Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

Perilaku kriminal ikhwanul muslimin tidak berubah. Dahulu maupun sekarang. Kekerasan adalah bahasanya. Kekuasaan adalah cita2nya. Dusta dan propaganda adalah bajunya. Dan islam dijadikan topeng untuk menutupi kebusukan hatinya.

Dan syria telah berkali-kali menjadi korban keganasan perilaku Ikhwanul Muslimin.

Syria yang hancur lebur dalam Perang kotor yang digagas dan dikomandoi ihwanul muslim sejak tahun 2011 sampai sekarang, sejarahnya dapat dilacak sejak pertempuran panjang pemerintah Syria melawan ikhwanul muslimin sejak tahun 60an dan berakhir dramatis dalam peristiwa Hama 1982.

Berapa kali selama ini kita diberitahu bahwa Hafeez Assad secara sistematis  telah membantai 20 ribu hingga 40 ribu rakyat syria dalam peristiwa Hama 1982?

Pencarian sederhana melalui google mengenai peristiwa hama 1982, mengkonfirmasi kedustaan ini. Media2 pendukung kriminal ikhwanul muslimin, spt aljazera maupun alrabiya, menyebutkan estimasi angka fantastis utk menggambarkan kekejaman Hafeez Assad. Middle East Watch, menyebut peristiwa hama 1982 sebagai peristiwa “the great repression” dalam reportnya tahun 1991. Dan sudah jamak jika peristiwa Hama 1982 disebut “Hama Massacre”

Dan tidak heran jika kemudian para simpatisan kriminal ikhwanul muslimin selalu mengulang2 peristiwa hama 1982 sbg justifikasi dan pembenaran alasan utk menjatuhkan presiden Bashar Assad skr. Lebih jauh lagi, sbg alasan pembenaran revolusi syria yg telah memakan korban ratusan ribu nyawa.

Namum dengan adanya UU kebebasan informasi Amerika Serikat, memungkinkan publik untuk mengakses dokumen US Defense Intelligence Agancy (DIA) mengenai peristiwa hama 1982 yg dibuka tahun 2012.  DIA ditulis pada medio Mei-1982, 3 bulan pasca kejadian. Tidak hanya menjelaskan betapa krimininalnya ikhwanul muslimin, DIA juga mengungkap korban tewas dari pihak ikhwanul muslimin hanya sekitar 2000 ribu teroris. Angka real mestinya tidak jauh dari itu tapi sangat jauh dari angka berlebihan sekitar 20 ribu atau 40 ribu seperti yang diungkap oleh media2 massa mainstream. Itupun yang tewas adalah para teroris bersenjata.

Laporan DIA ini juga sesuai dengan kesaksian Bill Rugh, wakil kepala misi Syria 1981-1984. Seperti yang diungkap Bill Rugh dalam tulisannya di Middle East Policy Council:

“Pada tanggal 29-November-1981 saya sedang duduk dikantor kedubes USA di damaskus syria. Ketika saya mendengar ledakan dahsyat. Sebuah bomb mobil meledak persis didepan kantor pusat Angkatan Udara Syria. Ledakan ini menghancurkan bagian depan bangunan dan jendela. Ledakan itu juga melontarkan bagian2 tubuh manusia ke sekolah komunitas Amerika yang berada di seberang jalan. Kami memperkirakan ada sekitar 60 orang tewas. Orang tua dan anak2 di sekolah shock dan trauma.

Serangan ini tdk ditujukan langsung kepada Amerika serikat, tapi menjadi bagian serial serangan yang sudah dilakukan Ikhwanul Muslimin selama 5 tahun kebelakang terhadap pemerintah syria.

Lalu 9 minggu kemudian, peperangan besar terjadi antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin. Perang pecah di kota Hama, 100 mil utara Damaskus.

2-Februari-1982, tentara syria mengepung Hama, untuk menumpas pemberontakan Ikhwanul Muslimin. Tapi tentara syria dihadang banyak penembak jitu. Segera terjadi peperangan diantara mereka.

Tidak ada berita yang keluar mengenari peperangan terebut, tapi atase militer kita melalui sumber2 dilapangan dapat mengikuti perkembangan Hama secara ketat. Karena itu tugas mereka.

Dari laporannya, kita tahu pemberontak banyak menggali terowongan dan tentara syria yg dikepalai saudara Hafeez Assad, Rifaat Assad, telah mengepung kota dari berbagai sisi. Pertempuran berlangsung selama 27 hari dan tidak ada berita yang keluar di media massa tapi setiap orang di Damaskus tahu persis bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di Hama. Ketika atase militer kita berhasil memasuki kota, mereka menemukan hanya bagian kecil kota yang rusak. Beberapa gedung dan masjid rata dengan tanah.

