Nota Pembelaan Ahok: Membongkar kedok GNPF

Nota Pembelaan Ahok: Membongkar kedok GNPF
Oleh subbhan a, blogger

Ketika ahok membacakan nota pembelaanya, yang diselingin dgn tangisan, spt mudah diduga, kalangan intoleran pendukung GNPF, tiba2 menjadi nyinyir dengan cibiran.

Ada yg bilang, tangisan ahok adalah tangisan buaya, lalu mengutip sifat biologis buaya supaya kelihatan ilmiah.
Ada yg bilang, pengadilan terbuka adalah pura2, by design pemerintah Jokowi, dengan tujuan membela ahok.
Ada yg bahkan sudah bilang, pengadilan terbuka adalah penghinaan terhadap hukum karena tidak ada presedennya.

Dan yg menggelikan, yg berkata spt diatas adalah kaum yg merasa paling islam, paling berhak menafsirkan alquran dan paling yakin dengan tuduhan Ahok menista Islam. Mereka bahkan yakin, para malaikat turun disisi mereka hanya utk menggambarkan perjuangan suci mereka. Tapi, ketika pengadilan terbuka diadakan, ketika semua argumentasi dikeluarkan, mereka tiba2 saja menjadi manusia kerdil yg tdk percaya akan tuduhannya.

Apapun itu, anggaplah sikap mereka sebagai reaksi dari rasa stress akut karena takur kedoknya terbongkar dan tidak mau menerima kenyataan. Mereka yg menuntut ahok diadili, dan menginginkan pengadilan, dan ketika tuntutannya diterima, malah menjadi kalap teriak2 menolak pengadilan terbuka.

Persis anak kecil yg belum matang jiwanya, ketika hanya memandang dunia terbatas pada dirinya sendiri. Tuntutan pengadilan tertutup jelas ada di otak kotor mereka.

Karena apapun hasil pengadilan tertutup, selalu menguntungkan mereka:

  • jika ahok divonis bersalah, maka tujuan mereka sebanrnya tercapai. Ahok tidak bisa maju jadi gubernur. Jokowi juga gagal menjadikan ahok sbg wakilnya kelak di pemilu 2019. Siapa yg bisa mengalahkan jokohok tahun 2019? Prabowo atau SBY? Mereka akan mudah dilibas jokohok.
  • jika ahok divonis bebas, maka mereka akan mudah menghasut masyarakat, bahwa pengadilan telah berlangsung tdk jujur, dan sarat manipulatif. Karena itulah pengadilan dilangsungkan tertutup utk menutupi kebusukannya. Tujuanya: mengumpulkan massa sekaligus dan menjatuhkan jokowi. Hal yg gagal mereka lakukan pada 212. Peduli setan jika negara ini hancur lebur.

Tapi wajar, jika mereka marah dah kecewa. Pentolan2 mereka sudah turun gunung, ustadz2 seleb mereka yg wira-wira di televisi, di acara2 gosip, biasa naik2 mobil mewah, jeep dan pajero, bahkan rela turun ke jalan demi seorang ahok. AA gym yg gak laku,  jadi laku lagi karena ahok. Arifin Ilham, Rizieq shihab, yusuf mansur  bachtiar nasir, Tengku zulkarnain, dan ratusan ustadz2 mereka juga sudah turun kejalan. Semuanya demi turunnya ahok (dan jokowi).

Dengan dana puluhan milyar, seperti ucapan keceplosan salah satu petinggi organisasi islam, kok malah panggungnya dikuasai jokowi dan kini pengadilanya pun malah menjadi ajang “kampanye” ahok.

Apa gak sakit ? Tentu saja sakit. Sakit banget tahu..

Jika mau jujur, jika tuduhan mereka valid bahwa ahok menista islam, seharusnya mereka dengan gagah berani dan yakin dengan pengadilan terbuka. Biarkan rakyat yg menilai: apakah ahok benar2 menista quran atau bukan. Toh, jika tuduhan mereka valid, bukti2 akan menguatkan mereka bahwa ahok menista islam. Kenapa mesti takut? Bukankah Quran memerintahkan manusia berdebat dgn cara yg baik?

Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS an-Nahl [16]: 125).

