Islam Ali versus Islam Muawiyah

Islam Ali versus Islam Muawiyah
Oleh: subbhan a, blogger.

Ketika Ali diangkat menjadi khalifah, hal yang pertama yang dilakukan beliau adalah memecat Muawiyah. Padahal muawiyah adalah gubernur Syam, yang sudah dia duduki sejak jaman 2 khalifah sebelumnya. Pengaruhnya demikian mengakar dikalangan rakyat syam. Para analiyst politik dulu dan sesudahnya menyayangkan keputusan Ali yang demikian frontal memecat Muawiyah. Setidaknya, biarkanlah Muawiyah duduk sbg gubernur untuk sementara waktu sehingga kedudukan Ali menguat dahulu.

Apa alasan Ali langsung memecat Muawiyah?
“Demi Allah”, kata Ali, “saya tidak akan sedektipun membiarkan Muawiyah duduk diposisinya hanya untuk menindas manusia”

Sejarah lalu menceritakan. Muawiyah menolak dipecat, dia memberontak dan lalu mengangkat senjata dan mengakibatkan 40 ribu nyawa kaum muslimin tewas. Banyak diantaranya sahabat2 nabi yang tewas.

Ketika Ali bertempur dengan Amr bin Ash, penasehat utama Muawiyah, kakinya sudah ada diatas dada amr bin Ash. Pedang Ali tinggal menyabet kepala Amr Bin Ash dan perang-pun akan berakhir. Tapi kejadian yg tidak disangka2 terjadi. Amr bin Ash membuka auratnya, sehingga Ali memalingkan muka dan meninggalkannya.

“Aku tidak akan membunuh (dalam peperangan) orang yang tidak punya harga diri”, kata Ali.

Banyak analyst politik kemudian yg menyesalkan kenapa Ali tidak membunuh Amr bin Ash.

Amr bin Ash yg hidup karena kemuliaan Ali, akhirnya bersama Muawiyah menipu kaum muslimin dengan mengangkat mushaf AlQuran dan dengan berlindung dibalik kesuciannya, padahal ketika dia memberontak kepada Ali, hal yang pertama yang dia langgar adalah AlQuran.

Apa yang didapat Ali ketika beliau membiarkan Amr bin Ash hidup?

Syahid di mimbar sholat, kekalahan dalam politik kukuasaan, kehilangan sahabat2nya yg dulu membelanya, dicaci maki setelah wafatnya, anak cucunya menjadi sasaran kebencian dan pengikutnya mengalami persekusi sepanjang jaman.

Apa yang didapat Muawiyah dengan pemberontakannya?

Dia mengangkangi kekuasaan hampir 20 tahun, dan meletakkan dasar2 dinasti kekuasaan umayyah sehingga bertahan selama 80 tahun. Kekuasaannya menyebar hingga turkey, armenia, sebagian afrika utara bahkan menyebar hingga asia tengah.

Jika Islam Ali memperjuangkan nilai-nilai. Yg seperti kata JW Santrock dalam bukunya : “A Topical Approach to Life-Span Development”, dia yang memperjuangkan nilai2 berarti dia berjuang agar masyarakat mengerti apa yang layak untuk diperjuangkan.

Maka islam muawiyah memperjuangkan kekuasaan dengan menginjak-nginjak nilai, moral dan etika.

Bagi islam Ali, niat dan cara adalah yg paling utama. Dan tujuan akan mengikutinya. Bahkan jika itu harus dibayar dengan nyawamu

Bagi islam muawiyah, kekhalifahan adalah tujuan utama, bahkan jika harus menggunakan Alquran sebagai instrumen untuk menipu manusia.

Maka perhatikanlah, saudaraku.

Ketika kita membela Ahok, bukanlah karena kita membela kekuasaan ahok semata-mata. Karena persetan dengan ahok. Kita membela ahok, karena kita melihat cara2 kotor Muawiyah untuk meraih kekuasaan. Kalian hanya menggunakan AlQuran sbg instrumen untuk menarik massa hanya agar ejakulasi kekuasaanmu terpenuhi. Karena pada kenyataannya, ada gubernur2 non-muslim yang juga kalian usung utk menjadi kepala daerah.

Tidak ada demontrasi dan pengutukan terhadap perbuatan kalian ini.

Kami membela ahok, karena persis seperti ucapan Buya Syafii : “membela kebeneran lebih berharga dari seluruh bumi”

Jakarta, 1-December-2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s