Sebenarnya tidak seluruh kota dihancurkan. Saya memasuki Hama maret 1982, beberapa minggu setelah pertempuran usai. Dan banyak bagian kota berjalan normal seakan2 tdk terjadi apa2. Banyak gedung komersial yang bahkan tidak tersentuh pertempuran. Saya mengunjungi lapangan utama, tempat favorit turis, dan saya melihat roda kayu raksasa abad ke-13, yang tingginya 90 kaki, masih berdiri kokoh ditepi sungai Orantes yang membelah kota Hama.

Saya melihat gedung seluas lapangan sepak bola rata dgn tanah. Dan berdiri disitu, saya masih melihat semua area disekitarnya masih berdiri seakan2 tdk terjadi apa2.

Saya mengunjungi Hama kembali tahun 2005 dan saya tidak melihat sedikitpun bekas2 pertempuran tahun 1982. Semua yang hancur sudah diperbaiki ulang. Dan bagian2 yang tidak terkena peperangan masih terlihat spt aslinya.

Ketika laporan muncul di koran2 media barat dan majalah2 maupun buku yang ditulis Tom Friedman (dari Beirut ke Yerussalem) , mereka mengatakan semua bagian kota telah hancur. Mengherankan. Hiperbola media benar2 mengejutkan. Hama sejatinya secara harfiah memang tidak diratakan, sebagaimana klaim banyak media” (Bill Rugh)

Selain mengungkap kebohongan angka korban perang Hama 1982, laporan DIA juga menarik karena mengungkap garis besar mengenai taktik, metode dan narasi yang digunakan Ikhwanul Muslimin yang ternyata sangat mirip dengan taktik dan narasi para teroris dalam perang syria saat ini.

Kekerasan sudah terjadi antara Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Syria sesaat setelah partai Ba’th naik ketampuk kekuasaan tahun 1964. April 1964, kerusuhan meletus di Hama, dipimpin Marwan Hadid, salah satu petinggi Ikhwanul Muslimin yang menggunakan masjid sbg basis perlawanan. Masjid yang seharusnya suci dari perilaku busuk politikus, sejak awal mula sudah digunakan Ikhwanul Muslimin sbg bagian dari stratagi pemberontakan. Januari 1965, kekerasan di Hama telah memicu kekerasan lanjutan di Damaskus. Selanjutnya April 1967, kekerasan juga terjadi di semua kantong2 wilayah Ikhwanul Muslimin berada di seluruh syria.

Setelah Hafeez Assad naik ke puncak kekuasaan, November-1970, beliau berusaha menurunkan eskalasi ketegangan dengan Ikhwanul Muslimin. Tapi itupun tidak lama. Kekerasan yang dipicu Ikhwanul Muslimin masih berlanjut. Pecah kerusuhan tahun 1973 sebagai reaksi kemarahan atas sikap Hafeez Assad yang menjadikan syria sebagai negara sekuler dan menolak formalisasi syariat islam. Bagi ikhwanul Muslimin, ini adalah bukti bahwa Hafeez Assad anti islam.

Bagi ikhwanul Muslimin: Islam adalah solusi, tujuannya adalah Allah, Quran konstitusinya, nabi Muhammad adalah pemimpinnya,  jihad adalah jalan hidup dan mati syahid adalah impiannya.

Terdengar sangat familiar dengan perilaku ikhwanul muslimin ini, huh?

Berbagai literatur menyebutkan bahwa tahun 1976 adalah tahun awal dari perang syria pertama. Pada tahun tersebut, beberapa milisi dibawah ikhwanul Muslimin sudah memulai kampanye perang melawan pemerintah sah Syria.

Salah satu taktik Ikhwanul Muslimin melawan pemerintahan syria saat itu adalah penggunaan sayap2 militer binaanya utk memperluas perlawanan spt milisi Al-Tali’a al-Muqatila, Jundullah, Assyabab Muhammad, Jaisy AlMukmin, Jaisy AlIslam, dll.

Ini paralel dengan milisi kriminal afiliasi ikhwanul Muslimin seperti jahbat Nusra, Ahrar Assyam, jaisy Al-Islam, Nuruddin Al-Zinki yang menghancurkan syria modern saat ini.

Dengan menggunakan milisi2 kriminal spt itu, serangkaian kekerasan dilakukan Ikhwanul Muslimin untuk menunjukkan kesan bahwa perlawanan dilakukan seluruh komponen rakyat Syria.

Juni 1979, akademi Militer Aleppo diserbu gabungan milisi2 Ikhwanul Muslimin. 50 kadet atau calon taruna Syria dibantai. Dan puluhan luka berat. Kejadian tersebut memicu perlakuan keras pemerintah syria kepada Ikhwanul Muslimin.

