Bantahan terhadap al-Ustadz Abdul Somad: Kehadiran Rasulullah adalah Rahmatan lil ‘Alamin!

Sekiranya amal seluruh manusia, jin dan malaikat dikumpulkan menjadi satu dan dibandingkan dengan jasa2 yang ditorehkan kanjeng Nabi Muhammad saw, maka itu cuma setitik debu di tepi lautan permata keutamaan Rasulullah.

Sekiranya manusia ingin membawa amalan sholat, puasa, zakat, dan haji, utk menyelamatkan diri di hari ketika Allah swt memberi perhitungan, maka aku campakkan itu semua. Malu rasanya membanggakan amal yg tidak seberapa dihadapan segara kenikmatan yang Maha Pemurah. Maka biarlah kubersandar dengan cintaku kepada Rasulullah.

Demi Allah, setiap tetes darahku, hembusan nafasku, dan trilyunan atom yang berenang di lautan sel tubuhku telah meyakini: engkaulah duhai yang Rasulullah, sang pembawa rahmat bagi alam semesta. Sejak awal mula hingga hari nanti. Maka jangan palingkan aku dari syafaatmu

Jika bukan karena kecintaanku kepadamu duhai ya Rasulullah, aku tidak berani menuliskan ini. Aku terlalu pengecut. Kutulis ini dengan air mata dan terimalah persembahanku yang tidak seberapa..

Bantahan terhadap al-Ustadz Abdul Somad: Mutlak benar, kehadiran Rasulullah adalah Rahmatan lil Alamin!
oleh subbhan a, blogger

“Empat puluh tahun lamanya dia hidup menjadi seorang laki-laki yang sholeh, tapi untuk mewujudkan rohmatan lil ‘alamin, tidak akan terwujud.

Kenapa?


Karena dia hanya sholeh untuk dirinya sendiri, sholeh untuk khodijah, sholeh untuk Ruqoyyah, sholeh untuk Fathimah, tapi tidak untuk Rohmatan lil ‘alamin, karena dia sholeh untuk keluarganya, istri dan anaknya.

Turun wahyu kepadanya 13 tahun lamanya, dapatkah ia wujudkan rohmatan lil ‘alamin?

Tidak!

Karena dia tertekan, ditekan oleh orang-orang yang tidak senang kepada wahyu yang ia terima, maka rohmatan lil ‘alamin tidak terwujud diatas muka bumi Alloh SWT.

Masuk islam orang-orang yang kaya, orang-orang yang berkuasa, orang-orang yang diberikan Alloh SWT usia muda, tapi tetap juga dia tidak dapat mewujudkan rohmatan lil ‘alamin.

Kapan rohmatan lil ‘alamin itu baru dapat diwujudkan ?

Bukan dengan ke Nabian, bukan dengan Al-Qur’an ditangan, tapi setelah tegaknya Khilafatun Nubuwah, tidak akan ada yang dapat mewujudkan rohmatan lil ‘alamin selain daripada Khilafatun Nubuwah, khilafah alal minhajin nubuwah”

Itu adalah transkrip pidato ustadz fenomenal Abdul Somad. Beliau mengucapkan kalimat tersebut didepan jamaah Hizbut Tahrir Indonesia. Ada yang membela Ustadz Abdul Somad dengan mengatakan beliau hanya memberikan semangat kepada HTI, sehingga mengucap2kan kata tersebut. Tapi Ustadz Abdul Somad sendiri bukanlah anggota HTI, kata mereka. Ada yang membela beliau, bahwa video tersebut telah dipotong2 dan tidak utuh. Maksudnya ingin mengatakan bahwa Ustadz Abdul Somad tidak berniat menghina Rasulullah. Pendeknya, Ustadz Abdul Somad tidak salah. Kami paham.

baca selanjutnya >

Advertisements

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

baca selanjutnya >