Erdogan, Ikhwanul Muslimin dan Ambisi Kekuasaan

Erdogan, Ikhwanul Muslimin dan Ambisi Kekuasaan
oleh : Subbhan A, blogger

sharon-and-erdogan-jerusalem-1-may-2005-55bef1d812977305050abbf5

Selepas pesawat Russia Bomber SU-24 ditembak pesawat Fighter F16 Turki ada tanggal 24-November-2015, dengan nada marah Putin berkata:

Turki telah menusuk kami dari belakang. Kami pikir turki adalah teman kami, ternyata mereka tidak lebih dari kaki tangan para teroria (ISIS).

Entah mengapa saya tidak kaget. Sejak kampanye militer Russia di syria 30-Sep-2015 di syria, hanya soal waktu bagi Turki untuk memukul Russia dari belakang. Erdogan adalah presiden yang berasal dari partai AKP. Dan AKP merupakan kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin. Dan Ikhwanul Muslimin, memiliki sejarah panjang dalam pengkhianatan dan kekerasan.

Didirikan pada tahun 1928 di Mesir oleh Syaikh Hasan AlBanna, Ikhwanul Muslimin justru terlibat serangkaian kekerasan yg berujung pada pembunuhan PM Fahmy Nokhrasy tahun 1948. Tidak cukup dengan itu, Ikhwanul Muslimin juga terlibat percobaan pembunuhan terhadap Presiden Gamal Abdel Nasser pada tahun 1954, yang berujung pada penangkapan besar-besaran anggota IM. Banyak anggota IM yang terusir dari Mesir dan mencoba peruntungan di luar negeri.

Tidak beda dengan di Mesir, Ikhwanul Muslimin Syria memiliki kegemaran yang sama. Ikhwanul muslimin Syria melakukan serangkaian kekerasan demi kekerasan dalam rangka memberontak kepada pemerintah sah syria sejak 1976 hingga berakhir dalam dalam pembantaian Hama Februari 1982. Milisi ikhwanul muslimin menyerbu gedung pemerintahan di Hama, menguasai kantor polisi dan barak militer, membunuh rakyat sipil, yang kemudian dibalas dengan pengepungan kota oleh loyalis Pemerintahan. Lebih dari 20 ribu milisi ikhwanul muslimin dihabisi pasukan Hafeez Assad.

Pengkhianatan Ikhwanul Muslimik syria tidak berhenti sampai disini. Hamas, organisasi perlawanan Palestina yang berdiri pada medio 1980-an, dan berafiliasi ke Ikhwanul Muslimin, ditolak di banyak negara arab. Mereka di tolak di turki, qatar, saudi, jordan dan bahkan Mesir. Negara-negara tersebut menolak Hamas dengan alasan sederhana, karena tekanan Israel yang merupakan musuh tradisional Hamas. Tidak ada yang mau menerima Hamas kecuali Syria.

Apa yang dilakukan Hamas kepada Syria?

“Mereka telah mengkhianati Syria berkali-kali” kata Bashar Asaad. Alih-alih membela Syria yang dikepung teroris wahhabi dari 140 negara di seluruh dunia, Hamas malah mengangkat senjata melawan rakyat Syria yang berakhir kepada pengusiran Hamas dari Damascus. Pejabat2 Hamas sangat beruntung hanya diusir dari Syria, seharusnya mereka juga dihabisi seperti pendahulu2 mereka di Mesir maupun Hama, atas pengkhianatan mereka.

Ambisi kekuasaan Ikhwanul Muslimin

Kenekataan Turki menembak pesawat Russia tidak lain karena ambisi Erdogan membentuk kembali apa yang disebut dengan kekaisaran Ottoman Turki yang meliputi wilayah syria dan irak utara. Hal tersebut dapat dirunut kembali pada satu kejadian September-2012.

Kongres partai AKP Turki yang dilaksanakan September-2012, dihadiri para tamu istimewa: Khaled Meshal pempimpin Hamas, Mohammad Morsi pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir sekaligus presiden Mesir, Rashi al-Ghannusi pemimpin partai Ennahda yang memenangi pemilu Tunisia dan Tariq al-Hashimi pemimpin Ikhwanul Muslimin Irak. Dengan kekuatan ikhwanul Muslimin yang membentang dari Tunisia ke Turki, dalam pikiran Erdogan, sepertinya hanya hitungan bulan bagi rezim Syria, Bashar Assad untuk jatuh ketangan Turki.