Tahun 1980 bisa dibilang tahun2 genting Syria dimana eskalasi kekerasan antara pemerintah syria melawan Ikhwanul Muslimin memuncak. 26-Juni-1980, ikhwanul muslimin mencoba membunuh Hafeez Assad. 2 buah granad dan senapa otomatis diarahkan ke Hafeez Assad. Ajaibnya, hafeez Assad berhasil menendang salah satu granad, dan granad satunya berhasil dinetralisir pengawalnya.

Peristiwa ini dibalas oleh Hafeez Assad dengan mengeksekusi anggota dan simpatisan ikhwanul Muslimin yang sedang menjalani hukuman dipenjara Palmyra. Bulan Juli 1980, pemerintah syria mengeluarkan UU no 49 yang memberikan amnesti untuk anggota ikhwanul Muslimin yang menyerah. 1052 anggota Ikhwanul Muslimin kembali ke pangkuan Syria dan sisanya masih melanjutkan kekerasan sistematis. Tahun 1981, anggota Ikhwan yang menolak menyerah melanjutkan perlawanan terhadap pemerintah Syria dan menjadi Hama sebagai pusat perlawanan. Kekerasan dalam skala kecil maupun besar terjadi hampir setiap hari hingga mencapai klimaks tanggal 2-februari-1982.

Milisi Ikhwanul Muslimin menyerang kantor2 pemerintah, menguasainya dan membunuh banyak pegawainya. Lebih dari 70 pejabat partai Ba’th disembelih dijalanan. Dan sisanya dieksekusi di tahanan. Mereka juga menyasar desa2 minoritas dan warga sipil yang pro pemerintah, membunuh dan menyandera sebagian diantaranya. Mereka menyatakan diri merdeka dari pemerintah pusat dan menolak tunduk kepada pemerintah.

[Apa yang kalian harapkan pemerintah syria akan lakukan jika ada pemberontak model begini? Mengajak berunding Ikhwanul Muslimin dan bermanis muka dengan alasan HAM? Berbicara lembut dan mengajak dialog? Hampir 20 tahun ikhwanul muslimin syria tidak mengenal bahasa kecuali bahasa kekerasan]

Sebagai bagian dari menyebarkan propaganda, Ikhwanul Muslimin menyampaikan berita dusta mengenai dukungan massif rakyat Hama dan syria kepada pemberontak,  menyebarkan gosip mengenai desersi besar2an tentara syria kepada pemberontak dan menyebarkan isue mengenai meluasnya perang hingga Aleppo.

Untuk mendukung pemberontakannya di Hama, kriminal Ikhwanul Muslimin tidak segan2 menggunakan masjid sebagai tempat propaganda. Laporan DIA, menyebutkan bahwa tanggal 2-Februari-1982, persis saat pemberontakan Hama meletus, ikhwanul muslimin menggunakan load speaker masjid di puncak menara utk memanggil para kriminal utk bergabung bersama Ikhwanul Muslimin melawan tentara pemerintah sah Syria. Mereka juga memberitahu massa bahwa semua senjata sudah tersedia di masjid.

Press release dibuat di eropa dan USA, dan disebarkan kekawasan timteng secara massif melalu kantor berita phalangist Lebanon dan Voice of Arab Iraq.

Dari Bonn, Jerman, Ikhwanul Muslimin menyebarkan berita 3000 tentara syria telah tewas ditangan kriminal dan Hama berhasil dikuasai Ikhwanul Muslimin. Bukanlah hal aneh jika Ikhwanul Muslimin menggunakan Bonn sbg basis propaganda, karena Ikhwanul Muslimin memiliki kantor di Eropa, termasuk di London dan Munich.

Dari Hongkong, mereka menyiarkan kabar jika stasion radio Aleppo sudah jatuh dan dari Paris, mereka menyiarkan propaganda jika unit pertahanan syria telah bergabung bersama reovolusi islam yang digagas ikhwanul Muslimin. Dari vienna, Ikhwanul muslimin menyebarkan gosip, jika pertempuran meluas hingga Damaskus,  Lattakia, Aleppo hingga timur syria. Dari Turkey, mereka menyebarkan berita jika jalan tol Damaskus-Hama-Aleppo juga telah jatuh. Dari Iraq, mereka mengeluarkan fatwa jika jihad melawan pemerintahan Hafeez Assad adalah wajib dan melarang masyarakat membayar pajak kepeda pemerintah.

Semua klaim2 ikhwanul Muslimin tersebut ternyata kosong dan tidak berdasar kepada bukti empiris. Laporan DIA dan kesaksian Bill Rugh bahkan mengkonfirmasi, bahwa kerusuhan hanya terlokalisasi di Hama dan tdk meluas sedikitpun ke kota2 lainnya. Kantor  berita syria, bahkan tdk mengabarkan sedikipun mengenai kejadian yang sebenarnya di Hama. Karena media syria dikontrol penuh pemerintah saat itu. Praktis, kebanyakan rakyat syria tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya di Hama.

