Shia: Bintang-nya kaum Tertindas

Shia: Bintangnya kaum Tertindas
oleh: Subbhan A, blogger

kill me shia
16-Agustus-2012 adalah hari yang tak terlupakan bagi zahra, 6 tahun. Bersama orang tuanya, dan kedua adiknya yang masih balita, dari kota kecil Gilgit, mereka naik bus menuju sebuah Rawalpindi, pakistan. Ditengah jalan, bus distop pasukan bersenjata. KTP diperiksa, dan lalu beberapa penumpang dipisahkan dari barisan. 20 penumpang yang terpisah, ditembak di bagian belakang kepala dari jarak dekat. Zahra selamat, karena pada saat kejadian, dia duduk terpisah dari kedua orang tuanya dan kedua adiknya.

Apa kesalahan penumpang tersebut? Sederhana. Karena mereka shia! Tercatat, sejak 1963 sampai May-2015, lebih dari 23 ribu shia tewas mengenaskan. Tak terhitung yang luka-luka.

Di irak dari 2011 sampai 2015, tercatat ada 51 bomb bunuh diri. Selama 2013-2014, tercatat 91 serangan mematikan yg menarget sipil. Kenapa mereka diserang dan kenapa mereka di bomb? Karena mereka shia.

Korban shia akan memanjang jika harus menyebutkan kasus-kasus kekerasan yang terus menimpa shia di kuwait, saudi, afghanistan, india, syria, lebanon, nigeria, dan mesir.

Kenapa mereka di buru? Hanya karena mereka shia.

Semua fitnah pasti berakhir, tapi tidak kepada shia.
Semua penindasan ada batasnya, tapi tidak kepada shia.
Semua genocide tidak berlangsung lama, tapi tidak kepada shia.

Silahkan cari kelompok ras dan suku bangsa manapun yang mengalami penindasan, dan semuanya cuma catatan sejarah, tapi tidak kepada shia.

Shia mengalami penindasan dan genocide yang tidak pernah dialami suku bangsa manapun didunia. Selama lebih dari 1400 tahun, sejak jaman kekuasaan kekhalifahan Umayyah abad ke-7 sampai kekhalifahan Turki Ottoman abad ke-20, Shia selalu mengalami persekusi. Bahkan sampai hari ini ketika kekhalifahan Al-Bahdadi ISIS di proklamirkan, shia selalu menjadi sasaran dan alasan para teroris seluruh dunia datang ke Syria-Iraq untuk turut berpesta ikut serta dalam pembantaian.

[Dan tidak ada penyebab didunia, yang dapat mengundang jihadits dari 140 negara si seluruh dunia, kecuali dengan alasan untuk membunuh para shia!]

Shia selalu dihina, difitnah, dicaci, dikatakan anak zina, anak mutah, haram jaddah, anak yahudi hasil kreasi Ibnu Sabba, kafir, sesat, dan lain-lain sebutan buruk yang tidak pernah dialami manusia manapun didunia ini. Hanya karena mengakui mencintai Ahlil Bait Nabi. Dan dengan satu dua ketikan di youtube, anda dapat dengan mudah menemukan ulama2 terkemuka -terutama ulama-ulama yang berafiliasi ke wahabi- mengeluarkan segala cacian matian kotor dialamatkan kepada shia.

Ketika anak-anak shia dibom hingga luluh lantak di Beirut, Kuwait, Syria, irak, Nigeria, Afghan, Pakistan, Mesir, dan Saudi, komentar yang saya baca dari pengikut Wahhabi adalah : “Anak-anak tersebut beruntung dapat mati saat bayi. Kalau dewasa, dia akan menjadi shia dan masuk neraka”. Kemudian mengutip kisah Nabi Khaidir as untuk menjustifikasi semua pembantaian. Bahkan bayi shia pun kematiannya di syukuri. Ucapan buruk mana yang lebih buruk dari ucapam tersebut?

Ijinkan saya mengutip ucapan Allamah Syaikh Khalid al-Mala, ulama terkemuka Irak mengenai nasib shia:

“Lebih dari 500 ribu shia telah dibantai. Meskipun demikian, tidak ada fatwa jihad, tidak ada fatwa perlawananan, atau tidak ada fatwa angkat senjata dari ulama-ulama shia. Majelis-majelis husiniyah mereka dihancurkan dan masjid mereka di bomb. Makam imam 2 suci mereka, masjid Imam Ali Alhadi dan Imam Hasan alAsykari dibom. Dan alQoida Irak, Abu Musa alZarqowi mengaku bertanggung jawab atas perbuatan ini. Dan pembantaian orang shia, terus berlangsung sampai sekarang.

Kapan ulama shia berbicara menyeru rakyat Irak? saya ulangi, kapan ulama shia menyeru rakyat irak untuk mengangkat senjata?

(Mereka berbicara menyeru rakyat irak) adalah ketika sebuah kota Ahlussunnah (Mosul) telah jatuh. Seorang ulama shia yang terkenal dan saya mengetahuinya sebagai ulama shia, Ayatullah Sistani, langsung berbicara. Beliau mengeluarkan fatwanya tentang wajibnya membela tanah air dan mengangkat senjata untuk membela kehormatan Irak.

