Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria

Serial para Kriminal: Ikhwanul Muslimin Syria
Oleh: subbhan a (blogger)

Hafeez Assad bersama Rifaat Assad, komandan pembersihan Hama 1982 dari anasir jahat Ikhwanul Muslimin

tidak ada yang lebih membahayakan islam kecuali (mereka yang) mendistorsi makna islam sambil  memakai jubah2 islam.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin sedang lakukan!
Mereka membunuh atas nama islam.
Mereka membantai atas nama islam.
Mereka membantai anak2, wanita dan orang tua atas nama islam.
Mereka menghancurkan sebuah keluarga atas nama islam.
Mereka ulurkan tangan mereka kepada orang asing dan agen2nya di perbatasan negara kita.
Mereka ulurkan tangan mereka untuk menerima uang dan senjata dan menggunakannya untuk mengkhinati negara ini dan menghancurkannya.

Lalu mereka membunuh warga sipil negara ini, dan menghabisi sebuah keluarga didesa dan dikota.
Inilah yang kriminal ikhwanul muslimin lakukan!
Inilah yang kriminal Ikhwanul Muslimin lakukan!
Mereka menerima uang dan senjata untuk membunuh negara ini, menghancurkan negara ini dan melemahkan negara ini” (Hafeez Assad, Januari 1982)

Damned! I love Hafeez Assad!

Orasi yang mengesankan. Hafeez Assad mengucapkan pidato ini 35 tahun lalu, tapi setiap katanya menggambarkan secara persis perilaku kriminal Ikhwanul Muslimin.

baca selanjutnya >

Advertisements

Moscow Declaration: Rasionalitas Turki atas Syria

Moscow Declaration: Rasionalitas Turki atas Syria
by Arief Masdi*

lavrov

Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov (Tengah), Menteri Luar Negeri Turkey, Mevlut Cavusoglu (Kanan)  and Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menghadiri deklarasi Moskow, Russia December 20, 2016

Setelah kejatuhan Aleppo ke tangan Pemerintah Syria yg sah dan berdaulat, pada awal Desember yg lalu. Turki sbg salah satu pendukung oposisi syria (rebels)  nampaknya mulai bersikap realistis. Tdk ada lagi keinginan memaksakan jatuhnya Bashaar Assad dan tdk ada lagi sentimen sunni-syiah spt yg diproduksi sebelum dan selama perang oleh corong media Amerika dan Sekutunya.

Rusia, Turki, Iran sepakat menandatangani kesepakatan bersama untuk pemulihan syria dalam proposal Moscow Declaration yg ditandatangani tgl 20 Des 2016 lalu. Artinya, syria akan dipulihkan dari dampak perang, pengungsi ditangani, dan syria dijaga keamanannya termasuk menjaga dari serangan para teroris – kelompok militan seperti ISIS, Syrian Al Qaedah dan Jahbat Al Nusra.

Walaupun upaya kesepakatan kubu Moscow ini coba diganggu oleh aksi Mevkut Mert Altintas, seorang aktivis garis keras sunni yg menembak mati *Dubes Rusia, Andrei Karlov* di Turki pada tgl 19 Des 2016 atau sehari sebelum penandatanganan moscow declaration. Hehe… kaki tangan CIA dan Israel memanfaatkan kelompok garis geras islam. Betapa menggelikan.

Langkah Turki tsb, praktis meninggalkan sakit hati dan membuat berang pihak oposisi syria (rebels) yg diotaki oleh Amerika, negara2 NATO, Arab Saudi dan Qatar, karena Turki sendiri sebelumnya adalah bagian dari kubu pendukung opisisi, sampai kejatuhan kota Aleppo.

baca selanjutnya >

Oposisi, Pemberontak, Dan Syria

Oposisi, Pemberontak, dan Syria
oleh Subbhan a, blogger

Ketika Erdogan dikudeta, pihak yg pertama menentang adalah Kemal Kilicdaroglu, leader partai republik rakyat, oposan paling sengit Erdogan.

Dimata Kilicdaroglu, sejahat2nya Erdogan, dia adalah presiden turkey, dan dipilih secara demokratis oleh rakyat Turkey dan karenanya harus dibela jika dikudeta, demi nilai2 demokrasi. Bagi Kilicdaroglu, supremasi sipil harus diatas militer at any cost!

Maka Kilicdaroglu bisa disebut oposan loyal. Walau dia tidak setuju, eneg, benci sama Erdogan, tapi dia masih menganggap Erdogan presiden sah turkey, yg wajahnya mewakili Turkey.

Oposan seperti ini sangat banyak didunia ini. Di Indonesia juga banyak oposan kepada Jokowi misalnya. sebut saja diantaranya Habib Rizieq, Prabowo, dan golongan2 islamis lainnya.

Tapi oposan loyal ini akan disebut pemberontak jika mengangkat senjata melawan pemerintah hanya karena dilatari kebencian kepada Presiden. Karena sebesar apapun kebencianmu kepada presiden, jika anda masih loyal kepada negaramu, maka anda harus mengikuti aturan mainnya.