Kemenangan gemilang Hafeez Assad dalam pertempuran Hama dan sedikitnya dukungan masyarakat sipil terhadap kriminal Ikhwanul Muslimin mengkonfirmas setidaknya 3 hal:

Pertama, keberhasilan strategi Hafeez Assad dalam peristiwa Hama 1982, berbasis kepada fakta bahwa kebanyakan rakyat syria – tidak peduli mengenai sikap politik mereka kepada pemerintah Assad- tidak menginginkan negara syria dikuasai para kriminal Ikhwanul Muslimin. Mungkin mayoritas syria ingin syria dikuasai dari kalangan sunni instead of Alawite, tapi rakyat syria lebih memilih pragmatis. Hanya Hafeez Assad sejauh ini yang berhasil memberikan stabilitas dan keamanan pasca merdeka dari Perancis tahun 1946. Dan karenanya, pemberontakan Ikhwanul Muslimin tidak mengakar di masyarakat.

Dua, sejauh ini rakyat syria masih setia memilih negara syria sebagai negara sekuler dan plural, sebagai sebuah sistem yang dapat menjamin hak2 mayoritas sambil tidak melupakan minoritas. Rakyat syria masih mendukung prinsip negara: Agama untuk Tuhan dan negara untuk Masyarakat.

Tiga, peristiwa Hama menjelaskan kepada kita bagaimana modus operandi para kriminal Ikhwanul Muslimin dalam meraih kekuasaan. Gerakan pemberontakan mereka selalu berbasis kepada bomb bunuh diri dan pembantaian utk menebar ketakutan di masyarakat, menimbulkan kepanikan, yang tujuan akhirnya menghilangkan kepercayaan masyakat kepada pemerintah. Mereka juga gemar menggunakan jubah2 agama utk menutupi nafsu busuk mereka akan kekuasaan. Serta penggunaan masjid secara massif utk meraih massa dan menebar propaganda dusta.

Siapapun yang membaca dan meneliti peristiwa Hama 1982, akan melihat kesamaan modus operandi Ikhwanul Muslimin dalam perang modern syria 2011. Bahkan modus operandi itu juga digunakan di wilayah2 islam lainnya dikala ikhwanul Muslimin hadir dan berniat meraih kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin sejak awal mula memang bajingan dan sekarangpun masih bajingan.

Referensi:

  1. http://www.mepc.org/commentary/syria-hama-massacre
  2. https://www.counterpunch.org/2016/12/23/statistics-in-the-information-war-an-instructive-example-from-hama-1982/
  3. Tim anderson :  https://m.facebook.com/notes/tim-anderson/the-muslim-brotherhoods-hama-syria-rebellion-in-1982/10151553345131234/
  4. Robert Fisk :  http://www.independent.co.uk/voices/commentators/fisk/robert-fisk-the-new-focus-of-syrias-crackdown-has-seen-similar-bloodshed-before-2307427.html
  5. Dokumen DIA
Advertisements

Hamas dan Pengkhianatan2 mereka

Artikel ini sengaja saya buat untuk kawab saya, yang memiliki pandangan absurd. Mengagumi hamas dan membela Assad sekaligus. Bagi saya itu tidak bisa diterima dengan alasan2 dibawah ini.


Hamas dan Pengkhianatan2 mereka

oleh subbhan a, blogger

 

Qusayr battle: Videos of latest army operations

Battle of Qusayr: Perang yang menjadi saksi bisu perpecahan bangsa palestina. Satu pihak mendukung tentara Syria AlAssad, dan pihak lainnya justru mendukung pemberontak

Hamas itu sebenarnya adalah simpatisan Ihkwanul Muslimin. Bahkan leadermya, Ismail Haniyeh, terang2an membaiat Muhammad Badie, leader IM. Ini beritanya. Dan bisa ditelusuri di sumber2 lainnya dari yg ada didalamnya.

Hamas Leader Pledges Oath To New Egyptian Muslim Brotherhood Leader

https://www.globalmbwatch.com/2010/02/08/hamas-leader-pledges-oath-to-new-egyptian-muslim-brotherhood-leader/

Dan ini videonya ketika Ismail Haniyeh membaiat ikhwanul Muslimin

Ini video lebih lengkap

Tapi memang Hamas itu memang gak punya malu dan tebal muka. Sama seperti tuannya, Ikhwanul Muslimin. Selalu bermain di dua kaki. Dan sejarahnya juga dikenal memberontak dan membangkang tapi maunya dianggap pejuang demokrasi.

