak ada fatwa jihad, tidak ada fatwa perlawananan, atau tidak ada fatwa angkat senjata dari ulama-ulama shia. Majelis-majelis husiniyah mereka dihancurkan dan masjid mereka di bomb. Makam imam 2 suci mereka, masjid Imam Ali Alhadi dan Imam Hasan alAsykari dibom. Dan alQoida Irak, Abu Musa alZarqowi mengaku bertanggung jawab atas perbuatan ini. Dan pembantaian orang shia, terus berlangsung sampai sekarang.

Kapan ulama shia berbicara menyeru rakyat Irak? saya ulangi, kapan ulama shia menyeru rakyat irak untuk mengangkat senjata?

(Mereka berbicara menyeru rakyat irak) adalah ketika sebuah kota Ahlussunnah (Mosul) telah jatuh. Seorang ulama shia yang terkenal dan saya mengetahuinya sebagai ulama shia, Ayatullah Sistani, langsung berbicara. Beliau mengeluarkan fatwanya tentang wajibnya membela tanah air dan mengangkat senjata untuk membela kehormatan Irak.

Saat ini, wanita-wanita mosul Irak telah diperkosa, gereja-gereja telah dihancurkan dan ulama-ulama yang menentang ISIS telah dibunuh. Kemudian suku-suku di anbar, rawah, haditsah, qaim, fallujah, dan baghdad menyambut seruan beliau dengan membentuk gerakan persatuan nasional untuk menaklukan isis”

Saya ulangi ucapan Syaikh Khalid, 500 ribu shia telah di genocide, dan tidak ada satupun fatwa mengangat senjata dan bom bunuh diri, dan ketika kota ahlunsunnah Mosul jatuh ditangan ISIS, pihak yang pertama kali menyerukan fatwa perlawanan justru ulama shia!

Mengertikah anda, sebagaimana kesaksian ulama ahlussunnah, kita hampir tidak pernah mendengarkan fatwa pembalasan dendam atau makian kotor dari ulama-ulama terkemuka shia, Ayatullah Khamenei, Ayatullah Sistani, dan Sayyid Hasan Nashrullah terhadap Wahhabi. Sebutan yang paling keras dari mereka adalah takfiry. Tidak ada pengkafiran, dan tidak ada kata makian. Kata-kata mereka tetap terjaga bahkan ketika dalam keadaan emosi sekalipun. Sejauh yang saya tahu, shia masih menganggap wahabi sebagai saudara sesama muslim yang kebetulan salah jalan. Dan sampai hari ini dan detik ini, tidak sekalipun saya mendengar adanya satu buah bom bunuh diri shia menyasar masjid-masjid sunni atau masjid-masjid Wahhabi.

Dalam perhelatan Arbain yang menggetarkan, 25 juta manusia berkumpul di karbala. 25 juta manusia berkumpul di satu tempat pada yang sama!!!! Orang tua, orang yang cacat, di kursi roda, bayi, balita, orang tua, menggunakan tongkat, terseok-seok menuju satu tujuan dan menempuh jarak puluhan kilo. Tidak ada satupun kata keluhan dari mereka, alih-alih, mereka berkata : “Segala kesulitan yang kita hadapi hari ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlil Bait”.

Mereka yang cacat berkata : “Jika kaki kami diambil, maka kami akan merangkak dengan tangan kami. Jika tangan kami diambil, maka kami akan merangkak dengan tubuh kami. Segala kesulitan ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlul Bait”

Padahal setiap saat, keselamatan mereka terancam bom bunuh diri. Ratusan orang tewas setiap tahunnya bukan karena terinjak-injak tetapi karena bom bunuh diri para teroris. Dan mereka masih bisa berkata : “Segala kesulitan ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlul Bait”.

Ucapan apa itu? Siapa yang mengajari ucapan yang menakjubkan seperti itu? Siapa dia yang telah mengajari shia demikian sedemikian pemaaf ditengah penindasan tiada henti? Mereka datang dengan cinta, dan berusaha mengekspresikan rasa cinta tersebut kepada Imam Ahlul bait, dan kita malah membalasnya dengan bom. Padahal mereka sama sekali tidak mengancam keselamatan kita. Kesalahan apakah yang mereka lakukan sehingga mereka mati?

Sebagai sunni, saya mengajak anda merenung sebentar. Tidakkah kita sadar dengan tidak adanya fatwa bom bunuh diri ulama shia atau fatwa angkat senjata terhadap kepada ahlussunah selain membela diri, adalah sebuah upaya besar dan serius dari shia untuk berekonsiliasi dengan saudara-saudara mereka ahlussunnah? Mereka mengulurkan tangan persaudaraan kepada kita -ahlussunnah, dan apa hak kita membalasnya dengan bom bunuh diri?

“Bisakah anda bayangkan”, kata Syaikh Ahmad Deedat,”Kita sunni adalah 90% dari muslim dunia, dan 10% adalah syiah yang ingin menjadi saudara satu iman tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti, mengapa anda yang 90% ketakutan. Mereka yang seharusnya ketakutan”.

Sama seperti Ahmad Deedat, saya pun tidak mengerti, mengapa kita yang sunni, 90% dari muslim dunia, justru ketakutan kepada shia? Dan saya tidak menemukan jawaban kecuali karena penyakit sedang menyergap hati kita.

Dan semua ulama ahlussunnah yang mencoba bersimpati kepada shia dan mencoba bersikap adil kepada shia, mendapat cacian dan makian yang sama. Bahkan tidak jarang, darah mereka dihalalkan, dan mereka ikut mendapat tuduhan bahwa mereka shia. Bahkan hukuman mati. Itulah yang menimpa ulama Ahlussunah Syria terkemuka, asy-Syahid Prof Dr Said Ramadhan AlBouthy ra. AlBouthy syahid di bomb hanya karena bersimpati kepada shia.

Sebagai penutup artikel ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada kalian yang di hati kalian ada penyakit dan senang melihat penindasan kepada kaum shia. Jangan terkejut jika shia yang kalian tindas suatu saat akan mencapai kedudukam yang tidak pernah kalian bayangkan, karena Allah SWT telah berjanji:

“Dan Kami hendak memberikan karunia kepada mereka yang tertindas di bumi, Kami jadikan mereka menjadi pemimpin-pemimpin dan Kami jadikan mereka sebagai pewaris.(QS. 28:5).

Maka, adakah yang lebih tertindas di muka bumi ini selain shia?

1. Daftar genocide shia Pakistan
2. daftar suicide bombing Iraq
3. daftar serangan mematikan di Irak, selama 2013.
4. Daftar serangan mematikan di irak, selama 2014.
5. Ucapan simpatik Syaikh Khalid Al-Mala, ulama ahlu sunnah kepada syiah
6. Syaikh Abdullah Nahari Maroko, kesetanan karena kebencian kepada syiah.