Erdogan, sebelumnya, bahkan berani sesumbar dalam pidatonya didepan petinggi partai AKP, 5-Augustus-2012, ketika mengecam ketua partai Republik Rakyat yang berani mengkritisi kebijakan Erdogan di Syria:

Partai Republik Rakyat (partai oposisi Turki) tidak akan berani pergi ke Damaskus. Tetapi kita akan kesana dalam waktu dekat, insyaAllah, dan merangkul saudara-saudara kita. Hari-hari kememangan sudah dekat. Kita bahkan dapat melaksanakan sholat disamping makam Salahuddin Al-Ayyubi dan di dalam masjid Umayya. Dan kita akan dengan bebas mendoakan saudara-saudara kita Ikhwanul Muslim di stasiun Kereta Api Hejaz.

Kita adalah keturunan kaisar Ottomman, tuan Kilicdaroglu (ketua Partai Republik Rakyat). Ijinkan saya bertanya, keturunan siapakan anda? “

Kemudian dalam kongres partai AKP, satu persatu tamu yang hadir memenuhi podium dengan puja-puji kepada Erdogan. Meshal menyebut Erdogan sebagai pemimpin dunia Islam. Dan Erdoğan meyakini bahwa pada akhirnya Turki akan mewujudkan cita-citanya untuk kembali menguasai panggung dunia dan mewujudkan kekhalifahan Islam dalam satu negara.

Tetapi dua tahun kemudian, semua impian Erdogan runtuh. Ikhwanul Muslimin Mesir dirontokkan rakyat mesir dan Morsi menanti hukuman mati atas kejahatannya. Partai Ennahda kalah dalam pemilu Tunisia. Al-Hashimi, sekutu utama Turki di Irak, malah lari dari Irak dan mengungsi ke Turki.

Dengan demikian, mimpi Erdogam untuk menyatukan gerakan Ikhwanul Muslimin dari Tunisia, Libya, Turki, Syria, dan Irak Utara hanya tinggal 2 pemain : AKP dan Hamas. Mimpi Erdogan untuk memujudkan kekhalifahan ikhwanul Muslimin pun menemui jalan buntu. Paling tidak untuk saat ini. Penerbangan Turki menuju Libya dibatalkan setelah pemerintahan Libya di Tobruk mengancam akan menjatuhkan setiap pesawat Turki. Hubungam Turki dengan Mesir, Syria dan Irak juga memanas setelah Turki terbukti secara meyakinkan mendukung para teroris wahhabi bahkan mendukung ISIS. Alih-alih mewujudkan impiannya sholat di masjid Umayya Syria, Turki sekarang malah disibukkan dengan 2 juta pengungsi syria. Belum lagi kemarahan Russia kepada Turki dan dukungan Russia serta Syria kepada separatis Kurdi di syria Utara, mengancam Turki dalam perang saudara.

Dan seperti biasanya, daripada melakukan intropeksi diri, Erdogan lebih senang menuduh Iran, Arab Saudi dan Barat sebagai penyebab kegagalan Turki mencapai impiannya. Kebijakan sectarian yang dianut Iran, menurut Erdogan, adalah penyebab kerusuhan di Syria dan Irak, walaupun faktanya Turki malah mengijinkan negaranya sebagai transit para teroris untuk membanjiri Syria Irak. Turki juga menuduh Arab Saudi dan negara2 teluk turut andil dalam menghancurkan gerakan Ikhwanul Muslimin di berbagai kawasan Timur Tengah. Dan terakhir, Turki mengecam kemunafikan barat yang mendukung pelengseran Morsi dari jabatan Presiden Mesir sementara tidak berupaya keras untuk meruntuhkan kekuasaan Bashar Assad di Syria. Menurut kacamata Erdogan, kecuali Turki-Qatar-Hamas, semua negara adalah munafik dan bertindak diluar batas.

Sementara itu, Erdogan menggambarkan dirinya yang berkuasa di Turki selama 13 tahun, telah menjadikan Turki sebagai negara demokrasi. Walaupun kenyataanya, indeks kebebasan pers Turki menduduki peringkat 154 dari 180 negara. Penegakkan hukum juga ditiadakan, tuduhan korupsi yang dilakukan para kroni Erdogan ditutup-tutupi, dan Turki perlahan-lahan berubah menjadi negara otoriter tunggal yang menggunakan polisi dan badan intelejen untuk menahan oposan.

Apapun itu, pasca Turki menantang Russia dan terekspose-nya dukungan Turki kepada ISIS dan faksi teroris di syria-irak, kini nasib Turki berada di tangan barat. Kita akan mengetahui segera.

Masih berpikir Edogan memperjuangkan Islam?

sumber :
1. Erdogan bersumpah akan sholat di masjid Umayya Damaskus
2. Bashar Assad : Hamas mengkhianati kami berkali-kali
3. Pemberontakan Hama 1982
4. Sejarah Ikhwanul Muslimin
5. Indeks Kebebasan Pers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s