Di mesir dia membunuh PM Fahmy Nokhrasy tahun 1948. Juga pernah mencoba membunuh presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Pernah pula menghancurkan 750 gedung di kairo dan membuat kerusuhan dijalanan. Sepanjang kehadirannya di Mesir, wajah mesir selalu dihiasi dengan demonstrasi  dan saling kecam sesama anak bangsa. Tapi ketika diberangus, mereka akan bermain drama play victim dan berlindung dibalik demokrasi.

[Terdengar familiar dengan perilaku pendukungnya disini huh?]

Di syria, juga begitu. Selalu bughot dengan cara2 kekerasan. Dua kali melakukan pemberontakaan melawan pemerintahan. Tahun 1963-1964 dan thn 1976-1982 yg diakhiri dengann peristiwa hama. Mereka merengsek kekota, merebut kantor2 pemerintahan di Hama, membunuh pejabat2nya dan memenuhi jalanan dengan para pemberontak bersenjata berkeliaran.

Dan the great Hafeez Assad menyelesaikan masalah tersebut dengan cara sederhana: Basmi semuamya. Once for All

Dan seperti diduga, pendukungnya disini selalu hanya mengenang kejahatan presiden Hafeez Assad. Narasi Hama, selalu diulang-ulang untuk menunjukkan kekejian Assad dan disaat yg sama mereka lupa bahwa Erdogan, idola mereka, melalukan pendekatan yg sama dgn Hafeez Assad.

Tanyakan mereka: jika hal yg sama dilakukan pemuda nasionalis turkey yg muak dgn cara pemerintahan islamist ala Erdogan, lalu menguasai jalanan istambul dan kemudian menguasainya. Kira2 Erdogan menghadapi barisan pemuda spt ini dgn kekerasan atau justru memberikan mawar? Faktanya, bahkan ketika coup yg gagal kemarin, pasukan erdogan malah mempermalukan militer didepan umum dengan menelanjangi mereka dan memecutnya didepan umum. Menangkap ribuan pejabat, memecat ribuan guru, dan memenjarakan ribuan oposan. Tanpa pengadilan.

Dan sekiranya para militer  turkey yg merencanakan koup mengambil pendekatan yg sama seperti Ikhwanul Muslimin dengan cara menguasai jalanan Hama tahun 1982, maka tanpa ragu: Erdogan pun pasti membasmi mereka.

Tapi ada perbedaanya: jika militer turkey yg gagal melakukan kup kemarin enggan melanjutkan pemberontakannya karena mereka mencintai turkey negaranya, maka pemuda2 syria anggota IM yg mengacau di Hama, justru lebih mencintai ideologinya daripada negaranya.

Tak heran, para pemuda IM syria, lebih senang melihat negara syria hancur demi membela ideologi sesatnya.

Baca selengkapnya:

Sejarah Ikhwanul Muslimin
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Muslim_Brotherhood

Like father like son. IM yang gak punya malu, maka sayap militernya Hamas pun gak punya malu.

Hamas, yang ditolak dimana2 pada awal pendiriannya, ditolak qatar, ditolan jordan, ditolak saudi, karena semuanya takut akan membahayakan hubungannya dengan israel.

“Katakan kepada mereka wahai hamas,
Katakan kepada mereka wahai khaleed messal,
Katakan kepada mereka wahai abeel waleed,
Katakan kepada mereka:

siapa yg merangkulmu selama ini?
siapa yg telah membelamu selama ini?”

Kata Syaikh Amad Hassoun, mufti syria.

Itu pertanyaan retorik dari Mufti Syria. Semua orang diseluruh dunia tahu, ketika tidak ada yg mau merangkul palestina yg terlunta, tidak ada yg menerima hamas, Syria yg pernah dihianati induk semang Hamas, IM, justru masih mau menampung hamas dan palestina.

Ingat, menampung pengungsi dari negara2 konflik, apalagi menampung aktivis2nya, maka tidak saja anda harus menyiapkan tempat tinggal dan makanan mereka, tapi anda harus menampung semua permasalahan mereka dan juga siap dengan konsekuensi2 politik yg dibawa mereka.

Hamas telah secara resmi mendeklarasikan perang melawan israel, bahkan kelahirannya pun dibidani karena perlawanan terhadap israel. Maka ketika anda berani menampung hamas, maka anda menampung semua idelogi perlawanan hamas. Dan artinya: anda harus siap bererang dgn Israel.

Sikap itu tidak berani diambil saudi, turkey, qatar, maupun Jordan. Tapi berani diambil Syria al Assad. Dan kantor pusatnya pun berdiri di Syria selama hamas terusir dari palestina.

Dan ketika hamas berhasil mengusai pemilu palestina tahun 2006, siapa yg membantu pemerintahannya? Iran!