Itulah aturan mainnya dalam kondisi damai. Dan itu berlaku umum dinegara manapun didunia ini.

Tetapi dalam keadaan perang tidak ada lagi yang namanya oposan loyal. Yang ada cuma: You are either with us OR against us. Jika anda tidak bersama kami, maka anda musuh kami. Karena itu, di Syria, walau syaikh Buthi berkali2 mengatakan netral, dan membela kepentingan Syria dan bukannya kepentingan Assad, syaikh Buthi tetap dianggap musuh, batu sandungan, kerikil tajam dimata para teroris. Kenapa? Karena dimasa perang, tidak ada yang namanya netral. Anda harus berpihak. Karena ketika anda netral, anda tetap dianggap berpihak terutama oleh pihak-pihak yang sedang terdesak.

Prinsip ini juga diamini oleh para teroris syria. Dan karena alasan itulah Syaikh Buthi harus dibunuh.

Di syria, sebenarnya banyak ulama sunni aswaja dan sufi. mereka justru memilih tinggal di damaskus, benteng terkuat Assad. Sebut saja nama-nama mereka diantaranya: Syaikh Adib Hassoun, Syaikh Buthi, Syaikh Rajab Dieb, Syaikh Muhammad Rajab Dieb, Syaikh Taufiq AlButhi, Syaikh Ahmad Hassoun, Syaikh Wahbah Zuhaili, Syaikh Ahmad Habbal Arrifai (salah satu wali abdal dari 40 wali abdal), Syaikh Shukri Alluhafi Asyadzili (salah satu wali abdal dari 40 wali abdal), dan ratusan ulama2 otoritatif Sunni aswaja dan sufi.

Belum lagi para sarjana terkemuka islam yang semuanya berlindung dibalik kemananan yang disediakan Assad.

Presiden Bashar Assad dikelilingi para ulama aswaja.

Presiden Bashar Assad dikelilingi para ulama aswaja.

Dalam kondisi damai, boleh saja ulama2 sunni hebat aswaja tersebut mengkritik Presiden Assad dan menasehatinya. Sebagaimana peran ulama yang memang seharusnya memberikan nasehat kepada penguasa. Maka ulama seperti ini dapat menjadi oposan loyal bagi Presiden Assad demi kebaikan negara tentunya.

Bukti sahih bahwa para ulama aswaja ini adalah oposisi yang loyal kepada Presiden Assad adalah: mereka tidak mengangkat senjata dan tidak menyerukan jihad melawan Assad. Bahkan ketika kondisi Presiden Assad terjepit sekalipun dan tengah dikepung para teroris.

Mereka masih mau tetap tinggal di Damaskus, di ibu kota negara Syria, dan tidak memilih tinggal di wilayah2 para teroris atau mengungsi ke luar negeri. Tidak sekalipun mereka mengecam Presiden Assad dan memberikan dukungan kepada teroris.

Seperti kata Syaikh Buthi : Sejak awal perang, banyak tawaran dari luar negeri untuk menampung saya. Mereka bahkan bersedia memberikan segala kebutuhan saya. Tapi saya menolaknya.

Kenapa Syaikh Buthi menolak tawaran tersebut? Karena beliau ra masih mencintai tanah Syria.

Ada ratusan ulama-ulama hebat syria seperti halnya Syaikh Buthi masih memilih tinggal di Syria, bercengkarama bersama Presiden Assad bahkan mereka sholat juga bersama Presiden Assad. Mereka inilah pendukung Presiden Assad yang sebenarnya. Kehadiran mereka di Syria adalah legitimasi betapa Assad masih mendapat dukungan rakyat syria dan ulama2 aswaja Syria, Jika dimasa damai, mereka mungkin saja mengkritik gaya kepemimpinan Assad, tapi dimasa perang mereka adalah pendukung Assad.

 

Presiden Assad sedang sholat bersa

Presiden Assad sedang sholat bersama ulama-ulama sunni Syria

Presiden Assad bercengkrama bersama Syaikh Buthi dan ulama2 awaja Syria setelah sholat

Presiden Assad bercengkrama dengan Syaikh Buthi dan ulama2 awaja Syria setelah sholat

Dimata logika waras, ulama2 sunni Syria tersebut adalah pendukung Assad.

Dimata kaum sesat pikir dan cingkrang otak, ulama2 tsb adalah musuh Assad walau mereka tinggal di damaskus dan sholat bersama Assad.

Dan kepada mereka yang sering mengatakan bahwa presiden Assad adalah seorang yang sesat, kafir, syiah, laknat, berhala, munafik, ahli neraka dan lain-lain sebutan buruk, maka saya tidak tahu, apakah mereka sedang menghina Assad atau sedang menghina Ulama-ulama hebat sunni aswaja dan para sufi syria yang sejauh ini loyal kepada Assad?

Mengatakan Assad sesat, sama artinya mengatakan bahwa ulama sunni aswaja dan para sufi syria, rela dipimpin presiden sesat. Bahkan ulama-ulama tersebut sholat bareng Assad.

Ulama sunni aswaja bersedia sholat bersama orang sesat? Hanya kaum cingkrang otak yan percaya logika sesat ini.