Tetapi masalahnya, tuduhan mereka tidak valid sama sekali. Palsu dan sangat kental aroma politisnya, terutama jelang  pilkada. Panggung pengadilan yg sedianya diharapkan dapat menista ahok, malah digunakan ahok utk membongkar keculasan tuduhan GNPF. Bahkan ketika pengadilan itu baru saja dimulai.

Bantahan ahok 1: tentang munafiknya para politikus.

Berkaitan dengan persoalan yang terjadi saat ini, dimana saya diajukan di hadapan sidang, jelas apa yang saya utarakan di Kepulauan Seribu,  bukan dimaksudkan untuk menafsirkan Surat Al-Maidah 51 apalagi berniat menista agama Islam, dan juga berniat untuk menghina para Ulama. Namun ucapan itu, saya maksudkan, untuk para oknum politisi, yang memanfaatkan Surat Al-Maidah 51, secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada.

Ayat ini sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elit, karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya

Dari oknum elit yang berlindung dibalik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan surat Almaidah 51. Isinya, melarang rakyat, menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan, jangan pernah memilih kafir menjadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum yang seiman.

Setelah maksud ucapannya ditujukan kepada oknum politik yg sarat manipukatif menghalalkan segala cara, ahok melanjutkan bantahannya dalam aline terakhir nota pembelaanya bahwa ada ketidak-konsistenan argumen jika ahok dianggap tdk berhak menjadi gubernur dengan alasan non-muslim karena faktanya, banyak pemimpin daerah non-muslim yg justru menang di daerah berbasis islam. Sepeti bantahan Ahok dibawah ini:

Apalagi, saya melihat adanya fakta, bahwa ada cukup banyak partai berbasis Islam, seperti di Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Solo juga mendukung calon Gubernur, Bupati, Walikota non-Islam di daerahnya.

Bantahan ahok 2: tentang persinggungannya yg sangat akrab dgn saudaranya yg muslim.

Dan yang paling menohok dari nota pembelaan ahok adalah adanya fakta bahwa ahok justru kental bersinggungan dgn muslim dan kebijakan2nya justru membela muslim, dari point2 yg dipaparkan ahok:

– Ahok memiliki keluarga angkat muslim. Ayah angkat, ibu angkat, saudara angkat seorang muslim. Mereka bergelar haji pula. Bahkan ayah angkatnya berikrar sehidup semati dengan ayah kandungnya yg china non-muslim
– bahwa sekolah S2 ahok di prasetya Mulya dibiyai oleh kakak angkatnya yg muslim dan Haji
– bahwa Ahok bahkan turut serta mengantarkan dan memanggul keranda ibu angkat beliau
– bahwa ibu angkatnya yg seorang hajjah, dalam keadaan kristis, masih rela datang ke tempat pilkada, memberi semangat kepada ahok, dan menitipkan pesan kepadanya: “SAYA TIDAK RELA MATI, SEBELUM KAMU MENJADI GUBERNUR. ANAKKU, JADILAH GUBERNUR YANG MELAYANI  RAKYAT KECIL.”
– bahwa ahok rutin berziarah kemakan ibu angkatnya, di karet bivak, dengan mencopot sandal demi menghormati ibu angkatnya. Sesuatu yg justru tdk dilakukan oleh banyak kaum muslim
– bahwa ahok banyak menerapkan kebijakan membangun masjid, musholla dan surau. Bahkan membangun pesantren di jawa timur.
– bahwa ahok menyisihkan penghasilannya 2.5pct utk disedekahkan. Padahal itu bukan kewajiban beliau, karena beliau bukan muslim.
– bahwa ahok menyisihkan sebagian pendapatan beliau, utk membeli hewan dan menyumbangkan saat hari rayab idul adha. Lagi, itu bukan kewajiban beliau tapi toh dilakukan beliau.
– bahwa ahok mengeluarkan kebijakan2 mengganji guru2 mengaji, menghajikan marbot  muazin dan penjaga makam. Kebijakan2 itu bahkan tidak pernah dilakukan gubernurnya sebelumnya. Tidak pula terpikirkan gubernur sebelumnya.
– bahwa ahok membuat kebijakan agar dibulan suci ramadhan, semua pns dan honorer dapat pulan lebih awal dari jam 3 sore menjadi jam 2 siang. Hanya agar mereka kaum muslim dapat dapat berbuka puasa bersama.
– bahwa ahok telah membangun masjid megah, masjid fatahillah, di balaikota. Hal yg tdk dilakukan maupun terpikirkan gubernur muslim sebelumnya.
– bahwa di semua rusun yg dibangun pemda, selalu ada masjidnya. Bahkan dirusun daan mogot, didirikan masjid seluas 20 ribu m2, dan ditetapkan sbg salah satu masjid raya jakarta. Itu juga tdk dilakukan dan dipikirkan gubernur sebelumnya.
– bahwa ahok berkomitmen terus membangun banyak masjid di rusun2 yg akan didirikannya. Komitmen yg pasti dilakukannya, berdasar rekam jejak beliau.
– bahwa ahok membuat kebijakan bagi pns utk menjadi pendamping haji kloter DKI.
– bahwa ahok, dengan semua yg dilakukan, semata2 demi memunuhi amanat orang tua angkaya, yg muslim dan haji, utk memakmurkan kaum muslim di jakarta dari kemarginalannya.
– bahwa ahok, sebagai seorang kristen, justru mengaku menjadi murid dan penerus KH Abdurrahman Wahid dan bahkan memujanya.