Tentu saja Iran, dengan memberikan donasi secara cuma2 120 juta dollar atau hampir 2 Trilyun setiap tahun . Dan itu cukup untuk membiayai kegiatan2 Hamas, mengganji pegawai2nya dan menjalakan roda pemerintahan.

Bisa dibaca disini:

Iran gave $120 mln to Hamas govt – Palestinian FM
http://uk.mobile.reuters.com/article/idUKBLA65319520061116

dan ini :

Iran Increases Palestinian Aid to 120 million Dollar
http://english.aawsat.com/2006/11/article55264606/iran-increases-palestinian-aid-to-120-million-dollars

Dan seluruh duniapun tahu, jika hezbollah dan Iran-lah yang mentraining militer dan memodernkan peralatan militer Hamas.

Baca disini:

Iran-Hamas Relationship in 2008
http://www.irantracker.org/military-activities/iran-hamas-relationship-2008

Dan setelah semua yag syria lakukan untuk Hamas, menampung mereka dan menerima akibat pahit dari perbuatan baiknya, dan setelah Iran membiayai hamas dan melatihnya, memodernkan peralatan tempur mereka, maka inilah balasan yg diberika Hamas kepada Syria dan Iran.

Satu2nya bahasa yg dikenal oleh Hamas dan IM adalah: berkhianat

“Hamas telah mengkhianati kami berkali-kali”, kata Bashar Assad presiden Syria.

“Sejak krisis syria dimulai, mereka berkata bawa mereka telah menasehati kami. Itu dusta”, kata Assad “mereka juga berkata bahwa kami meminta tolong kepada mereka. Itu juga dusta. Apa urusan mereka dengan urusan internal bangsa Syria”.

Assad juga menekankan bahwa Ikhwanul Muslimin, induk semang hamas, selama 80 tahun telah terkenal sebagai pihak oportunis dan pengkhianat.

“Ini bukan pertama kali mereka berkhianat. Mereka sudah berkhianat tahun 2007 dan 2008. Dan sejarah mereka penuh pengkhianatan. Hamas telah memilih sejak hari pertama krisis syria untuk melawan bangsa syria. Dan mereka sudah membuat pillihan. Dan semoga ada yg mau menasehati mereka utk konsisten dijalan perlawanan (terhadap israel)”

Assad jelas terluka. Terluka oleh pengkhianatan Hamas. Dan siapa yg tidak terluka diperlakukan sedemikian jahat oleh hamas.

Baca selengkapnya disini:

Assad: Hamas Has Betrayed Us Repeatedly, But…
http://english.al-akhbar.com/node/17324

baca juga disini:

Syrians will never forget Hamas betrayal. We gave them weapons against the Israelis but they turned those guns on us

https://themuslimissue.wordpress.com/2015/01/30/syrians-will-never-forget-hamas-betrayal-we-gave-them-weapons-against-the-israelis-but-they-turned-those-guns-on-us/

Dalam interview dengan majalah express swedia, Bashar aassad juga mengatakan Hamas telah bersekutu dengan jahbat Nusra, yg berafiliasi dengan alqoida.

Dan dalam perang Qurasyr mei-2013 yang menentukan, pasca direbutnya kembali Qusayr dari penguasaan para teroris bangsat, ditemukan sejumlah device  buatan Iran dan Hezbollah yg pernah diransfer ke Hamas di terowongan2 yang digunakan para terorias.

Hamas melalu sayap militernya Izzudin AlQossam juga diketahui membantu para teroris bangsat membangun tunnel2 bawah tanah. Pengatahuan sangat membantu parab teroris bangsat utk terus mengobarkan kerusakan dan kebiadabannya ditanah Syria.

Bisa dibaca disini:

How did Hamas’s military expertise end up with Syria’s rebels?
http://www.middleeasteye.net/news/how-did-hamass-military-expertise-end-syrias-rebels-1129524334

Dan disini:

The Hamas-Hezbollah Split on the Syrian War
http://english.al-akhbar.com/node/16195

Pengkhianatan hamas membuat Presiden Bashar Assad kecewa dan marah dan berujung pengusiran kantor pusat hamas dari damascus. Mereka lebih memilih mesir (saat itu presidennya masih Morsi, top leader IM) dan qatar (penasehat IM, yusuf qordowi tinggal di qatar) karena alasan ideologis.

Baca disini:

Hamas political leaders leave Syria for Egypt and Qatar
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-17192278

Bahkan presiden Turkey bersedia menampung Hamas. Erdogan, presiden turkey juga top leader IM, induk semang hamas.

