Literalis

Literalis
By subbhan a, blogger

images-4

Wahabi sering memaknai teks secara literal dan terjatuh kedalam lubang pengkafiran (takfiri)

Seorang sufi mengajar muridnya. Dan dia memelihara kucing karena begitu sayangnya. Tapi setiap mengajar, kucing itu membuat kegaduhan. Untuk mengatasinya, maka setiap sang sufi mengajar, kucingnya diikat agar tdk membuat gaduh.

Kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun sehingga muridnya lupa alasan kenapa kucingnya diikat pada sang sufi mengajar. Ketika sang sufi wafat, murid penerusnya melanjutkan tradisi. Walau murid2nya tidak menyukai kucing, mereka sengaja membeli kucing dan mengikatnya kala pelajaran dimulai oleh guru yang baru.

Di lain tempat, ada sang sufi lainnya. Setiap sholat, saat bangkit dari sujud, tubuhnya secara otomatis membutuhkan oksigen. Karena sudah tua, paru-parunya terbuka secara tiba-tiba untuk membuat aliran oksigen lebih lancar. Sementara tenggorokannya tidak siap, maka secara alami sang sufi mengeluarkan batuk setiap kali bangkit dari sujud.

Kejadian ini berlangsung terus selama hidupnya. Apalagi jika musim dingin mendera.

Ketika sang sufi meninggal, murid2nya yang tidak memahami persoalan, melanjutkan tradisi ini. Setiap bangkit dari sujud, mereka batuk secara berjamaah: uhuk uhuk..

Gaduh ..

Apa yg dilakukan para murid diatas, adalah gambaran tepat perilaku para literalis. Mereka memahami agama, hanya berdasar yang tersurat. Padahal dalam setiap kejadian selau ada makna yang tersirat. Dan seringkali  makna yang tersirat itulah makna yang sebenarnya.

Advertisements