Dengan semua rekam jejaknya, ahok menutup pembelaannya dengan pertanyaan retorika yg demikian jelas, clear, dan sesuai akal sehat:

Sebagai pribadi yang tumbuh besar di lingkungan umat Islam, tidaklah mungkin saya mempunyai niat untuk melakukan penistaan Agama Islam dan menghina para Ulama, karena sama saja, saya tidak menghargai, orang-orang yang saya hormati dan saya sangat sayangi.

Dan memang, akal sehat kita mengatakan tidak mungkin ahok sengaja berniat menista islam sementara rekam jejaknya justru membela umat islam.

Sebenarnya, semua nota pembelaan ahok diatas, dapat dengan mudah kita dapatkan di era internet dan informasi tanpa batas ini. Tapi masih banyak saudara2 kita di sudut2 kota dan desa, yang tdk memiliki kemewahan tersebut. Merekalah kaum yang paling rentan mendapatkan informasi dari simpatisan GNPF bahwa ahok menista islam.

Tidak usah heran juga jika GNPF dapat mengumpulkan massa ratusan ribu dari luar daerah dan membuat berisik jakarta. Mereka rela2 berlelah2 walau harus membohongi nurani demi melengserkan Ahok.

Dan bagian yg paling menyakitkan itu semua, setelah semua usaha mereka untuk menista Ahok adalah: Ahok malah dapat menyampaikan nota pembelaanya yg mencounter dan menohok semua tuduhan GNPF, dan menyampaikan semua pencapaiaanya selama menjadi Gubernur secara gratis, live ditelivisi dan disaksikan puluhan juta masyarakat indonesia secara antusias!

Ini seperti orang yg bersusah payah mengumpulkan uang utk melamar gadis, menyewa gedung dan makanan, dan ketika hari H tiba, justru lelaki lain yg duduk dipelaminan bersama sang gadis.

Sakitttt…

Maka jangan heran, jika simpatisan GNPF, para keyboard warrior, terlihat kasak kusuk kesana kemari mencibir ahok dan memaki pengadilan terbuka sebagai bentuk penghinaan kepada pengadilan dan akal sehat.

Karena tujuan mereka sejak awal memang jelas: membungkam Ahok bagaimanapun caranya dan mencegahnya maju menjadi gubernur. Urusan keadilan, ada dinomor kesekian didalam pikiran mereka.

Tapi ketika anda merasa tidak mampu bersaing secara sehat dengan seseorang, maka hanya ada dua pilihan: anda mengakui ketidak mampuan anda utk bersaing dan mengakui keunggulan lawan anda. Ini pilihan orang yg bijak. Atau anda melakukan segala cara utk menjegal lawan anda, dengan cara2 kotor. Inilah pilihan manusia kerdil.

Dan Opsi kedua itulah yg dipilih oleh GNPF dan simpatisanya. Apa boleh buat..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s