Saat ini, wanita-wanita mosul Irak telah diperkosa, gereja-gereja telah dihancurkan dan ulama-ulama yang menentang ISIS telah dibunuh. Kemudian suku-suku di anbar, rawah, haditsah, qaim, fallujah, dan baghdad menyambut seruan beliau dengan membentuk gerakan persatuan nasional untuk menaklukan isis”

Saya ulangi ucapan Syaikh Khalid, 500 ribu shia telah di genocide, dan tidak ada satupun fatwa mengangat senjata dan bom bunuh diri, dan ketika kota ahlunsunnah Mosul jatuh ditangan ISIS, pihak yang pertama kali menyerukan fatwa perlawanan justru ulama shia!

Mengertikah anda, sebagaimana kesaksian ulama ahlussunnah, kita hampir tidak pernah mendengarkan fatwa pembalasan dendam atau makian kotor dari ulama-ulama terkemuka shia, Ayatullah Khamenei, Ayatullah Sistani, dan Sayyid Hasan Nashrullah terhadap Wahhabi. Sebutan yang paling keras dari mereka adalah takfiry. Tidak ada pengkafiran, dan tidak ada kata makian. Kata-kata mereka tetap terjaga bahkan ketika dalam keadaan emosi sekalipun. Sejauh yang saya tahu, shia masih menganggap wahabi sebagai saudara sesama muslim yang kebetulan salah jalan. Dan sampai hari ini dan detik ini, tidak sekalipun saya mendengar adanya satu buah bom bunuh diri shia menyasar masjid-masjid sunni atau masjid-masjid Wahhabi.

Dalam perhelatan Arbain yang menggetarkan, 25 juta manusia berkumpul di karbala. 25 juta manusia berkumpul di satu tempat pada yang sama!!!! Orang tua, orang yang cacat, di kursi roda, bayi, balita, orang tua, menggunakan tongkat, terseok-seok menuju satu tujuan dan menempuh jarak puluhan kilo. Tidak ada satupun kata keluhan dari mereka, alih-alih, mereka berkata : “Segala kesulitan yang kita hadapi hari ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlil Bait”.

Mereka yang cacat berkata : “Jika kaki kami diambil, maka kami akan merangkak dengan tangan kami. Jika tangan kami diambil, maka kami akan merangkak dengan tubuh kami. Segala kesulitan ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlul Bait”

Padahal setiap saat, keselamatan mereka terancam bom bunuh diri. Ratusan orang tewas setiap tahunnya bukan karena terinjak-injak tetapi karena bom bunuh diri para teroris. Dan mereka masih bisa berkata : “Segala kesulitan ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang dihadapi imam Ahlul Bait”.

Ucapan apa itu? Siapa yang mengajari ucapan yang menakjubkan seperti itu? Siapa dia yang telah mengajari shia demikian sedemikian pemaaf ditengah penindasan tiada henti? Mereka datang dengan cinta, dan berusaha mengekspresikan rasa cinta tersebut kepada Imam Ahlul bait, dan kita malah membalasnya dengan bom. Padahal mereka sama sekali tidak mengancam keselamatan kita. Kesalahan apakah yang mereka lakukan sehingga mereka mati?

Sebagai sunni, saya mengajak anda merenung sebentar. Tidakkah kita sadar dengan tidak adanya fatwa bom bunuh diri ulama shia atau fatwa angkat senjata terhadap kepada ahlussunah selain membela diri, adalah sebuah upaya besar dan serius dari shia untuk berekonsiliasi dengan saudara-saudara mereka ahlussunnah? Mereka mengulurkan tangan persaudaraan kepada kita -ahlussunnah, dan apa hak kita membalasnya dengan bom bunuh diri?

“Bisakah anda bayangkan”, kata Syaikh Ahmad Deedat,”Kita sunni adalah 90% dari muslim dunia, dan 10% adalah syiah yang ingin menjadi saudara satu iman tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti, mengapa anda yang 90% ketakutan. Mereka yang seharusnya ketakutan”.

Sama seperti Ahmad Deedat, saya pun tidak mengerti, mengapa kita yang sunni, 90% dari muslim dunia, justru ketakutan kepada shia? Dan saya tidak menemukan jawaban kecuali karena penyakit sedang menyergap hati kita.

Dan semua ulama ahlussunnah yang mencoba bersimpati kepada shia dan mencoba bersikap adil kepada shia, mendapat cacian dan makian yang sama. Bahkan tidak jarang, darah mereka dihalalkan, dan mereka ikut mendapat tuduhan bahwa mereka shia. Bahkan hukuman mati. Itulah yang menimpa ulama Ahlussunah Syria terkemuka, asy-Syahid Prof Dr Said Ramadhan AlBouthy ra. AlBouthy syahid di bomb hanya karena bersimpati kepada shia.

Sebagai penutup artikel ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada kalian yang di hati kalian ada penyakit dan senang melihat penindasan kepada kaum shia. Jangan terkejut jika shia yang kalian tindas suatu saat akan mencapai kedudukam yang tidak pernah kalian bayangkan, karena Allah SWT telah berjanji:

“Dan Kami hendak memberikan karunia kepada mereka yang tertindas di bumi, Kami jadikan mereka menjadi pemimpin-pemimpin dan Kami jadikan mereka sebagai pewaris.(QS. 28:5).

Maka, adakah yang lebih tertindas di muka bumi ini selain shia?

1. Daftar genocide shia Pakistan
2. daftar suicide bombing Iraq
3. daftar serangan mematikan di Irak, selama 2013.
4. Daftar serangan mematikan di irak, selama 2014.
5. Ucapan simpatik Syaikh Khalid Al-Mala, ulama ahlu sunnah kepada syiah
6. Syaikh Abdullah Nahari Maroko, kesetanan karena kebencian kepada syiah.

Advertisements