Syria in Pain : Before and After

Syria in Pain : Before and After
oleh : Subbhan A, blogger

Assad membuka negaranya untuk perdagangan luar negeri, mengundang touris2 dari seluruh dunia datang ke Syria, memberikan kebebasan kepada lelaki dan wanita dan hak2 mereka sama. Sebelum revolusi yang dipaksakan, jumlah wanita professional meningkat signifikan, universita terbuka bagi semua kalangan, dan tak ada diskriminasi gender.

Negara dalam keadaan aman sentosa, kesejahteraan meningkat, dan hak asasi dihargai. Sebuah Negara multetnis dan memiliki 23 kepercayaan yang berbeda, Syria selalu menjadi Negara yang memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk memeluk agama yang mereka sukai dan hidup dalam martabat. Semua kerjasama atas dasar sukarela dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dan para teroris secara nyata telah mengambil semua itu dari kami

Itu adalah ucapan Pastor Nazaro, ketua Persekutuan Pendata di Timur Tengah, depan sidang Genewa, 16-September-2015. PBB atas tekanan Amerika dan NATO selama ini berusaha dengan sangat keras menghancurkan Syria dan menjatuhkan Assad. Dan tidak ada pembelaan yang terbaik selain dari penganut kristiani untuk pemimpin2 barat yang mengaku sebagai penganut kristiani.

Syria, adalah surga-nya timur tengah. Walaupun mereka arab, cara bicaranya tidak meledak2 khas arab, Sebaliknya, mereka berbicara sangat lembut dan tertata. Wanitanya sangat cantik, perpaduan arab, eropa dan asia tengah. Walaupun sering kali dilanda perang, terutama melawan Israel, tapi Negara ini relative aman. Di ceritakan, bahkan anda dapat meletakkan sepeda anda diluar rumah, tanpa dikunci semalaman, dan tidak hilang. Para wanitanya, mereka aman bepergian keluar rumah malam hari, tanpa takut gangguan.

70pct warganya adalah sunni, sisanya alawite, syiah imamiyah, druze, kristiani, Armenia, kurdi, dan kaum minoritas lainnya. Walaupun demikian, Syria tetap hidup harmonis.

Syria yang aman, kini luluh lantak. Sejak teroris Wahhabi membanjiri Syria, Maret 2011, lebih dari 380 ribu rakyat Syria tewas, 4 juta internally displaced dan 4 juta externally displaced.

Dan saksikan sebagian kecil dari kerusakan infrastrukture yang teroris Wahhabi timpakan kepada rakyat Syria.

Homs tahun 2011, sebelum pemberontak merengsek dan menghancurkannya.

homs syria 2011

Homs yang hancur tahun  2014, setelah para teroris wahhabi membanjiri Syria. Kita layak bertanya, siapa yang membangun gedung-gedung tersebut dan siapa yang menghancurkanya?

homs syria 2014

Masjid Umar, Daraa. Atas pada tahun 2011, bawah pada tahun 2013

Omari Mosque in Deraa

Masjid Umayya Damaskus, gambar atas pada tahun 2012, dan gambar bawah pada tahun 2013. Para teroris Wahhabi selalu menipukan isu syiah menindas sunni untuk mengundang para teroris seluruh dunia membanjiri Syria. Mereka seharusnya bertanya, kenapa ada masjid bernama Umayya di Syria? Apakah ada orang shia yang mencintai Umayya? Kita juga patut bertanya, siapa yang kemudian menghancurkan masjid umayya yang sebelumnya baik-baik saja di jaman Bashar Assad?

Masjid Umayya, 2012 (atas) dan 2013 (bawah)

Pemandangan di sebuah sudut pasar Aleppo 2007 (atas), dan bawah (2013)

The Old Souk in Aleppo

Lagi, pemandangan di sebuat sudut pasar Aleppo, atas (2009), bawah (2012)

Souk Bab Antakya in Aleppo

Rumah Sakit Al-Kindi Aleppo, atas (2012), bawah (2013)

Al-Kindi hospital in Aleppo

Aleppon yang hancur luluh lantak, Mar 17, 2014. Aleppo yang indah dijaman Assad kini tak berbentuk.

Aleppo hancur luluh, March 17, 2014

Homs, nyaris tak terbentuk, Jan 27, 2014

Homs Jan 27, 2014

Pemandangan dramatis ketika penduduk Palestina di Yarmouk mengungsi menuju Damaskus, menghindari serangan mematikan ISIS dan AlQoida, jan 31, 2014. Lihat foto gedung-gedung yang sebagai latarnya. Dulu dibangun Bashar Assad untuk menampung para pengungsi Palestina yang terlunta. Lebih dari 2 juta pengungsi palestina di tampung Syria, diberika perumahan yang layak, pendidikan dan kesehatan. Hak-hak mereka sama dengan rakyat Syria. Mungkin kita harus bertanya, siapa yang membangun gedung2 tersebut dan siapa yang menghancurkannya?

Penduduk Yarmouk mengungsi ke damaskus, Jan 31, 2014

Seorang pemberontak FSA merenung didalam rumahnya yang hancur luluh lantak akibat Perang, Feb 19, 2014. Mungkin sekarang dia menyesal bergabung bersama pemberontak FSA dan mengundang para teroris asing membanjiri Syria dan justru menghancurkan Syria.

Foto FSA di Aleppo, Feb 19, 2014

Advertisements