Jenggot, Celana Cingkrang dan Kesombongan

Jenggot, Celana Cingkrang dan Kesombongan
by Subbhan A, blogger

Rasulullah SAW itu makan, minum, tidur, memiliki rambut dan janggut, buang air besar, memiliki perasaan senang, sedih, dll. Memang Rasulullah dalam hal tertentu berbeda dengan kita, karena beliau SAW adalah manusia yang paling mulia, manusia pilihan Allah SWT. Tapi Rasulullah tetap memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Itulah sifat basyariah Rasulullah.

Maka jika anda makan, kemudian berkata : “Saya sedang mengikuti sunnah Rasulullah karena makan adalah sunnah”, maka saya yakin akan banyak orang yang mentertewai anda. Hatta, mereka yang getol mengklaim sebagai kaum pengusung sunnah.

Kenapa? Karena makan adalah sifat yang dimiliki semua makhluk hidup. Semua yang hidup perlu makan, maka jika anda tidak makan maka anda akan mati secara otomatis.

Anda tidak disebut sedang mengikuti sunnah Rasulullah ketika makan, tapi jika anda mengikuti cara-cara makan Rasulullah dan memahami alasannnya, maka anda dapat menyebut diri anda sedang mengikuti sunnah Rasulullah.

Begitupun ketika anda menggunakan celana cingkrang. Pahami dahulu kenapa Rasulullah memotong gamisnya sehingga terlihat cingkrang.

Dalam satu hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memanjangkan pakaiannya hingga ke tanah karena sombong, maka Allah SWT tidak akan melihatnya (memperdulikannya) pada hari kiamat” Kemudian sahabat Abu Bakar bertanya, sesungguhnya bajuku panjang namun aku sudah terbiasa dengan model seperti itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya engkau tidak melakukannya karena sombong”(Shahih a-l-Bukhari, 3392)

Jaman dulu pemuka Qurays, seperti Abu Sufyan dan Abu Jahal, gamisnya panjang menyusur tanah. Gamis menyusur tanah adalah tanda status sosial. Tanda mereka kaya. Mereka bergamis panjang dan menyombongkan diri dengan gamis tersebut. Mereka sering menghina sahabat Rasulullah yang rata-rata miskin dan tidak mampu membeli gamis yang panjang. Lagipula, para sahabat Rasulullah rata-rata pekerja kasar dan sangat tidak mungkin bekerja kasar dengan gamis panjang.

Rasulullah diutus ke dunia, justru memerangi kesombongan. Maka ketika Rasulullah menyuruh sahabat-sahabatnya memotong gamisnya, maka itu adalah wujud perlawanan sosial. Rasulullah melawan para pemuka Qurays yang menyombongkan diri dengan gamisnya.

Maka jika anda menggunakan gamis cingkrang tapi anda merasa sombong dengan gamis anda, merasa paling nyunnah, merasa paling mengikuti sunnah nabi, maka saksikanlah, alih-alih anda sedang mengikuti sunnah Rasulullah, anda malah sedang mengikuti sunnah Abu Sufyan, anda sedang mengikuti sunnah Abu Jahal.

 

Lagiula, beli celana panjang sekarang murah, hanya dengan 40 ribu, anda dapat celana panjang menyusur tanah, dan anda tidak akan dikatakan sedang menyombongkan diri dengan celana tersebut.

Begitupun dengan jenggot anda. Ketika Kh Agil Siradj berkata : “Semakin panjang jenggot-nya, maka dia semakin goblok”, kontan banyak orang marah, banyak yang tersinggung.

Mereka tersinggung karena tidak mengerti dan tidak mau mengerti maksud ucapan Kh Agil Siradj. Kh Agil tidak sedang menghina jenggot. Yang KH Agil kritik adalah orang-orang berjenggot tapi merasa paling islam dan paling nyunnah sehingga mudah mengkafirkan siapapun yang tidak segolongan mereka. Silahkan anda lihat semua video Kh Agil di youtube, maka anda akan meyakini ucapan saya.

Bagaimana Jenggot Rasulullah?

Dari Ibn Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tampillah kalian berbeda dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis”. Dan ketika Ibn Umar melaksanakan haji atau umrah, beliau memegang jenggotnya, dan ia pun memotong bagian yang melebihi genggamannya” (Shahih al-Bukhari, 5442)

Dari hadits tersebut, mengapa Rasulullah mengingingkan sahabatnya berbeda dari kaum musyrik? Sama seperti masalah gamis, Kaum musyrik dijaman Nabi, adalah kaum yang sombong. Ciri-ciri mereka senang memanjangkan kumis dan bergamis panjang menyusur tanah. Rasulullah memerintahkan sahabatnya memotong kumis dan mamanjangkan jenggot, sebagai bentuk perlawanan sosial.

Perlawanan terhadap kesombongan adalah misi utama Rasulullah. Maka pahamilah alasan perintah memelihara jenggot dan bergamis pendek. Dalam setiap perintahnya, Rasulullah selalu menghindari kesombongan dan membenci orang yang sombong.

Maka ketika anda sombong, merasa paling islam dan merasa paling nyunnah hanya karena jenggot, itupun Cuma 11 lembar kata kang Said, maka anda sedang mengikuti sunnah Abu Sufyan dan Abu jahal.

Maka hal yang harus pahami, Ajaran islaminya adalah kerendahan hati, dan bukan jenggot an celana cingkrangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s