Baca disini segala puja-puji Khaleed Messal buat Erdogan :

Erdogan Adopts Islamic Fervor For Turkey’s Future and His Own
http://www.al-monitor.com/pulse/politics/2012/09/erdogan-leader-of-islamic-world.html

Dan ini perkataan Ismail Haniyeh, yg sungguh menyakiti bangsa syria:

“Saya bangga kepada kebangkitan bangsa arab dan saya bangga kepada perlawanan rakyat syria yg membela kemerdekaan, demokrasi dan reformasi” kata Ismail Haniyeh dihadapan jamaah sholat jumat di masjid AlAzhar, kairo Mesir.

“Kita berbaris menuju syria dengan jutaan syuhada! Katakan tidak untuk Iran. Katakan tidak untuk Hezbollah. Revolusi syria adalah revolusi bangsa Arab”

Baca disini selengkapnya:

Hamas ditches Assad, backs Syrian revolt
http://mobile.reuters.com/article/idUSTRE81N1CC20120224

Kita juga tidak perlu terkejut jika hamas lalu memilih bergabung dgn Mesir era Morsi, qatar atau Turkey. Sebagaimana yg dikatakan Assad, sejak awal, Hamas sudah terlibat memerangi bangsa syria dan karena itu wajar jika mereka kembali ke induk semangnya mesir-qatar-turkey yg juga turut serta memerangi bangsa syria.

Sejarah Ikhwanul dan Hamas adalah sejarah penuh penghianatan. Tapi pendukung2nya disini malah memaki2 Assad dengan sebutan buruk: kafir, sesat, biadab, bengis, diktator dan sebutan buruk lainnya.

Mungkin kita harus bertanya kepada mereka:

Sejak kapankan Bashar Assad kafir?

Mengapa kafirnya Bashar Assad hanya terdengar sejak tahun 2011?
Kemana kalian ketika Syria dibawah Hafez Assad menerima dgn tangan terbuka eksistensi Hamas dan menerima jutaan pengungsi palestina.
Adakah sebutan kafir untuknya?
Kemana kalian ketika Bashar Assad bersama sahabat2nya Iran dan Hezbollah membantu Hamas dalam konflik Gaza 2008-2009?
Adakah sebutan kafir untuknya?

Negara2 arab bahkan mengecam kalian sebagai pihak agressor dan membahayakan negara2 arab untuk terjun dalam konflik dengan Israel. Tidak ada yg membela kalian sejak awal krisis Gaza dimulai kecuali Assad.

jika Assad memang kafir dan sesat seperti tuduhan kalian, mengapa Hamas rela mengais nasi dan mencari perlindungan Assad? Bukankah kalian menganggap, kafir hukumnya meminta perlindungan terhadap orang kafir?

Jika Assad tidak kafir saat itu, maka mengapa kalian menghina Assad sebagai pemimpin yg kafir dan sesat?

Ada begitu banyak pertanyaan terkait logika2 sesat mereka. Tapi jika mereka berani berduata atas nama agama dan atas nama Jihad, maka jika hanya sekedar mematikan akal sehat, adalah persoalaan kecil bagi mereka. Its just a piece of cake.

Oposisi, Pemberontak, Dan Syria

Oposisi, Pemberontak, dan Syria
oleh Subbhan a, blogger

Ketika Erdogan dikudeta, pihak yg pertama menentang adalah Kemal Kilicdaroglu, leader partai republik rakyat, oposan paling sengit Erdogan.

Dimata Kilicdaroglu, sejahat2nya Erdogan, dia adalah presiden turkey, dan dipilih secara demokratis oleh rakyat Turkey dan karenanya harus dibela jika dikudeta, demi nilai2 demokrasi. Bagi Kilicdaroglu, supremasi sipil harus diatas militer at any cost!

Maka Kilicdaroglu bisa disebut oposan loyal. Walau dia tidak setuju, eneg, benci sama Erdogan, tapi dia masih menganggap Erdogan presiden sah turkey, yg wajahnya mewakili Turkey.

Oposan seperti ini sangat banyak didunia ini. Di Indonesia juga banyak oposan kepada Jokowi misalnya. sebut saja diantaranya Habib Rizieq, Prabowo, dan golongan2 islamis lainnya.

Tapi oposan loyal ini akan disebut pemberontak jika mengangkat senjata melawan pemerintah hanya karena dilatari kebencian kepada Presiden. Karena sebesar apapun kebencianmu kepada presiden, jika anda masih loyal kepada negaramu, maka anda harus mengikuti aturan mainnya.

Itulah aturan mainnya dalam kondisi damai. Dan itu berlaku umum dinegara manapun didunia ini.

Tetapi dalam keadaan perang tidak ada lagi yang namanya oposan loyal. Yang ada cuma: You are either with us OR against us. Jika anda tidak bersama kami, maka anda musuh kami. Karena itu, di Syria, walau syaikh Buthi berkali2 mengatakan netral, dan membela kepentingan Syria dan bukannya kepentingan Assad, syaikh Buthi tetap dianggap musuh, batu sandungan, kerikil tajam dimata para teroris. Kenapa? Karena dimasa perang, tidak ada yang namanya netral. Anda harus berpihak. Karena ketika anda netral, anda tetap dianggap berpihak terutama oleh pihak-pihak yang sedang terdesak.

Prinsip ini juga diamini oleh para teroris syria. Dan karena alasan itulah Syaikh Buthi harus dibunuh.

Di syria, sebenarnya banyak ulama sunni aswaja dan sufi. mereka justru memilih tinggal di damaskus, benteng terkuat Assad. Sebut saja nama-nama mereka diantaranya: Syaikh Adib Hassoun, Syaikh Buthi, Syaikh Rajab Dieb, Syaikh Muhammad Rajab Dieb, Syaikh Taufiq AlButhi, Syaikh Ahmad Hassoun, Syaikh Wahbah Zuhaili, Syaikh Ahmad Habbal Arrifai (salah satu wali abdal dari 40 wali abdal), Syaikh Shukri Alluhafi Asyadzili (salah satu wali abdal dari 40 wali abdal), dan ratusan ulama2 otoritatif Sunni aswaja dan sufi.

Belum lagi para sarjana terkemuka islam yang semuanya berlindung dibalik kemananan yang disediakan Assad.

Presiden Bashar Assad dikelilingi para ulama aswaja.

Presiden Bashar Assad dikelilingi para ulama aswaja.

Dalam kondisi damai, boleh saja ulama2 sunni hebat aswaja tersebut mengkritik Presiden Assad dan menasehatinya. Sebagaimana peran ulama yang memang seharusnya memberikan nasehat kepada penguasa. Maka ulama seperti ini dapat menjadi oposan loyal bagi Presiden Assad demi kebaikan negara tentunya.

Bukti sahih bahwa para ulama aswaja ini adalah oposisi yang loyal kepada Presiden Assad adalah: mereka tidak mengangkat senjata dan tidak menyerukan jihad melawan Assad. Bahkan ketika kondisi Presiden Assad terjepit sekalipun dan tengah dikepung para teroris.

Mereka masih mau tetap tinggal di Damaskus, di ibu kota negara Syria, dan tidak memilih tinggal di wilayah2 para teroris atau mengungsi ke luar negeri. Tidak sekalipun mereka mengecam Presiden Assad dan memberikan dukungan kepada teroris.

Seperti kata Syaikh Buthi : Sejak awal perang, banyak tawaran dari luar negeri untuk menampung saya. Mereka bahkan bersedia memberikan segala kebutuhan saya. Tapi saya menolaknya.

Kenapa Syaikh Buthi menolak tawaran tersebut? Karena beliau ra masih mencintai tanah Syria.

Ada ratusan ulama-ulama hebat syria seperti halnya Syaikh Buthi masih memilih tinggal di Syria, bercengkarama bersama Presiden Assad bahkan mereka sholat juga bersama Presiden Assad. Mereka inilah pendukung Presiden Assad yang sebenarnya. Kehadiran mereka di Syria adalah legitimasi betapa Assad masih mendapat dukungan rakyat syria dan ulama2 aswaja Syria, Jika dimasa damai, mereka mungkin saja mengkritik gaya kepemimpinan Assad, tapi dimasa perang mereka adalah pendukung Assad.

 

Presiden Assad sedang sholat bersa

Presiden Assad sedang sholat bersama ulama-ulama sunni Syria

Presiden Assad bercengkrama bersama Syaikh Buthi dan ulama2 awaja Syria setelah sholat

Presiden Assad bercengkrama dengan Syaikh Buthi dan ulama2 awaja Syria setelah sholat

Dimata logika waras, ulama2 sunni Syria tersebut adalah pendukung Assad.

Dimata kaum sesat pikir dan cingkrang otak, ulama2 tsb adalah musuh Assad walau mereka tinggal di damaskus dan sholat bersama Assad.

Dan kepada mereka yang sering mengatakan bahwa presiden Assad adalah seorang yang sesat, kafir, syiah, laknat, berhala, munafik, ahli neraka dan lain-lain sebutan buruk, maka saya tidak tahu, apakah mereka sedang menghina Assad atau sedang menghina Ulama-ulama hebat sunni aswaja dan para sufi syria yang sejauh ini loyal kepada Assad?

Mengatakan Assad sesat, sama artinya mengatakan bahwa ulama sunni aswaja dan para sufi syria, rela dipimpin presiden sesat. Bahkan ulama-ulama tersebut sholat bareng Assad.

Ulama sunni aswaja bersedia sholat bersama orang sesat? Hanya kaum cingkrang otak yan percaya logika sesat ini.